RANGKUMAN MATERI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH) KELAS 6

 

RANGKUMAN MATERI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH) KELAS 6

1. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

Jenis Pencemaran

Penyebab Utama

Dampak Negatif

Pencemaran Udara

Asap kendaraan bermotor, asap pabrik/industri, kebakaran hutan. Zat berbahaya seperti Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), dan CFC (merusak ozon).

Gangguan pernapasan (ISPA), pemanasan global (efek rumah kaca), hujan asam, penipisan lapisan ozon.

Pencemaran Air

Limbah domestik (rumah tangga, detergen, sampah), limbah industri, limbah pertanian (pupuk/pestisida berlebihan).

Air tidak layak konsumsi, matinya biota air, Eutrofikasi (pertumbuhan alga berlebihan), kerusakan ekosistem sungai/laut.

Pencemaran Tanah

Sampah anorganik (plastik, kaca) yang sulit terurai, limbah B3 (baterai, aki), penggunaan pupuk/pestisida kimia berlebihan.

Tanah kehilangan kesuburan, tercemarnya air tanah oleh zat berbahaya, gangguan rantai makanan.

Dampak Perilaku Negatif Manusia

Penebangan hutan liar, pembuangan sampah sembarangan, eksploitasi sumber daya alam berlebihan.

Banjir dan tanah longsor (akibat hutan gundul), kepunahan flora/fauna, kerusakan habitat.

 

2. Pengelolaan Sampah (Konsep 3R)

Konsep 3R adalah cara efektif mengelola sampah untuk mewujudkan kebersihan lingkungan.

Konsep

Penjelasan (Arti)

Contoh Aplikasi dalam Keseharian

Reduce (Mengurangi)

Upaya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan sejak awal.

1. Membawa tas belanja sendiri (bukan menggunakan kantong plastik). 2. Membawa botol minum isi ulang. 3. Membeli produk dengan kemasan yang minimal atau ramah lingkungan.

Reuse (Menggunakan Kembali)

Menggunakan kembali barang bekas tanpa mengubah bentuk aslinya.

1. Menggunakan botol bekas sirup sebagai wadah air minum atau bumbu. 2. Menggunakan pakaian bekas yang masih layak pakai. 3. Menggunakan kaleng bekas sebagai tempat pensil.

Recycle (Mendaur Ulang)

Mengolah sampah menjadi produk baru yang bermanfaat.

1. Mengolah sampah kertas menjadi kertas daur ulang. 2. Mengolah sisa makanan/daun kering menjadi kompos (pupuk organik). 3. Mengolah plastik bekas menjadi kerajinan atau biji plastik baru.

 

3. Konservasi Sumber Daya Alam

Pelestarian sumber daya alam (SDA) sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan sumber daya bagi generasi mendatang.

A. Konservasi Flora & Fauna Langka (Hayati)

  • Pentingnya Pelestarian: Menjaga keanekaragaman hayati (biodiversitas), menjaga keseimbangan rantai makanan, mencegah kepunahan, dan menjaga sumber daya genetik.
  • Cara Konservasi:
    • In Situ: Pelestarian di habitat aslinya (contoh: Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Nasional). Contoh: Badak Jawa di TN Ujung Kulon.
    • Ex Situ: Pelestarian di luar habitat aslinya (contoh: Kebun Binatang, Kebun Raya, Penangkaran).

B. Konservasi Air Tanah

  • Pentingnya Pelestarian: Air tanah adalah sumber air bersih utama. Pelestarian diperlukan untuk mencegah kekeringan dan mencegah intrusi air laut di wilayah pesisir.
  • Cara Konservasi:
    • Membuat Sumur Resapan atau Lubang Biopori agar air hujan bisa meresap ke dalam tanah.
    • Melakukan penghijauan (reboisasi).
    • Menghemat penggunaan air.

C. Konservasi Kesuburan Tanah

  • Pentingnya Pelestarian: Tanah yang subur adalah kunci keberhasilan pertanian sebagai sumber pangan.
  • Cara Konservasi:
    • Mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik/kompos.
    • Melakukan Rotasi Tanaman (bertani dengan ganti jenis tanaman).
    • Membuat Terasering/Sengkedan di lahan miring untuk mencegah erosi.
    • Melakukan Reboisasi (penanaman hutan kembali).

 

4. Mitigasi Bencana Alam Sederhana

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana (baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana).

Bencana

Penyebab & Ciri-Ciri

Upaya Pencegahan (Mitigasi)

Banjir

Penyebab: Curah hujan tinggi, penebangan hutan, pembuangan sampah ke sungai/saluran air, daerah resapan air berkurang. Ciri-ciri: Air sungai meluap, aliran air di selokan tersumbat, genangan air meluas.

1. Membersihkan saluran air secara rutin. 2. Tidak membuang sampah ke sungai. 3. Reboisasi dan membuat biopori/sumur resapan. 4. Pengerukan sungai yang dangkal.

Tanah Longsor

Penyebab: Hujan lebat berkepanjangan pada lereng yang gundul, getaran bumi, struktur tanah yang labil. Ciri-ciri: Muncul retakan tanah di lereng, mata air baru muncul tiba-tiba, pohon/tiang mulai miring, tebing terlihat rapuh.

1. Melakukan terasering di lereng curam. 2. Menanam pohon dengan akar kuat. 3. Membangun saluran drainase di lereng. 4. Tidak membangun rumah di bawah tebing rawan.

Gempa Bumi

Penyebab: Pergeseran lempeng bumi secara tiba-tiba (tektonik) atau aktivitas gunung berapi (vulkanik). Ciri-ciri: Guncangan bumi yang terasa, benda-benda bergoyang, suara gemuruh.

1. Membangun rumah tahan gempa. 2. Menyiapkan tas siaga bencana. 3. Mengetahui jalur evakuasi. 4. Saat terjadi: berlindung di bawah meja kokoh, menjauhi jendela/lemari, jika di luar: cari tempat terbuka.

 

Komentar

Popular Gurur Garsel Berbagi