Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 6 Semester 2 Kelas 6

 

 

 

 


MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Nama penyusun                          :       _______________________________

Nama Sekolah                             :       SDN 1 Jayamekar

Mata pelajaran                              :       Bahasa Indonesia

Fase C, Kelas / Semester            :       VI (Enam)  / II (Genap)

 

A.INFORMASI UMUM

1. Identitas Sekolah

a.   Nama Penyusun

 

b.   NIP/NUPTK

 

c.   Nama Sekolah

SDN 1 Jayamekar

d.   Alokasi Waktu

9 Pertemuan

e.   Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

f.     Jumlah Siswa

-

g.   Kelas / Semester

VI / II

h.   Fase

C

2. Kompetensi Dan Capaian Pembelajaran

        Materi Pokok

        Anak-Anak  yang Mengubah Dunia

        Capaian Pembelajaran

        Menyimak

        Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

        Membaca dan Memirsa

        Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.

        Berbicara dan Mempresentasikan

        Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

        Menulis

        Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, serta menuangkan hasil pengamatan untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru yang memiliki   makna   denotatif,   konotatif,   dan   kiasan.

        Peserta  didik  menyampaikan  perasaan  berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

3. Profil Pelajar Pancasila

Berakhlak Mulya

Elemen Kunci Berakhlak Mulia:

        Akhlak beragama:  Mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa intidari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang

        Akhlak pribadi: Menyadari bahwa menjaga dan merawat diri penting dilakukan bersamaan dengan menjaga dan merawat orang lain danlingkungan sekitarnya

        Akhlak kepada manusia: Mengutamakan persamaan dan kemanusiaan diatas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain

        Akhlak kepada alam: Menyadari pentingnya merawat lingkungansekitarnya sehingga dia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkunganalam, agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat inimaupun generasi mendatang

        Akhlak bernegara: Memahami serta menunaikan hak dan kewajibannyasebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warganegara

Berkebinekaan Global

Elemen Kunci Berkebinekaan Global:

        Mengenal dan Menghargai Budaya: mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, cara komunikasi, dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global.

        Kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama: memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

        Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan: secara reflektif memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebhinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda, sehingga dapat menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang harmonis antar sesama; dan kemudian secara aktif-partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Gotong Royong

Elemen Kunci Gotong Royong:

        Kolaborasi: bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.

        Kepedulian: memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan fisik sosial.

        Berbagi: memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat.

Mandiri

Elemen Kunci Mandiri:

        Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi : Melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi dimulai dari memahami emosi dirinya dan kelebihan serta keterbatasan dirinya, sehingga ia akan mampu mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi.

        Regulasi diri: mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya.

Bernalar Kritis

Elemen Kunci Bernalar Kritis:

        Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.

        Menganalisis dan mengevaluasi penalaran: dalam pengambilan keputusan, menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan.

        Merefleksi pemikiran dan proses berpikir: melakukan refleksi terhadap berpikir itu sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan.

        Mengambil keputusan: mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi yang relevan dari berbagai sumber, fakta dan data yang mendukung.

Kreatif

Elemen Kunci Kreatif:

        Menghasilkan gagasan yang orisinal: menghasilkan gagasan yang terbentuk dari hal paling sederhana, seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan, sampai dengan gagasan yang kompleks untuk kemudian mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya guna mengatasi persoalan dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

        Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal: menghasilkan karya yang didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

4. Sarana, Alat dan Bahan, Materi / Sumber Belajar, Target Peserta Didik

a.Sarana

        Ruang kelas / outdoor

b.Alat Dan bahan

        Alat tulis, Komputer/Laptop, Internet

c.Materi / Sumber belajar

        Buku Pelajaran Bahasa Indonesia, Modul, Buku, Slide, Video, Gambar

d.Target Peserta Didik

        Peserta didik kelas VI  yang menjadi target yaitu peserta didik reguler atau inklusif

