PLH Kelas 6 Bab 2 MEMELIHARA KEBERSIHAN DIRI DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN
BAB II
MEMELIHARA KEBERSIHAN DIRI DAN
KEBERSIHAN LINGKUNGAN
A.
Program 3R
Kebersihan
lingkungan dapat diwujudkan dengan melaksanakan program 3R, yaitu Reuse (memanfaatkan
kembali), Reduce (mengurangi), Recycle (mendaur ulang).
Pelaksanaan program 3R harus didahului dengan perilaku membuang sampah secara
benar, yaitu membuang sampah di tempat yang telah disediakan.
Setiap
hari manusia membuang sampah. Jika sampah dibuang secara sembarangan dapat
menimbulkan pencemaran lingkungan hidup. Agar hidup kita nyaman dan sehat maka
lingkungan harus bersih dari sampah. Kebersihan lingkungan dapat diwujudkan
jika kita membaung sampah di tempat sampah. Agar sampah tidak menumpuk, maka
harus dilakukan usaha menghilangkan melalui program 3R yaitu Reuse (memanfaatkan
kembali sampah yang masih berguna), Reduce (mengurangi jumlah sampah
yang dibuang), dan Recycle (mendaur ulang atau mengolah sampah agar
dapat dipergunakan lagi).
Manfaat
utama dari memelihara kebersihan diri:
Menghindari
Penyakit: Menjaga
kebersihan diri adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran kuman dan
bakteri penyebab penyakit. Misalnya, sering mencuci tangan dapat mencegah
berbagai penyakit seperti flu dan diare.
Meningkatkan
Kepercayaan Diri:
Tubuh yang bersih dan terawat membuat kita merasa lebih segar, nyaman, dan
percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain.
Menjaga
Kesehatan Kulit dan Rambut:
Mandi teratur dan mencuci rambut dapat mencegah masalah kulit seperti jerawat,
gatal-gatal, dan masalah rambut seperti ketombe.
Menciptakan
Lingkungan yang Sehat:
Kebiasaan bersih diri juga berkontribusi pada kesehatan lingkungan sekitar
kita, karena kita tidak menyebarkan kuman ke orang lain.
manfaat
utama dari memelihara kebersihan lingkungan adalah:
- Mencegah
Penyakit:
Lingkungan yang bersih akan memutus rantai penyebaran kuman dan penyakit.
Sampah yang menumpuk bisa menjadi sarang nyamuk, lalat, dan tikus yang
membawa penyakit seperti demam berdarah dan diare.
- Menciptakan
Udara Bersih:
Lingkungan yang terawat, dengan banyak tanaman hijau, akan menghasilkan
udara yang lebih segar dan bersih. Ini sangat baik untuk kesehatan
pernapasan kita.
- Meningkatkan
Kenyamanan:
Lingkungan yang bersih, rapi, dan bebas dari bau tidak sedap akan membuat
kita merasa lebih nyaman. Hal ini juga dapat meningkatkan konsentrasi dan
produktivitas, baik saat belajar maupun bekerja.
- Menjaga
Sumber Daya Alam:
Membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang membantu menjaga
kelestarian tanah, air, dan sumber daya alam lainnya. Dengan begitu,
lingkungan kita akan tetap lestari untuk masa depan.
Pemanfaatan
Ulang Sampah Rumah Tangga
- Botol
Plastik:
- Pot
Tanaman:
Potong bagian atas botol dan gunakan sisanya sebagai pot untuk menanam
bunga atau sayuran kecil.
- Celengan: Hias botol bekas untuk
dijadikan celengan atau wadah pensil.
- Kardus
Bekas:
- Kotak
Penyimpanan:
Hias kardus bekas menjadi kotak penyimpanan serbaguna untuk mainan, buku,
atau alat tulis.
- Kerajinan
Tangan: Buat
berbagai bentuk kerajinan, seperti miniatur rumah, mobil-mobilan, atau
bingkai foto.
- Kain
Bekas:
- Tas
Belanja: Ubah
kaos atau celana bekas menjadi tas belanja sederhana yang ramah
lingkungan.
- Lap
Dapur:
Potong kain yang tidak terpakai menjadi lap untuk membersihkan dapur atau
perabotan.
- Kaleng
Bekas:
- Wadah
Alat Tulis:
Bersihkan kaleng bekas biskuit atau sarden, lalu hias agar bisa digunakan
sebagai tempat pensil atau kuas.
- Lonceng
Angin:
Gabungkan beberapa kaleng kecil untuk membuat hiasan lonceng angin.
- Gelas
atau Botol Kaca:
- Vas
Bunga:
Bersihkan botol atau gelas kaca bekas, lalu gunakan sebagai vas bunga
yang unik.
- Wadah
Bumbu Dapur:
Gunakan botol kaca yang lebih kecil untuk menyimpan bumbu-bumbu dapur.
Cara
yang paling efektif untuk mengurangi sampah adalah dengan menerapkan prinsip 5R
(Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Rot). Berikut adalah penjelasannya.
1.
Reduce (Mengurangi)
Reduce adalah langkah pertama dan
terpenting. Ini berarti kita harus mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan
dari awal.
- Contoh:
- Membawa
tas belanja sendiri dari rumah untuk menghindari penggunaan kantong
plastik.
- Memilih
produk dengan kemasan yang minimalis atau ramah lingkungan.
- Mengurangi
pembelian barang yang tidak terlalu dibutuhkan.
2.
Reuse (Menggunakan Kembali)
Reuse artinya menggunakan kembali barang
yang masih layak pakai, tanpa mengubah bentuk aslinya.
- Contoh:
- Menggunakan
kembali botol minum plastik sebagai wadah atau pot tanaman.
- Menggunakan
kaleng biskuit bekas sebagai tempat penyimpanan.
- Memberikan
pakaian yang sudah tidak terpakai kepada orang lain atau didonasikan.
3.
Recycle (Mendaur Ulang)
Recycle adalah proses mengolah sampah
menjadi produk baru yang berguna. Ini biasanya dilakukan di pabrik daur ulang.
- Contoh:
- Mengumpulkan
sampah kertas, plastik, atau botol kaca untuk diserahkan ke bank sampah
atau pengepul.
- Membuat
kerajinan dari botol bekas atau bungkus plastik.
4.
Replace (Mengganti)
Replace adalah mengganti barang sekali
pakai dengan produk yang bisa dipakai berulang kali.
- Contoh:
- Mengganti
tisu dengan sapu tangan.
- Mengganti
botol air mineral sekali pakai dengan botol minum (tumbler) yang bisa
diisi ulang.
- Mengganti
sedotan plastik dengan sedotan dari stainless steel atau bambu.
5.
Rot (Mengompos)
Rot adalah cara mengelola sampah
organik, seperti sisa makanan atau daun, dengan cara menjadikannya pupuk
kompos.
- Contoh:
- Membuat
lubang biopori di halaman rumah untuk mengolah sampah organik.
- Mengumpulkan
sisa sayuran, buah-buahan, dan daun kering untuk dijadikan kompos.
Dengan
menerapkan kelima cara ini secara konsisten, kita dapat memberikan kontribusi
besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Komentar
Posting Komentar