RANGKUMAN MATERI BTQ KELAS 6

 

RANGKUMAN MATERI BTQ KELAS 6

1. Hukum Mim Sukun (مْ)

Hukum Mim Sukun berlaku ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah. Ada tiga jenis hukum:

Hukum

Pertemuan

Cara Membaca

Panjang Bacaan

1. Ikhfa Syafawi

مْ bertemu ب

Dibaca samar-samar di bibir, suara ditahan 2–3 harakat (2 ketukan).

2–3 Harakat

2. Idgham Mitsli/Mimi

مْ bertemu م

Dibaca lebur/masuk dengan mendengung. Mim sukun seolah hilang, diganti mim bertasydid.

2–3 Harakat

3. Izhar Syafawi

مْ bertemu selain م dan ب (26 huruf)

Dibaca jelas, terang, dan tanpa dengung di bibir.

Jelas & Cepat

 

2. Hukum Mad Far'i Lanjutan

Mad Far'i (Mad Cabang) adalah mad yang terjadi karena adanya sebab (hamzah, sukun, atau tasydid).

Hukum Mad

Sebab

Cara Membaca

Panjang Bacaan

1. Mad Wajib Muttasil

Mad Thabi'i bertemu Hamzah (ء) dalam satu kata.

Wajib dipanjangkan.

4 atau 5 Harakat

2. Mad Jaiz Munfasil

Mad Thabi'i bertemu Hamzah (ء) pada dua kata (Hamzah berada di kata berikutnya).

Boleh (jaiz) dibaca panjang atau sedang.

2, 4, atau 5 Harakat

3. Mad Lazim Kilmi Musaqqal

Mad Thabi'i bertemu Tasydid (ّ) dalam satu kata.

Wajib dibaca panjang dan berat (ditekan).

6 Harakat

4. Mad Lazim Harfi Musyabba'

Terjadi pada huruf fawatih as-suwar (huruf pembuka surat) yang dibaca 3 huruf, seperti ص, س, ع, ل, ك, م, ن, ق (ص, ع, ل, م, ن, ق, ك, س)

Wajib dibaca panjang.

6 Harakat

 

3. Bacaan Gharib (Bacaan Unik/Jarang)

Bacaan Gharib adalah cara membaca kata-kata tertentu dalam Al-Qur'an yang berbeda dari kaidah tajwid umum.

Gharib

Pengertian

Cara Membaca

Contoh

1. Saktah

Berhenti sejenak tanpa bernapas (sekitar 1 harakat).

Saat bertemu tanda س kecil. Bacaan harus dihentikan sebentar, lalu dilanjutkan tanpa mengambil napas baru.

مَنْ رَاقٍ (surat Al-Qiyamah, ayat 27)

2. Imalah

Memiringkan bunyi vokal 'a' menjadi bunyi seperti 'e' (antara a dan i).

Hanya terdapat di satu tempat: kata مَجْرٰىهَا dibaca مَجْرٖيهَا.

مَجْرٰىهَا (surat Hud, ayat 41)

3. Tashil

Membaca hamzah kedua dengan bunyi yang ringan (seperti bunyi vokal antara hamzah dan alif).

Hanya terdapat di satu tempat: kata ءَاَعْجَمِيٌ dibaca ءَ عْجَمِيٌ (Hamzah kedua dibaca samar).

ءَاَعْجَمِيٌ (surat Fussilat, ayat 44)

4. Isymam

Isyarat dengan gerakan bibir (seperti mencucu) saat mendengung, sebagai isyarat bahwa harakat aslinya adalah dhamah (ُ).

Dilakukan saat membaca kata لَا تَأْمَنَّا dibaca لَا تَأْمَنُونَا. Isymam dilakukan ketika mendengung.

لَا تَأْمَنَّا (surat Yusuf, ayat 11)

 

4. Adab dan Praktik Membaca Al-Qur'an

A. Praktik Membaca Al-Qur'an

  1. Ta'awuz: Membaca أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ sebelum memulai bacaan, bertujuan memohon perlindungan dari godaan setan. Hukumnya Sunnah Muakkadah.
  2. Basmalah: Membaca بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ setelah Ta'awuz atau saat memulai membaca dari awal surat (kecuali surat At-Taubah). Hukumnya Sunnah.

B. Wakaf (Tanda Berhenti)

Wakaf adalah berhenti sebentar atau lama saat membaca Al-Qur'an dengan mengambil napas. Tanda-tanda wakaf (berhenti) di antaranya:

  • م (Wakaf Lazim): Wajib berhenti.
  • لا (La Washal): Tidak boleh berhenti.
  • ج (Jaiz): Boleh berhenti atau melanjutkan.
  • قِلَى (Al-Washlu Aula): Lebih utama melanjutkan.
  • صَلَى (Al-Wakfu Aula): Lebih utama berhenti.
  • (Mu'anaqah): Berhenti di salah satu titik, tidak boleh keduanya.

C. Sujud Tilawah (Sujud Bacaan)

  • Definisi: Sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat Sajdah (ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung perintah atau pujian sujud).
  • Hukum: Sunnah bagi yang membaca maupun yang mendengar.
  • Tata Cara:
    1. Dilakukan dengan takbir tanpa salam atau tasyahud.
    2. Hanya satu kali sujud.
    3. Saat sujud, membaca doa khusus (seperti doa sujud pada salat, atau

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ...).

    1. Bangun dari sujud tanpa takbir jika di luar salat. Jika dalam salat, kembali ke posisi berdiri.

 

Komentar

Popular Gurur Garsel Berbagi