5. Ketersediaan Materi, Asesmen, Unit Kegiatan, Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

a.Ketersediaan Materi

        Pengayaan untuk siswa

        Alternatif penjelasan, metode pembelajaran, atau pemahaman materi oleh siswa

b.Assesmen

        Assesmen individu atau kelompok

        Tes tertulis/pengetahuan/wawancara/praktik

c.Unit kegiatan

        Individu / kelompok

d.Model Pembelajaran

        Tatap muka

        Metode yang relevan untuk mengoptimalisasikan potensi peserta didik dan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum baru menekankan antara lain observasi, bertanya, refleksi, diskusi, presentasi, dan unjuk kerja. Rencana pembelajaran meliputi analisis kompetensi, analisis konteks, identifikasi permasalahan (kesenjangan antara harapan dan kenyataan), penentuan strategi yang meliputi pemilihan model, materi, metode, dan media pembelajaran untuk mencapai kompetensi bertolak dari konteks.

e.Strategi Pembelajaran

        Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 membimbing peserta didik untuk dapat berkomunikasi dan memahami bahasa lisan dan tertulis. Strategi pembelajaran literasi di kelas meningkatkan kecakapan menyimak, membaca, memirsa gambar, berbicara, mempresentasikan gagasan, serta menulis. Untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas 6, strategi memahami bacaan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah membaca teks. Dalam kegiatan literasi berimbang, hal ini dilakukan melalui kegiatan menyimak buku yang dibacakan, membaca bersama-sama, serta kegiatan membaca terbimbing.

        Berikut model kegiatan literasi berimbang:

 

Contoh kegiatan literasi bersama peserta didik:

        Membacakan nyaring dan mendiskusikan bacaan

        Memberikan pendapat atau pengalaman terkait tema buku dan mempresentasikannya

        Membaca terbimbing dan berdiskusi tentang bacaan

        Menuliskan kata atau kalimat paling menarik dari buku yang dibaca

        Memirsa gambar dan mendiskusikannya

        Aktivitas belajar di luar kelas untuk mengamati, berkarya, dan mencipta

        terkait tema pembelajaran, misalnya mengunjungi perpustakaan, taman bacaan, atau tempat lain yang sesuai.

B. KOMPETENSI INTI

1.Kata Kunci, Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik

a. Kata kunci

        Peta pikiran

        Menuliskan kutipan

        Menulis naskah pidato

        Berpidato

b. Tujuan Pembelajaran

        Pada bab ini kalian menganalisis bacaan tentang mengenali sosok anak-anak yang berhasil mengubah dunia. Tokoh-tokoh ini dapat menginspirasi kalian untuk lebih memedulikan masalah di lingkungan sekitar. Kalian juga dapat mengemukakan ide dalam naskah pidato dan menyampaikannya di depan kelas.

c. Pemahaman Bermakna

        Bapak dan Ibu Guru, bab ini bercerita tentang anak-anak muda yang telah berhasil mengubah dunia melalui gagasan dan aksi mereka. Usia bukanlah halangan untuk melakukan suatu perubahan. Aksi di bidang lingkungan, pendidikan, dan lain-lain bisa dilakukan sejak dini dan dimulai dari diri sendiri.

        Diharapkan, setelah membaca, memahami dan mendiskusikan wacana dalam bab ini, peserta didik bisa:

        Mendapatkan inspirasi dari kisah anak-anak muda yang mengubah dunia: Melati

        dan Isabel Wijsen, Malala

        Yousafzai, dan Greta Thunberg

        Menyampaikan pendapat

        tentang isu lingkungan

        Memahami dan menulis kutipan

        Menulis naskah pidato

        Berpidato

d. Pertanyaan Pemantik

        Lihat halaman dalam Bab ini di buku siswa

2.Kegiatan Pembelajaran

Aktivitas Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembuka

Kegiatan pembuka dari bab lima adalah mencocokkan tokoh muda, karya atau aksi mereka, dan usia mereka. Ini untuk menunjukkan kepada peserta didik bahwa usia bukanlah halangan untuk berkreasi, berkarya, beraksi, dan melakukan perubahan.

Apakah ada yang dapat menebak semuanya dengan benar? 

Jika peserta didik penasaran dengan tokoh-tokoh ini, guru dapat membantu meriset tentang mereka dan mendiskusikan karya dan aksi mereka.

 

 

Kegiatan 1: Memirsa dan Membandingkan Foto serta Membuat Peta Pikiran

Membaca

Mengembangkan kategori yang lebih terperinci, misalnya membandingkan objek atau keadaan, berdasarkan pemahaman terhadap tulisan dan gambar dalam teks naratif dan informasional yang sesuai jenjangnya.

