IPAS Kelas 6 Bab 1 Foll
Rangkuman Materi IPAS Kelas 6: Bab 1 - Bagaimana Tubuh Kita Bergerak
Topik A: Rangka, Sendi, dan Otot: Aktor di Balik Bentuk Tubuh Kita
Materi ini menjelaskan tiga komponen utama yang membuat tubuh kita bergerak: rangka, sendi, dan otot.
Rangka: Adalah susunan tulang-tulang yang berfungsi sebagai penyangga tubuh, pelindung organ-organ penting, dan tempat melekatnya otot. Tanpa rangka, tubuh kita tidak akan memiliki bentuk dan tidak bisa berdiri tegak. Rangka manusia dibagi menjadi tiga bagian:
Tulang Tengkorak: Melindungi otak, mata, dan organ kepala lainnya.
Tulang Badan: Meliputi tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk yang melindungi jantung, paru-paru, dan organ-organ perut.
Tulang Anggota Gerak: Terdiri dari tulang tangan dan kaki yang memungkinkan kita untuk bergerak, berjalan, dan memegang benda.
Sendi: Adalah sambungan atau pertemuan antara dua tulang. Sendi berfungsi sebagai engsel yang memungkinkan tulang untuk bergerak. Terdapat berbagai jenis sendi dengan fungsi yang berbeda, seperti sendi peluru yang memungkinkan gerakan ke segala arah (misalnya, bahu), dan sendi engsel yang hanya memungkinkan gerakan satu arah (misalnya, siku).
Otot: Adalah jaringan di dalam tubuh yang berfungsi menggerakkan tulang dan sendi. Otot bekerja dengan cara berkontraksi (memendek) dan relaksasi (memanjang). Otot melekat pada tulang dan bekerja secara berpasangan. Ketika satu otot berkontraksi untuk menggerakkan tulang, otot pasangannya akan berelaksasi.
Topik B: Sistem Saraf: Kabel Panjang di Tubuh Kita
Sistem saraf adalah jaringan komunikasi utama di dalam tubuh. Sistem ini bekerja seperti kabel panjang yang menghubungkan otak ke seluruh bagian tubuh. Fungsi utamanya adalah menerima, mengolah, dan mengirimkan informasi untuk mengendalikan semua aktivitas tubuh, termasuk gerakan.
Neuron: Unit dasar dari sistem saraf yang disebut sel saraf. Neuron bertugas untuk menghantarkan sinyal-sinyal listrik dari dan ke otak.
Otak: Bertindak sebagai pusat kendali. Otak menerima semua informasi dari panca indra, mengolahnya, dan mengirimkan perintah ke otot untuk bergerak. Contohnya, saat kamu ingin mengambil buku, otak akan mengirimkan sinyal ke otot tangan untuk bergerak.
Saraf Tulang Belakang: Berfungsi sebagai jalur utama untuk mengirimkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
Gerak Sadar dan Gerak Refleks:
Gerak Sadar: Gerakan yang dilakukan dengan kesadaran, diatur oleh otak. Contohnya: berjalan, menulis, atau melempar bola.
Gerak Refleks: Gerakan yang terjadi secara otomatis dan cepat tanpa diproses oleh otak terlebih dahulu. Ini adalah mekanisme perlindungan tubuh. Contohnya: menarik tangan saat menyentuh benda panas.
Topik C: Penyakit yang Menyerang Sistem Gerak
Ada beberapa penyakit yang dapat menyerang sistem gerak (rangka, sendi, dan otot) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Osteoporosis: Penyakit di mana kepadatan tulang menurun, membuatnya menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini sering terjadi pada orang tua.
Patah Tulang (Fraktura): Kondisi ketika tulang mengalami retak atau patah akibat benturan keras atau kecelakaan.
Kelainan Tulang Belakang:
Skoliosis: Tulang belakang melengkung ke samping, membentuk huruf S atau C.
Kifosis: Tulang belakang melengkung ke depan, membuat punggung bungkuk.
Lordosis: Tulang belakang melengkung ke belakang di bagian pinggang.
Arthritis: Radang pada sendi yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kaku.
Penyakit Otot:
Atrofi Otot: Otot mengecil dan kehilangan kekuatan akibat jarang digunakan atau karena penyakit saraf.
Keseleo: Cedera pada ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang ke tulang) akibat sendi terputar secara paksa.
Pengertian Otot
Otot merupakan sekumpulan sel otot, miofibril dan serat otot yang membantu untuk pergerakan tubuh manusia. Otot sangat berperan aktif dalam kehidupan menusia terutama pergerakan sehari-hari. Sehingga banyak juga yang melatih otot agar dapat mengangkat berat beban yang maksimal. Otot dapat di latih kekuatannya dangan melakukan olahraga kekuatan otot misalnya angkat beban.
Otot adalah jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang merupakan alat gerak aktif yang dapat menggerakkan tulang sehingga menyebabkan suatu individu atau organisme bisa bergerak.
