Modul Ajar Implementasi Koding KA_Uyun, S.Pd.I_SDN 1 Jayamekar_Kelompok A_Batch 3
Catatan: Link Modul Ada dibawah
A. Apersepsi 5 Menit
1. Salam,
2. Berdo’a, Allahumanfa’ni
3. Ice breaking, tepuk semangat
B. Kegiatan Awal 10 Menit
1. Penyampaian Tujuan Pembelajaran
(1) Memahami dan menjelaskan konsep dasar Berpikir Komputasional dengan bahasa sendiri.
(2) Memberikan contoh penerapan Prinsip Berpikir Komputasional (Dekomposisi, Pengenalan Pola, Abstraksi, Algoritma) dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pertanyaan Pemantik
(1) Apa saja yang kamu temui sehari-hari yang menggunakan AI? Misalnya, di smartphone.
(2) Menurutmu, apakah mesin bisa benar-benar "berpikir" atau hanya meniru cara berpikir kita?
C. Kegiatan Inti 45 Menit
1. Penyampaian Materi Pembelajaran
v Definisi Berpikir komputasional
Berpikir komputasional itu artinya kita memecahkan masalah seperti seorang detektif cerdas, tapi dengan cara yang teratur seperti cara komputer bekerja.
Apa saja caranya?
Memecah-mecah masalah: Kalau ada masalah yang besar, kita pecah jadi bagian-bagian yang lebih kecil. Misalnya, kalau mau membuat kue, kita pecah-pecah jadi: pertama siapkan bahan, lalu campurkan, lalu panggang.
Mencari pola: Kita lihat, apakah ada hal yang sama atau mirip yang sering terjadi? Misalnya, kita membuat pola gambar dari balok-balok.
Menyembunyikan hal yang tidak penting: Kita fokus pada hal yang paling penting saja. Misalnya, saat menggambar pohon, yang penting ada batang, daun, dan ranting. Warna tanahnya tidak begitu penting.
Membuat langkah-langkah: Setelah itu, kita susun langkah-langkah yang jelas dan mudah diikuti, seperti resep masakan atau aturan saat bermain game.
Jadi, dengan berpikir komputasional, kita bisa membuat masalah yang tadinya sulit jadi mudah untuk dipecahkan.
v Prinsip Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional itu seperti menjadi detektif super pintar yang bisa memecahkan masalah besar dengan cara yang gampang. Ada empat cara utama yang bisa kita lakukan:
1. Dekomposisi (Memecah Masalah)
Ini adalah cara kita memecah masalah yang besar dan sulit menjadi masalah-masalah kecil yang lebih gampang.
Contoh: Kalau kamu mau membersihkan kamar yang berantakan, jangan langsung pusing. Pecah jadi tugas kecil:
Pertama, kumpulkan mainan.
Kedua, rapikan buku di rak.
Ketiga, buang sampah.
Keempat, sapu lantai.
2. Pengenalan Pola (Mencari Hal yang Mirip)
Ini adalah cara kita melihat apakah ada hal yang sering muncul atau mirip. Kalau kita sudah tahu polanya, kita bisa lebih cepat menyelesaikannya.
Contoh: Saat belajar matematika, kamu melihat soal 2 + 2 = 4, lalu 3 + 3 = 6. Kamu menemukan polanya, yaitu kalau angkanya sama, kamu bisa langsung tahu jawabannya.
3. Abstraksi (Fokus pada Hal Penting)
Ini adalah cara kita melihat hal yang paling penting dan mengabaikan yang tidak penting.
Contoh: Kalau kamu mau menggambar kucing, yang paling penting adalah bentuk kepala, badan, dan ekornya. Kamu tidak perlu memikirkan bulu kucingnya ada berapa helai.
4. Algoritma (Membuat Aturan)
Ini adalah cara kita membuat langkah-langkah yang jelas dan berurutan agar orang lain atau robot bisa mengikutinya dengan benar.
Contoh: Kalau kamu mau memberitahu teman cara membuat sandwich:
Langkah 1: Ambil dua lembar roti.
Langkah 2: Oleskan mentega di setiap roti.
Langkah 3: Taruh keju di atas salah satu roti.
Langkah 4: Tutup dengan roti yang lain.
Jadi, dengan empat cara ini, kita bisa memecahkan masalah apa pun dengan lebih mudah dan teratur!
v Komputasional sebagai dasar koding
Berpikir komputasional itu adalah ilmu dasar sebelum kamu mulai koding. Ini seperti belajar membaca dan menulis sebelum kamu bisa membuat cerita.
Hubungan Berpikir Komputasional dan Koding
Bayangkan kamu ingin membuat sebuah game di komputer.
Berpikir Komputasional (rencana):
Kamu memecah game menjadi bagian-bagian kecil (misalnya, membuat tokoh, membuat musuh, dan membuat skor).
Kamu mencari tahu aturan-aturan yang akan dipakai (misalnya, kalau musuh kena, skor akan bertambah).
Kamu menuliskan langkah-langkahnya secara berurutan, dari awal sampai akhir.
Koding (menjalankan rencana):
Kamu mengambil semua langkah dan aturan yang sudah kamu buat, lalu mengubahnya menjadi bahasa yang dimengerti komputer, yaitu kode.
Komputer akan membaca kode itu dan menjalankan game sesuai dengan semua langkah dan aturan yang sudah kamu susun.
Jadi, berpikir komputasional itu adalah cara kita menyiapkan otak kita untuk memecahkan masalah. Koding adalah cara kita menyuruh komputer untuk melakukan apa yang sudah kita pikirkan. Kalau kamu bisa berpikir komputasional dengan baik, koding akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.
v Aktivitas plugged dan unplugged
Dalam berpikir komputasional, ada dua jenis kegiatan seru yang bisa kita lakukan:
Aktivitas Unplugged (Tanpa Komputer)
Aktivitas ini adalah belajar berpikir seperti komputer tanpa memakai komputer, HP, atau tablet. Kita bisa menggunakan mainan, kartu, atau benda-benda di sekitar kita.
Contoh Aktivitas Unplugged:
Membuat resep kue: Kita menuliskan langkah-langkah membuat kue secara berurutan. Ini sama seperti membuat aturan untuk komputer.
Aktivitas Plugged (Dengan Komputer)
Aktivitas ini adalah belajar berpikir seperti komputer menggunakan komputer, HP, atau tablet. Di sini, kita akan mencoba membuat program sederhana atau bermain game edukasi.
Contoh Aktivitas Plugged:
Membuat animasi sederhana: Kita bisa menggunakan aplikasi seperti Scratch untuk membuat cerita atau animasi dengan menyusun balok-balok kode.
Jadi, unplugged itu adalah belajar tanpa layar, sementara plugged itu belajar dengan layar. Keduanya sama-sama penting untuk melatih otak kita menjadi lebih pintar dan teratur!
D. Penutup 10 Menit
1. Refleksi
Link Modul Ajar:
https://drive.google.com/file/d/1hqTJlk1eVwbDIXvh1MXXb8Vd1Mj0KO14/view?usp=sharing
Link quizz;
https://wayground.com/join/quiz/688f127004d8d732a6883f8d/start?studentShare=true
Komentar
Posting Komentar