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan.

 

 

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepekaan peserta didik menganalisis medium

visual. Ajak peserta didik untuk membayangkan apabila dia berada dalam situasi di foto pertama dan kedua. Apakah  dia menemukan masalah di foto

pertama? Apakah dia menemukan masalah di foto kedua?

Kegiatan ini bisa diawali dengan diskusi besar di kelas dengan dipimpin guru. Peserta didik bebas menyatakan pendapatnya terhadap gambar dan juga kemungkinan solusi terhadap masalah yang ditemukan. Kemudian peserta didik secara individu menuliskan ide-

ide tersebut, ditambah ide personalnya di peta pikiran.

Inspirasi Kegiatan

Agar kegiatan ini lebih dekat dengan yang dihadapi peserta didik sehari- hari, guru dapat mengganti foto di Buku Siswa dengan masalah-masalah lingkungan yang ada di wilayah sekolah berada. Misalnya isu tentang bukit sampah yang tidak di tempat semestinya, isu pencemaran limbah pabrik, isu penebangan hutan dan pencurian kayu, dan isu pembangunan tempat wisata yang merusak alam.

 

Peta pikiran yang dibuat peserta didik untuk memberikan solusi terhadap masalah dapat dikirimkan melalui surat kepada pihak yang berwenang atau diunggah di blog/media sosial sekolah.

Kesalahan Umum

Peserta didik kurang percaya diri dalam menyampaikan gagasannya. Hindari hal ini dengan selalu mendengarkan dan menghargai pendapat peserta didik, tidak menertawakan dan mengerdilkan ide mereka meskipun kadang tidak mungkin dilaksanakan. Rayakanlah kepolosan ide para peserta didik seolah semua bisa diwujudkan.

Kegiatan 2: Membaca Teks Biografi Isabel dan Melati Wijsen

Membaca

Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya

 

 

Kosakata Baru dalam Bacaan “Isabel dan Melati Wijsen: Aktivis

Lingkungan dan Pendiri Bye Bye Plastic Bag”

KBBI >>> https://kbbi.kemdikbud.go.id

       bertualang: v selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah)

       petisi: n (surat) permohonan resmi kepada pemerintah

       sekali pakai: hanya digunakan satu kali kemudian menjadi sampah

       terinspirasi: v terilhami

       meremehkan: v menganggap tidak penting, tidak berharga, kecil

       berpengaruh: v berkuasa, mempunyai pengaruh

      gerakan: n pergerakan, usaha, atau kegiatan dalam lapangan sosial (politik dan sebagainya)

       mogok makan: v tidak mau makan (sebagai protes dan sebagainya)

       penghargaan: n tanda penghormatan

 

Kunci Jawaban Pemahaman Bacaan “Isabel dan Melati Wijsen: Aktivis

Lingkungan dan Pendiri Bye Bye Plastic Bag”

       Isabel dan Melati Wijsen adalah kakak beradik aktivis lingkungan yang menjadi pendiri Bye Bye Plastic Bag.

       Kedua saudara ini tinggal di Bali.

       Tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi mereka antara lain: Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi.

       Masalah yang sering dihadapi Melati dan Isabel adalah selalu melihat sampah plastik bertebaran.

       Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag.

       Banyak orang meremehkan usaha Melati dan Isabel karena mereka masih anak-anak.

       Usaha mereka akhirnya berakhir karena didukung oleh Gubernur Bali dan banyak orang di pemerintahan. Namun sebelum itu mereka berdua harus melakukan aksi mogok makan untuk mendapat perhatian.

        Maksud ungkapan itu adalah bahwa anak-anak adalah pihak yang patut diperhitungkan karena anak-anak adalah generasi penentu atau pemimpin pada masa mendatang.

 

Kegiatan 3: Menyampaikan Pendapat

Membaca

Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya.

Menyampaikan pendapat terhadap informasi pada teks informasional yang sesuai dengan jenjangnya.