Hampir seluruh organ tubuh di hubungkan dengan otot. Semua yang bisa bergerak mempunyai otot penggerak masing-masing yang jumlahnya sangat banyak, hingga dalam satu organ memiliki beberapa otot.
Jenis Jaringan Otot
Selanjutnya setelah kamu memahami pengertian dari otot, kamu perlu memahami jaringan yang ada dalam otot, simak penjelasan lengkapnya dibawah ini :
Jaringan Otot Polos

Jaringan otot polos merupakan jaringan otot yang bersifat involunter yang terletak di dinding organ-organ dalam tubuh. Jaringan otot polos bekerja di luar kesadaran tubuh, dengan gerak terus menerus tetapi tidak akan kelelahan.
Otot polos tidak dapat dikendalikan dengan kesadaran. Hal ini karena hanya dipersyarafi oleh sistem syaraf otonom. Otot polos ini tersusun atas sel- sel yang berbentuk gelendong yang pada setiap ujungnya berbentuk runcing dan memiliki satu inti sel.
Ciri-ciri otot polos :
- Kontraksi berkisar 3 sampai 180 detik.
- Sistem bergerak dari otot polos lambat dan menyebabkan mudah lelah.
- Bentuk nya gelendong seperti perahu.
- Kedua ujungnya berbentuk runcing.
- Terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dan organ dalam lainnya.
- Hanya mempunyai satu inti sel yang terletak ditengah.
- Dipengaruhi oleh system saraf otonom.
Jaringan Otot Lurik

Jaringan otot lurik merupakan jaringan otot yang memiliki sifat volunteer melekat pada bagian rangka. Otot ini sering di sebut dengan otot rangka.
Ciri-ciri otot lurik :
- Bekerja dibawah pengaruh kesadaran.
- Otot lurik tidak dapat bekerja terus-menerus akibatnya akan mengalami kelelahan.
- Otot ini berada di luar dan dapat menyimpan cadangan makanan.
- Bentuk selindris dengan garis gelap terang tanpa ada cabang.
- Otot lurik Melekat pada rangka.
Jaringan Otot Jantung

Jaringan otot jantung merupakan jaringan yang bersifat involunter hanya berada di jantung. Memiliki struktur hampir sama dengan otot lurik, namun memiliki konsep kerja seperti otot polos.
Ciri-ciri otot jantung :
- Bekerja berada diluar kesadaran untuk jantung.
- Jantung akan terus menerus memompa darah keseluruh tubuh manusia tanpa rasa kelelahan.
- Bekerja sedang, tetapi bekerja tanpa lelah dalam waktu yang lama.
- Sel pada jaringan berbentuk silindris memanjang.
- Kedua ujungnya bercabang.
- Memiliki satu nukleus di bagian tengah selnya.
- Serabut halus yang melintang pada jaringan terlihat jelas.
Gambar Jaringan Otot

Struktur Otot
Pada jaringan otot ini memiliki struktur jaringan otot yang tersusun. Berikut penjelasannya :
1. Tendon
Tendon adalah jaringan berserat tebal yang berwarna putih terang dan mengandung kolagen. yang menghubungkan otot rangka dengan tulang. Urat-urat ini berupa serabut-serabut simpai yang putih, berkilap, tidak elastic.
Tendon terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran, tergantung dari otot tempat melekatnya. Otot yang menghasilkan lebih banyak tenaga akan memiliki ukuran tendon yang lebih pendek dan lebar.
2. Fascia
Fascia adalah jaringan ikat gabungan dari jaringan fibrus dan areolar dapat membungkus dan menghimpun otot menjadi satu. Pada tiap-tiap fasciculus dapat di pisahkan dengan jaringan ikat perimysium. Di antara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam perbaikan jaringan otot yang rusak.
Dalam bagian-bagian tertentu, seperti dalam telapak tangan, fascia ini sangat padat dan kuat. Contohnya adalah fascia Palmaris dan fascia plantaris.
3. Sarcolemma
Sarcolemma merupakan unit structural jaringan otot berdiameter 0,01 – 0,1 mm dan panjang 1-40 mm melapisi suatu sel otot.jaringan ini dapat berfungsi pelindung otot.
Besarnya dan jumlah jaringan terutama pada jaringan elastic, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setial 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastic tipis yang disebut sarcolemma.
Protoplasma serat otot yang berisi materi semicair disebut sarkoplasma. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang disebut myofibril.
4. Miofibril
Myofibril merupakan jaringan serat-serat yang terdapat dalam otot. Jika di lihat dengan mikroskop, miofibril akan terlihat seperti pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, (troponin & tropomiosin).
5. Miofilmanen
Miofilamen merupakan jaringan berbentuk benang-benang atau filament halus yang merasal dari myofibril. Jaringan ini terdapat dua macam yaitu miofilamen homogeny “terdapat pada otot polos” dan miofilamen heterogen “terdapat pada otot jantung atau otot kardiak dan pada otot lurik”.
