Materi PLH (Cara Membuat pestisida organik untuk membasmi hama tikus pada tanaman padi)
Mengendalikan hama tikus di sawah memerlukan pendekatan yang sedikit berbeda karena areanya yang luas dan terbuka. Pestisida organik untuk padi biasanya bekerja dengan dua cara: memberikan aroma yang sangat menyengat (repellent) atau memberikan rasa pahit/racun alami pada batang padi agar tidak dikerat.
Berikut adalah beberapa ramuan organik yang efektif untuk tanaman padi:
1. Ramuan Gadung dan Jengkol (Racun & Bau)
Umbi gadung mengandung senyawa sianida yang cukup tinggi, sementara jengkol memberikan aroma menyengat yang sangat tidak disukai tikus.
Bahan:
1 kg Umbi gadung (parut halus)
1/2 kg Kulit jengkol atau buah jengkol tua
1 liter Air cucian beras (sebagai nutrisi tambahan dan perekat alami)
10 liter Air biasa
Cara Membuat:
Tumbuk halus kulit jengkol dan umbi gadung.
Campurkan dengan air cucian beras dan air biasa dalam wadah/ember.
Tutup rapat dan fermentasikan selama 7–10 hari.
Saring larutan tersebut.
Aplikasi: Encerkan 500 ml larutan dengan 14–16 liter air (satu tangki semprot). Semprotkan ke arah pangkal batang padi dan area pematang.
2. Ramuan Buah Bintaro (Racun Kontak & Perut)
Buah bintaro sudah lama dikenal sebagai pengusir tikus alami karena kandungan racun cerberin di dalamnya.
Bahan: 5-10 buah bintaro yang sudah matang/tua.
Cara Membuat:
Cara Praktis: Belah buah bintaro menjadi beberapa bagian, lalu letakkan langsung di jalur lewatnya tikus atau di dekat lubang aktif di pematang sawah.
Cara Semprot: Parut buah bintaro, rendam dalam air selama 2-3 hari, saring, lalu semprotkan ke tanaman padi.
Catatan: Gunakan sarung tangan saat mengolah buah bintaro karena getahnya bisa menyebabkan iritasi kulit.
3. Ramuan Urin Kelinci dan Empon-empon
Urin kelinci memiliki aroma amonia yang sangat tajam yang bisa mengacaukan indra penciuman tikus.
Bahan:
1 liter Urin kelinci
100 gram Jahe, kencur, dan lengkuas (digeprek/dihaluskan)
5 liter Air
Cara Membuat: Rebus air dan empon-empon hingga mendidih, lalu dinginkan. Campurkan dengan urin kelinci.
Aplikasi: Semprotkan pada pematang sawah dan tanaman padi pada sore hari (saat tikus mulai aktif keluar).
Strategi Pendukung di Sawah:
Pestisida organik akan jauh lebih efektif jika dikombinasikan dengan teknik PHT (Pengendalian Hama Terpadu):
Gropyokan: Melakukan perburuan tikus secara massal sebelum masa tanam dimulai.
Sanitasi Lingkungan: Bersihkan rumput liar dan semak-semak di pematang sawah karena itu adalah tempat persembunyian favorit tikus.
TBS (Trap Barrier System): Menanam "tanaman perangkap" (padi yang ditanam lebih awal) di area kecil yang dikelilingi pagar plastik dan bubu perangkap.
Predator Alami: Jika memungkinkan, buatkan Pagupon (rumah burung hantu) jenis Tyto alba. Satu ekor burung hantu bisa memangsa 2–5 ekor tikus setiap malam.
Jadwal Penyemprotan:
Tikus adalah hewan nokturnal (aktif malam hari). Sebaiknya penyemprotan dilakukan pada sore hari (pukul 16.00 ke atas) agar aroma pestisida masih sangat kuat saat tikus mulai keluar mencari makan.
Membuat pestisida organik untuk mengusir atau membasmi tikus sebenarnya lebih bersifat repellent (pengusir) karena penciuman tikus yang sangat tajam. Menggunakan bahan alami jauh lebih aman bagi lingkungan dan peliharaan dibandingkan racun kimia.
Berikut adalah beberapa ramuan efektif yang bisa Anda buat di rumah:
1. Ramuan Cabai dan Bawang (Efek Iritasi)
Tikus sangat membenci aroma pedas dan menyengat yang membakar hidung mereka.
Bahan: 5-10 buah cabai rawit (semakin pedas semakin baik), 1 siung bawang putih, dan 1 liter air.
Cara Membuat:
Blender cabai dan bawang putih dengan sedikit air hingga halus.
Campurkan ke dalam 1 liter air dan diamkan selama 24 jam.
Saring larutan agar tidak menyumbat botol semprot.
Tambahkan sedikit sabun cuci piring (sebagai perekat).
Aplikasi: Semprotkan pada area yang sering dilalui tikus atau lubang persembunyiannya.
2. Larutan Minyak Mint atau Daun Mint
Tikus memiliki selaput hidung yang sensitif terhadap aroma menthol yang kuat.
Bahan: Segenggam daun mint segar atau 10-15 tetes peppermint essential oil.
Cara Membuat:
Jika menggunakan daun, rebus daun mint dengan sedikit air hingga sarinya keluar pekat.
Masukkan air rebusan (atau tetesan essential oil) ke dalam botol semprot berisi air.
Aplikasi: Semprotkan pada sudut-sudut dapur, plafon, atau jalur tikus. Anda juga bisa mencelupkan bola kapas ke minyak mint dan meletakkannya di tempat strategis.
3. Racikan Bubuk Kopi dan Merica
Kombinasi ini memberikan aroma tajam yang membuat tikus merasa tidak nyaman dan sulit melacak bau makanan.
Bahan: Bubuk kopi hitam (tanpa gula) dan bubuk merica putih/hitam.
Cara Membuat: Campurkan kedua bubuk dengan perbandingan 1:1.
Aplikasi: Taburkan langsung di jalur yang sering dilewati tikus. Tikus akan menjauhi area tersebut karena aroma menyengat yang menempel pada bulu dan hidung mereka.
4. Umpan "Pencahar" dari Tepung Terigu dan Baking Soda
Berbeda dengan cara di atas yang mengusir, metode ini bersifat membasmi secara perlahan dengan mengganggu sistem pencernaan tikus.
Bahan: 100g Tepung terigu, 100g Gula pasir (sebagai penarik), dan 100g Baking soda.
Cara Membuat:
Campur ketiga bahan kering tersebut dalam wadah.
Letakkan di tutup botol atau wadah kecil di tempat tersembunyi.
Cara Kerja: Baking soda akan bereaksi dengan asam lambung tikus dan menghasilkan gas karbondioksida yang besar. Karena tikus tidak bisa bersendawa atau mengeluarkan gas, sistem pencernaannya akan mengalami kerusakan.
Tips Agar Hasil Maksimal:
Kebersihan: Pestisida organik tidak akan efektif jika sisa makanan masih berceceran. Pastikan sumber makanan utama mereka tertutup rapat.
Konsistensi: Karena bahan organik mudah menguap, semprotkan kembali setiap 2-3 hari sekali atau setelah hujan jika diaplikasikan di luar ruangan.
Tutup Celah: Gunakan kawat nyamuk atau sabut besi untuk menutup lubang kecil yang menjadi pintu masuk tikus.
Komentar
Posting Komentar