 

 

 

Kegiatan 4: Membaca Nyaring

Membaca

Mengenali tujuan penulis dalam menyajikan data untuk mendukung ide pokok pada teks yang sesuai jenjangnya

 

Tips

Blog adalah catatan harian pribadi yang diunggah ke laman daring. Blog biasanya bersifat kronologis, artinya tulisannya diurutkan sesuai tanggal kejadian. Untuk mencari urutan peristiwa, bantulah peserta didik menemukan kata kunci dari peristiwa tersebut dan mencarinya dalam bacaan.

 

Inspirasi

Jika memungkinkan, buatlah blog kelas yang bisa diisi bergantian oleh seluruh peserta didik. Temanya bisa bermacam-macam misalnya resensi buku, kegiatan lomba, kegiatan seni di sekolah, atau blog untuk menampilkan karya-karya peserta didik.

Peserta didik kurang memahami intisari blog karena naskahnya terlalu panjang dan latar belakang kisahnya ada di negara lain yang kurang dikenali. Ini bisa diatasi dengan penjelasan dan diskusi singkat tentang Malala sebelum peserta didik membaca. Guru bisa menunjukkan peta Pakistan tempat Malala tinggal dan mencari nama-nama kota yang disebutkan dalam blog. Guru juga bisa menunjukkan foto-foto pelajar Pakistan, seragam seperti apa yang mereka kenakan.

 

Kesalahan

Peserta didik kurang memahami intisari blog karena naskahnya terlalu panjang dan latar belakang kisahnya ada di negara lain yang kurang dikenali. Ini bisa diatasi dengan penjelasan dan diskusi singkat tentang Malala sebelum peserta didik membaca. Guru bisa menunjukkan peta Pakistan tempat Malala tinggal dan mencari nama-nama kota yang disebutkan dalam blog. Guru juga bisa menunjukkan foto-foto pelajar Pakistan, seragam seperti apa yang mereka kenakan.

 

Kunci Jawaban Mengurutkan Kejadian dalam Bacaan “Blog Malala Yousafzai”

 

 

 

Kegiatan 5: Memahami Kata-Kata Mutiara Tokoh

Membaca

Mengenali dan memahami fungsi tanda baca titik, koma, tanda tanya, tanda seru, elipsis, tanda kutipan, serta dapat membacanya dengan intonasi yang sesuai konteks/register formal/informal.

 

Menulis

Terampil dan terbiasa menulis indah

 

 

Bahas Bahasa

Kunci Jawaban Kutipan “Kata-Kata Siapa Ini?”

“Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru.” >>> Ki Hajar Dewantara

“Hanya dengan pendidikan kita akan tumbuh menjadi suatu bangsa.” >>> Dewi Sartika

“Kita harus membuat sejarah. Kita mesti menentukan masa depan yang

sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapat

pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki.” >>> R.A. Kartini

“Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau

dari potensi alamiah dan bakat bawaannya.” >>> Butet Manurung

Kegiatan 6: Memirsa dan Mendiskusikan Foto

Membaca

Mengembangkan kategori yang lebih terperinci, misalnya membandingkan objek atau keadaan, berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar dalam teks naratif dan informasional yang sesuai jenjangnya.

Berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan menanggapi pernyataan teman diskusi, menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik bahasan diskusi. Menanyakan pertanyaan dengan kalimat yang jelas sehingga dipahami oleh teman diskusi.

 

 

Kesalahan Umum

Peserta didik kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya,

dan takut berbeda dari teman-temannya. Hindari hal ini dengan selalu mendengarkan dan menghargai pendapat peserta didik, tidak menertawakan dan mengerdilkan pendapat mereka.

Diskusi membiasakan peserta didik dan guru mendengar pendapat dari perspektif yang berbeda. Semua sah-sah saja asal didukung oleh alasan yang kuat.

Kegiatan 7: Menyampaikan Pendapat

Berbicara

Peserta didik berperan aktif dalam diskusi dan menyampaikan pendapatnya dengan intonasi yang tepat, bahasa yang santun, dan sesuai dengan konteks.

 

Tip Pembelajaran

Ajak peserta didik untuk sekali lagi memahami konteks permasalahan sebelum memberikan pendapat atau menentukan posisi pro atau kontra terhadap terhadap cara Greta melakukan aksinya. Dengan demikian, peserta didik akan belajar untuk mengevaluasi situasi yang ada sebelum mengemukakan pendapat.