6.Sarkoplasma
Sarkoplasma merupakan jaringan yang berupa cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana myofibril dan miofilamen berada.
Penyakit Otot
- Sakit Pinggang : kondisi yang disebabkan karena otot-otot dan ligamen di sekitar pinggang meregang.
- Terkilir : suatu kelainan yang terjadi karena kerja otot antagonis yang menyebabkan gerakan kacau pada otot.
- Kaku Leher : sebuah kondisi yang terjadi karena adanya peradangan pada otot leher akibat gerakan yang salah atau hentakan secara mendadak.
- Atrofi Otot : salah satu kelainan yang terjadi akibat penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi.
- Hipertrofi Otot : sebuah kondisi dimana otot menjadi lebih besar dan lebih kuat karena sering digunakan.
- Distrofi Otot : suatu penyakit melemahnya otot akibat cacat genetis.
- Hernia Abdominal: sebuah kondisi dimana dinding otot abdominal sobek serta mengakibatkan usus melorot dan masuk ke rongga perut.
- Kram atau Kejang Otot : kondisi yang terjadi akibat kontraksi otot secara terus-menerus.
- Tetanus : kondisi dimana otot menjadi kejang akibat infeksi bakteri Clostridium tetani.
- Polio : salah satu kelainan pada otot yang menyebabkan mengecilnya otot karena adanya infeksi virus polio.
Fungsi Otot
- Menghasilkan gerakan rangka.
- Mempertahankan postur dan posisi tubuh.
- Mengatur keluar dan masuknya saluran dalam sistem tubuh.
- Menyokong jaringan lunak.
- Menggerakkan jantung.
- Mengontrol pergerakan jantung.
- Menyimpan cadangan makanan walaupun tidak banyak.
- Menggerakkan organ pencernaan.
- Menggerakkan organ-organ dalam tubuh seperti usus, jantung dan sistem tubuh lainnya.
- Mempertahankan suhu tubuh.
- Mempertahankan suhu normal bagi tubuh.
- Menjaga keseimbangan tubuh.
Bayangkan sistem saraf itu seperti jaringan kabel listrik yang ada di dalam rumahmu, tapi ini di dalam tubuh kita. Fungsinya adalah untuk mengirimkan pesan atau informasi dari satu tempat ke tempat lain dengan sangat cepat.
Apa Saja Bagian dari Sistem Saraf?
Sistem saraf terbagi menjadi dua bagian utama:
Sistem Saraf Pusat: Ini adalah "pusat kendali" atau "komputernya" tubuh kita.
Otak: Ini adalah bosnya. Otak bertugas untuk memproses semua informasi, membuat keputusan, dan mengendalikan semua yang kita lakukan, seperti berpikir, melihat, mendengar, hingga bernapas.
Sumsum Tulang Belakang: Ini seperti kabel utama yang menghubungkan otak dengan seluruh tubuh. Fungsinya adalah mengirimkan pesan dari otak ke bagian tubuh lain dan sebaliknya.
Sistem Saraf Tepi: Ini adalah "kabel-kabel kecil" atau "jaringan kabel" yang menyebar dari sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh kita, seperti ke tangan, kaki, mata, telinga, dan organ-organ lainnya. Tugasnya adalah mengambil informasi dari lingkungan (misalnya, kamu menyentuh sesuatu yang panas) dan mengirimkannya ke otak. Sebaliknya, sistem saraf tepi juga membawa perintah dari otak (misalnya, "cepat angkat tanganmu!") kembali ke otot-ototmu.
Bagaimana Sistem Saraf Bekerja?
Prosesnya sangat cepat, hampir tanpa kita sadari. Contohnya:
Kamu melihat bola yang melaju ke arahmu. Matamu (yang terhubung ke sistem saraf tepi) mengirimkan informasi ini ke otakmu melalui sumsum tulang belakang.
Otakmu memproses informasi ini. Otakmu "berpikir," "Oh, ada bola datang. Aku harus menangkapnya."
Otakmu mengirimkan perintah. Perintah ini dikirimkan kembali melalui sumsum tulang belakang dan sistem saraf tepi ke tanganmu.
Tanganmu bergerak menangkap bola. Kamu berhasil menangkap bola itu!
Semua proses ini terjadi dalam hitungan detik.
Kenapa Sistem Saraf Sangat Penting?
Tanpa sistem saraf, kita tidak bisa merasakan, berpikir, bergerak, atau bahkan bernapas. Sistem saraf mengendalikan semua fungsi tubuh, baik yang kita sadari (seperti berjalan dan berbicara) maupun yang tidak kita sadari (seperti detak jantung dan pencernaan).
Jadi, kesimpulannya, sistem saraf adalah jaringan kabel yang luar biasa di tubuh kita yang memastikan semua bagian tubuh bisa berkomunikasi dengan otak. Ini adalah sistem yang membuat kita bisa hidup dan berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.
Komentar
Posting Komentar