IPAS Kelas 6 Bab 4 -Globalisasi

 

Globalisasi

Perkembangan teknologi memudahkan hubungan dan kerja sama antarnegara. Hubungan yang kian meningkat ini pun mulai menghapuskan batas-batas geografis antarnegara. Oleh karenanya, saat ini sebuah peristiwa yang sedang terjadi di satu daerah dapat dengan mudah diketahui oleh daerah lainnya di dunia. Begitu pula sebuah perubahan yang terjadi di satu wilayah dunia dapat dengan mudah memengaruhi atau memberikan dampak bagi wilayah-wilayah di belahan bumi yang lainnya. Proses perkembangan yang mencakup seluruh dunia ini kemudian disebut dengan globalisasi.

Globalisasi tidak terjadi dengan sendirinya, lho! Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, antara lain perkembangan sistem perekonomian dunia, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, serta kemajuan teknologi dalam bidang transportasi. Perkembangan globalisasi juga terjadi seiring dengan kehadiran perusahaan multinasional. Dari namanya, apakah kalian sudah dapat membayangkan apa yang dimaksud dengan perusahaan multinasional? Ya, multi berarti banyak, sedangkan nasional berarti bangsa atau negara. Jadi, perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di beberapa wilayah negara. Misalnya, terdapat sebuah perusahaan sepatu yang memiliki pabrik pengolahan bahan baku di Indonesia dan pabrik produksi barang jadi di Vietnam. Sementara, kantor pusatnya berada di Amerika dan memiliki kantor pemasaran di seluruh negara Asia. Globalisasi juga memungkinkan penyebaran sebuah tren di satu wilayah dapat menyebar ke seluruh wilayah dunia. Maraknya penggemar klub sepak bola Eropa serta film dan musik Korea merupakan contoh dari fenomena globalisasi tersebut. Globalisasi memungkinkan barang-barang, informasi, hingga budaya dari suatu negara masuk ke negara lain.

Globalisasi di Berbagai Bidang

1.      Bidang Ekonomi

Globalisasi dalam bidang ekonomi dimulai dengan perubahan mekanisme pertukaran barang dan jasa. Globalisasi mengintegrasikan ekonomi setiap negara ke dalam sebuah sistem ekonomi global yang saling terintegrasi satu sama lain. Dalam globalisasi ekonomi, terjadi persaingan bebas melalui mekanisme pasar bebas yang berlaku internasional.

2.      Bidang Politik

Hubungan diplomatik antarnegara di dunia kini makin meningkat seiring derasnya arus globalisasi di bidang politik. Globalisasi memudahkan kerja sama internasional antarnegara, baik negara maju maupun negara berkembang. Hubungan diplomatik tersebut meningkatkan serta memperluas hubungan antarnegara di berbagai bidang, serta membuka partisipasi aktif bagi setiap negara dalam politik internasional menuju perdamaian dunia. Globalisasi turut pula membentuk sistem politik suatu negara. Hal ini dikarenakan negara-negara lebih terbuka untuk mempelajari dan menerapkan sistem ketatanegaraan yang lebih baik, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya, Indonesia kini membentuk instansi baru seperti MK dan DPD. Kini, masyarakat juga lebih melek akan politik dan mau terlibat dalam persoalannya. Hal ini dibuktikan dengan bermunculannya partai politik sebagai bentuk aspirasi masyarakat.

3.      Bidang Budaya

Globalisasi juga memengaruhi budaya suatu bangsa. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti proses migrasi penduduk dari satu negara ke negara lain dan menetap dalam waktu lama. Tak bisa dipungkiri, mereka turut serta membawa budaya dari negara asalnya. Selain itu, globalisasi di bidang budaya juga mewujud dalam mode atau fashion yang sedang populer. Misalnya, mode atau fashion Korea yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat Indonesia. Hubungan antarnegara terjadi karena setiap negara perlu saling memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan tersebut tidak hanya terkait dengan bidang ekonomi saja, namun terkait juga dengan bidang-bidang lain, seperti bidang pertahanan dan keamanan, teknologi, kesehatan, budaya, agama, pendidikan, pariwisata, dan lain-lain. Banyak negara yang menawarkan peluang beasiswa untuk sekolah di negaranya. Kalian bisa belajar dari negara lain dan mengembangkan Indonesia dengan ilmu tersebut

Wilayah nusantara sudah terlibat dalam perkembangan kerja sama dunia sejak ribuan tahun yang lalu. Pada masa kerajaan, banyak catatan sejarah yang menyebutkan jika wilayah nusantara sudah melakukan hubungan kerja sama di bidang perdagangan, politik, hingga budaya dan keagamaan dengan wilayah lain, seperti Tiongkok dan India. Keterlibatan Indonesia dalam pergaulan dunia terus berlanjut hingga masa kemerdekaan. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia ikut berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan percaturan politik dunia. Sebagai negara yang beradab, Indonesia menjalin hubungan luar negeri dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, serta menolak menggunakan segala bentuk tindakan kekerasan. Salah satu peran Indonesia dalam kerja sama dunia, yaitu ikut mendirikan lembaga internasional sebagai sarana dalam mewujudkan kepentingan bersama. Lembaga tersebut bernama Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan BangsaBangsa Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga berperan aktif di lembaga dunia bernama United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di antaranya dengan menjadi anggota dewan keamanan yang mengirimkan personel kepolisian dan militer dalam misi perdamaian ke negaranegara yang sedang berkonflik.

ASEAN merupakan organisasi negara-negara di Asia Tenggara yang bertujuan untuk:

a. meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan;

b. menjaga perdamaian;

c. serta mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan organisasi negara-negara di dunia yang bertujuan untuk:

a. menjaga perdamaian dan keamanan dunia;

b. memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antarbangsa melalui penghormatan terhadap hak asasi manusia;

c. membina kerja sama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan;

d. menjadi pusat tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia;

e. menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata;

Dalam perkembangannya, seluruh negara di dunia saat ini sedang menghadapi permasalahan global yang perlu diantisipasi secara bersama-sama. Permasalahan global adalah permasalahan yang berlangsung di hampir seluruh dunia, seperti persoalan ekonomi, polusi, perubahan iklim, dan lain sebagainya. Dalam rangka menghadapi permasalahan global bersama-sama, seluruh negara anggota PBB pada tahun 2015 menyepakati tujuan bersama untuk dicapai di tahun 2030. Tujuan tersebut terangkum dalam 17 poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Berikut ke-17 poin Sasaran Pembangunan Berkelanjutan tersebut.

1. Menghilangkan kemiskinan.

2. Menghilangkan kelaparan.

3. Menjamin kehidupan sehat dan sejahtera.

4. Memberikan pendidikan berkualitas.

5. Kesetaraan gender.

6. Menyediakan air bersih dan sanitasi layak.

7. Menyediakan energi bersih dan terjangkau.

8. Menyediakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

9. Membangun industri, inovasi, dan infrastruktur.

10. Mengurangi kesenjangan.

11. Membangun kota dan pemukiman yang berkelanjutan.

12. Membudayakan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

13. Menangani perubahan iklim.

14. Melestarikan ekosistem lautan.

15. Melestarikan ekosistem daratan.

16. Mewujudkan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

17. Membangun kemitraan untuk mencapai tujuan.

 

Komentar

Popular Gurur Garsel Berbagi