Ibu/Bapak Guru perlu mengatur waktu untuk setiap tahapan diskusi. Hal ini bukan untuk membatasi peserta didik, melainkan justru akan memberikan keleluasaan kepada mereka untuk berpartisipasi sesuai dengan peran masing-masing.

 

 

 

Inspirasi Kegiatan

Pilihlah ketua tim untuk tiap-tiap kelompok. Ketua kelompok ini akan membantu Bapak/Ibu Guru untuk memastikan kesempatan yang sama bagi semua anggota kelompok agar berpartisipasi.

Tiap kelompok mendiskusikan bersama alasan yang mendukung posisi mereka.

Kelompok pro mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan pendapatnya.

Kelompok kontra mendapat waktu yang cukup untuk memberikan tanggapan terhadap kelompok pro.

 

Kesalahan umum

      Peserta didik terfokus pada pendapatnya masing-masing, tanpa memerhatikan pendapat pihak lain.

      Argumen dibangun hanya berdasarkan asumsi pribadi dengan mengesampingkan informasi yang akurat.

      Peserta didik menggunakan intonasi dan argumen yang bersifat menyerang pihak lain.

 

Kegiatan 8: Menyimak Transkrip Pidato

Membaca

Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan

pengetahuan yang dimilikinya

 

Tip Pembelajaran

Teks pidato yang baik adalah modal yang bagus untuk bisa berpidato dan mengomunikasikan gagasan. Guru dapat menunjukkan kepada peserta didik gaya bahasa yang digunakan dalam teks pidato dan tip menutup pidato dengan baik agar berkesan bagi para pendengarnya.

Guru dapat memberikan contoh beberapa teks pidato lain yang menginspirasi, atau tontonlah bersama beberapa pembicara di TED Talks yang inspiratif.

Inspirasi Kegiatan

Mintalah peserta didik untuk mengkritisi teks pidato dari bacaan “Transkrip Pidato Greta Thunberg di KTT Aksi Iklim”.

Apa yang sekiranya berbeda dengan teks pidato yang biasanya dilakukan oleh tokoh Indonesia?

Apakah gaya pidato seperti itu cocok untuk diterapkan di Indonesia, atau adakah yang perlu disesuaikan?

Kesalahan Umum

Peserta didik biasanya mendapatkan contoh pidato yang seremonial dan klise seperti pidato sambutan perayaan hari tertentu, sehingga pandangannya tentang teks pidato kurang fleksibel dan dibatasi oleh contoh-contoh yang pernah dibaca sebelumnya.

Ajak peserta didik untuk membebaskan diri dari format pidato seremonial dan lebih terbuka untuk berpidato tentang gagasan yang ingin dia wujudkan sebagai aksi.

 

Kegiatan 9: Menulis Naskah Pidato

Menulis                     

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan.

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Pantau kemajuan peserta didik dalam membuat naskah pidato, mulai dari mengumpulkan ide, membuat kerangka,

sampai menuliskan naskah dan menyuntingnya. Tawarkan bantuan untuk peserta didik yang belum bisa menulis dengan lancar.

Ingatkan peserta didik untuk menyunting teks pidatonya sebelum menyerahkan kepada guru untuk dinilai.

Beri kesempatan peserta didik memperbaiki teks pidato setelah mendapatkan umpan balik dari guru. Teks perbaikan ini yang akan digunakan untuk berpidato.

Inspirasi Kegiatan

Kegiatan menulis naskah pidato ini sebaiknya dibagi-bagi menjadi

beberapa bagian agar peserta didik mendapatkan waktu yang cukup untuk mengolah ide, membuat kerangka, menulis rancangan, dan menyunting naskah.

 

Jika memungkinkan, ketika peserta didik menulis, pasang musik yang lembut untuk menemani mereka dan menimbulkan inspirasi.

Kesalahan Umum

Peserta didik menggunakan gaya bahasa yang terlalu kaku. Bantu peserta didik untuk menulis teks pidato yang lebih menarik dan persuasif.

 

Kegiatan 9: Berpidato

 

Berbicara

Mempresentasikan cerita atau informasi secara runut dengan menggunakan contoh-contoh untuk mendukung pendapatnya. Menyesuaikan intonasi dan metode presentasi dengan perhatian atau minat pendengarnya.

