Modul Ajar PAI Kelas 6 Bab 3 Hidup Damai dengan Saling Memaafkan

 

MODUL AJAR

 

A. Informasi Umum

Satuan Pendidikan    : SDN 1 Jayamekar

Mata Pelajaran         : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Bab                          : 3 - Hidup Damai dengan Saling Memaafkan

Fase                         : C

Kelas/Semester        : 6 / 1 

Materi Pokok           : Akhlak (Maaf, Memaafkan, dan Penyesalan)

Disusun Oleh           : Uyun, S.Pd.I

Tahun                       : 2025/2026

Kompetensi Awal:

Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang pentingnya berakhlak mulia.

Peserta didik mampu mengidentifikasi beberapa sikap terpuji dan tercela.

Profil Pelajar Pancasila:

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menginternalisasi nilai-nilai pemaaf dan pengampun sebagai bagian dari akhlak mulia.

Mandiri: Mampu mengambil inisiatif untuk meminta maaf atau memaafkan.

Bernalar Kritis: Menganalisis situasi konflik dan menemukan solusi damai.

Gotong Royong: Berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah.

Sarana dan Prasarana:

Papan tulis, spidol, proyektor/laptop, speaker.

Buku teks Pendidikan Agama Islam kelas 6, lembar kerja siswa (LKPD).

Kartu skenario konflik, alat tulis.

Target Peserta Didik:

Siswa reguler dengan kemampuan umum.

Model Pembelajaran:

Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan Diskusi Kelompok.

B. Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

Pengertian Maaf dan Memaafkan: Menjelaskan perbedaan dan makna maaf serta memaafkan.

Pentingnya Menyatakan Penyesalan: Mengidentifikasi pentingnya menyatakan penyesalan sebagai langkah awal untuk meminta maaf.

Implementasi: Menerapkan sikap pemaaf dan berani meminta maaf dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Bermakna: Memahami dan mempraktikkan sikap saling memaafkan adalah kunci untuk menciptakan kedamaian, menghilangkan rasa dendam, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.

Pertanyaan Pemantik:

"Pernahkah kalian bertengkar dengan teman? Apa yang kalian rasakan saat itu?"

"Bagaimana cara agar pertengkaran itu bisa selesai dan kalian kembali berteman?"

Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1: Pengertian Maaf dan Memaafkan

Tahap

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

Pendahuluan

1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa. <br> 2. Guru mengajak siswa mengingat kembali pentingnya menjaga persaudaraan. <br> 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu memahami makna maaf dan memaafkan. <br> 4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik.

15 menit

Inti

1. Materi Inti: Guru menjelaskan pengertian maaf (kata-kata atau permohonan ampunan) dan memaafkan (tindakan melepaskan perasaan marah dan dendam). Guru juga menjelaskan dalil-dalil pentingnya saling memaafkan dalam Islam. <br> 2. Studi Kasus: Guru membagikan lembar kerja yang berisi skenario konflik sederhana antara dua teman. <br> 3. Diskusi Kelompok: Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis skenario dan menemukan solusi damai, berfokus pada pentingnya saling memaafkan. <br> 4. Presentasi: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat.

50 menit

Penutup

1. Guru dan siswa menyimpulkan materi tentang perbedaan maaf dan memaafkan. <br> 2. Guru memberikan tugas refleksi: "Mengapa memaafkan orang lain lebih sulit daripada meminta maaf?" <br> 3. Menutup pelajaran dengan doa dan salam.

15 menit

Pertemuan 2: Pentingnya Menyatakan Penyesalan

Tahap

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

Pendahuluan

1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa. <br> 2. Guru mengulas kembali materi pertemuan sebelumnya tentang maaf dan memaafkan. <br> 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami pentingnya menyatakan penyesalan.

15 menit

Inti

1. Materi Inti: Guru menjelaskan bahwa penyesalan adalah fondasi dari permintaan maaf yang tulus. Guru mencontohkan kalimat-kalimat yang tulus untuk menunjukkan penyesalan. <br> 2. Role-playing: Guru memberikan kartu skenario konflik yang berbeda kepada setiap kelompok. Siswa diminta untuk memerankan skenario tersebut, berfokus pada cara yang baik dan tulus untuk meminta maaf dan menyatakan penyesalan. <br> 3. Observasi dan Feedback: Guru mengobservasi setiap kelompok saat role-playing. Setelah selesai, guru memberikan umpan balik dan meminta siswa lain memberikan masukan.

50 menit

Penutup

1. Guru dan siswa merangkum hasil pembelajaran. <br> 2. Guru memberikan apresiasi atas keberanian siswa dalam role-playing. <br> 3. Guru memberikan tugas untuk mempraktikkan sikap meminta maaf dan memaafkan di lingkungan sekolah dan rumah. <br> 4. Menutup pelajaran dengan doa dan salam.

15 menit

Asesmen (Penilaian)

Asesmen Diagnostik: Mengajukan pertanyaan pemantik di awal bab untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang konflik dan memaafkan.

Asesmen Formatif:

Penilaian Sikap: Observasi terhadap keaktifan, kerja sama, dan empati siswa saat berdiskusi dan role-playing.

Penilaian Keterampilan: Penilaian lisan saat presentasi dan unjuk kerja saat role-playing.

Asesmen Sumatif:

Tes Tertulis: Soal esai untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang konsep maaf dan memaafkan, serta pentingnya penyesalan.

Penilaian Produk: Penilaian terhadap hasil refleksi atau jurnal harian siswa tentang praktik memaafkan.

Refleksi Guru dan Peserta Didik:

Refleksi Guru: "Apakah siswa dapat membedakan antara 'maaf' dan 'memaafkan'? Apakah role-playing efektif untuk melatih keterampilan sosial siswa? Bagian mana yang perlu diperdalam lagi?"

Refleksi Siswa: "Apa yang saya pelajari dari pelajaran ini tentang pentingnya meminta maaf? Bagaimana saya akan menerapkan pelajaran ini dalam hidup saya?"

C. Lampiran

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD):

Lembar Skenario Konflik untuk Diskusi.

Lembar Kerja untuk Mengidentifikasi Kalimat Permintaan Maaf yang Tulus.

Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik:

Kisah-kisah pendek tentang keutamaan sikap pemaaf dari Al-Qur'an dan Hadis.

Glosarium:

Maaf: Permohonan ampunan.

Memaafkan: Tindakan mengampuni kesalahan orang lain.

Penyesalan: Perasaan sedih atau tidak senang atas kesalahan yang telah diperbuat.

Daftar Pustaka:

Buku Guru dan Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6.

Kementerian Agama RI. (2020). Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Komentar

Popular Gurur Garsel Berbagi