Cerita Inspiratif Hidup itu Mahal
Hidup Itu Mahal Karya: Uyun, S.Pd.I Suatu sore yang mendung, aku duduk di teras rumah sambil memandangi jalan berlubang di depan sana. Di tangan tergenggam secarik kertas laporan keuangan, angka-angka itu seolah menatap tajam, mengingatkan betapa beratnya beban yang harus dipikul. Sebagai guru honorer, aku tahu betul rasanya berjuang. Gaji yang tak seberapa, kadang terlambat cair, ditambah kebutuhan hidup yang makin hari makin mahal. Pernah terlintas di hati: “Untuk apa bertahan? Bukankah lebih baik cari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan?” Pikiran itu terus berputar sampai aku teringat kejadian pagi tadi. Saat aku melangkah masuk ke kelas, ada Rina—murid yang ayahnya sudah tiada, ibunya buruh cuci, selalu datang dengan seragam agak kusam dan sepatu yang solnya sudah tipis. Dia maju ke mejaku, malu-malu menyodorkan selembar kertas bergambar bunga sederhana. “Ibu Guru, ini buat Ibu. Terima kasih sudah sabar mengajari saya. Kalau tidak ada Ibu, saya mungkin ...