 

Tip Pembelajaran

• Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Pastikan peserta didik sudah menyiapkan diri dan berlatih dengan baik di rumah.

• Urutan pidato sebaiknya dari peserta didik yang sudah siap terlebih dahulu. Tawarkan bantuan bagi peserta didik yang merasa belum siap.

 

Inspirasi Kegiatan

Jika memungkinkan, ajaklah peserta didik untuk menonton pidato atau presentasi menarik dari TED Talks. Misalnya pidato Melati dan Isabel Wijsen. Kegiatan berpidato ini dapat dilakukan bersamaan sebagai lomba dan ditonton oleh seluruh peserta didik di sekolah.

Kesalahan Umum

Peserta didik kurang percaya diri dalam berpidato. Suaranya kurang lantang atau dia terus-menerus terpaku membaca naskah dan kurang melakukan kontak mata dengan hadirin. Hindari hal seperti ini dengan banyak latihan di depan cermin di rumah.

Peserta didik lain yang sedang tidak tampil membuat suasana gaduh dan tidak mendengarkan temannya berpidato. Tegaskan untuk selalu menghormati teman yang sedang berbicara di depan

 

Penutup

        Peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

        Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

 

REFLEKSI

Lembar Releksi Diri Guru

Tuliskan pokok bahasan dan pertemuan materi yang diajarkan.

Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan kondisi guru saat dalam proses pembelajaran.

Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

Keterangan

1

Proses pembelajaran secara umum berlangsung dengan menarik, menyenangkan, menantang, dan bermakna.

 

 

 

 

Tujuan pembelajaran dapat dicapai.

 

 

 

 

Materi pembelajaran tersampaikan dengan baik.

 

 

 

 

Metode pembelajaran yang digunakan efektif.

 

 

 

 

Media/bahan/alat yang dipilih dan digunakan tepat dan variatif.

 

 

 

 

Penilaian proses dan hasil belajar dilakukan dan dengan teknik yang tepat.

 

 

 

 

Keterlibatan dan antusiasme peserta didik baik.

 

 

 

Catatan

.

.

C. ASESMEN

1. Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

Asesmen sikap didasarkan pada hasil releksi sikap peserta didik dan pengamatan

guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses

pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Diri Sendiri Peserta Didik

a. Isikan identitas peserta didik.

b. Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c. Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Saya mengikuti pembelajaran

 

 

2.

Saya belajar secara mandiri.

 

 

3.

Saya mengerjakan tugas dari guru tanpa meminta bantuan orang lain.

 

 

4.

Saya berperan aktif dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

5.

Saya saling membantu dalam melakukan tugas kelompok.

 

 

6.

Saya berbagi tugas dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab  6 jawaban YA

Jika menjawab 4–5 jawaban YA

Jika menjawab 2–3 jawaban YA

Jika menjawab 1 jawaban YA

 

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Antarteman Peserta Didik

a.   Isikan identitas teman peserta didik.

b.   Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.   Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Teman saya mampu bekerja sama dengan teman lain.

 

 

2.

Teman saya mau berkomunikasi dengan teman lain.

 

 

3.

Teman saya lebih mengutamakan kepentingan teman lain.

 

 

4.

Teman saya hadir mengikuti pelajaran PJOK tepat waktu.

 

 

5.

Teman saya merupakan seseorang yang percaya diri.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab 5 jawaban YA

Jika menjawab 3–4 jawaban YA

Jika menjawab  2 jawaban YA

Jika menjawab  1 jawaban YA

 

Asesmen Diagnostik

ANALISIS HASIL PROFIL SISWA

No

Nama Siswa

Gaya Belajar

Kelebihan/ Hambatan

Pelajaran yang disukai

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi

Bukti Kemajuan Belajar

Pembela-jaran menyesuaikan

Ketersediaan dukungan belajar dan informasi lainnya

1

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Gaya belajar : kinestetik, orditori, visual, audiovisual

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi : konstruktif, saintifik, inquiry, PBL, PjBL, Discovery

Bukti Kemajuan Belajar : Formatif, sumatif, produk

 

 

 

 

Asesmen dan Instrumen Penilaian

 

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran untukmemetakan peserta didik sehingga merekamendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Asesmen diagnosis dilakukan pada kompetensi yang dirasa penting bagi guru. Misalnya, pada bulan pertama, guru kelas 6 seharusnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat menyimak dan memahami instruksi yang lebih kompleks, menemukan informasi pada teks yang dibaca, dapat menceritakan pengamatan dan pengalamannya, menjawab pertanyaan sesuai dengan jenjang, dan menulis teks naratif atau deskriptif sederhana.

Berikut ini adalah contoh soal asesmen diagnosis. Guru dapat membuat soal yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dianggap perlu diketahui guru pada awal tahun.

 

Menyimak

Minta peserta didik untuk memperagakan instruksi yang didengar. (Bergeser ke kanan satu langkah, maju satu langkah, hadap kanan, balik kanan, kaki kanan ke depan.)

Minta peserta didik untuk menggambar instruksi yang didengar. (Gambar sebuah kotak di tengah kertas. Lalu gambar sebuah segitiga di atas kotak. Di dalam segitiga tersebut, tambahkan dua lingkaran kecil.)

Minta peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari teks yang dibaca.

(Bacakan sebuah paragraf singkat. Lalu berilah pertanyaan yang berhubungan dengan isi paragraf.)

Tidak hanya dengan menjawab pertanyaan, tetapi peserta didik juga dapat menunjukkan pemahaman bacaan dengan membuat pertanyaan sendiri berdasarkan teks.

 

Membaca

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks narasi singkat. Ajukan pertanyaan: Apa judul teks tersebut? Siapa nama tokohnya? Apa masalah yang dihadapi oleh tokoh? Apa pesan dari cerita tersebut?

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks informatif yang singkat. Ajukan pertanyaan sesuai isi teks. Ajukan pertanyaan: Apa nama judul teks tersebut? Sebutkan 3 informasi yang kalian dengar dari teks tersebut. Apa yang dimaksud dengan … (kosakata) .... Apa arti imbuhan - pada kata ….

 

Berbicara

Minta peserta didik untuk menceritakan apa yang dilihat sepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Minta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang sebuah topik (persahabatan, kerusakan lingkungan, dan lainnya).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ASESSMEN MINAT DAN BAKAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

 

 

ASESMEN MINAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

 

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

D. LKPD

 

LKPD 

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:

Kelas/Semester                    :    VI  / .......

Mata Pelajaran                      :    BAHASA INDONESIA

Hari/Tanggal                         :    .................................................................................

Nama siswa                          :    .................................................................................

Materi pembelajaran            :    .................................................................................

                                                    .................................................................................

                                                    .................................................................................

 

Penilaian Pembelajaran       : ……………………………………………………..........

 

Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM.

      Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.

      Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan Serta Tugas materi tambahan untuk menambah pengetahuan peserta didik.

      Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih sederhana sesuai materi

Lembar Kegiatan Peserta Didik

Tanggal : .........................................................................................

Lingkup/Materi Pembelajaran : .........................................................................................

Nama Peserta Didik : .........................................................................................

Fase/Kelas : C / VI

 

1. Panduan Umum

Sama dengan konsep panduan umum pada aktivitas pembelajaran

2. Panduan Aktivitas Pembelajaran

a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.

b. Lakukan aktivitas pembelajaran …………………..  secara berpasangan dengan teman peserta didik satu kelompok.

c. Perhatikan penjelasan berikut ini.

Cara bermain aktivitas pembelajaran …………………………………..  antara lain:

1) …………………………………………………………………………….

2) ………………………………………………………………………….

 

 

BAHAN BACAAN

        Jurnal membaca adalah kegiatan untuk mencatat pengalaman membaca. Agar tidak menjadi tugas yang menjemukan, hendaknya dihindari mewajibkan peserta didik membuat resensi utuh setiap kali selesai membaca. Tujuan dari jurnal membaca ini hanyalah mencatat informasi buku yang dibaca, ringkasan isi atau kisah, dan hal lain yang dianggap menarik dan berkesan.

        Jurnal membaca bisa dituliskan di buku tulis atau ditulis di atas kartu buatan sendiri dari kertas manila/karton. Jurnal ini bisa dipajang di pojok baca.

        Judul buku:

        Nama penulis dan ilustrator:

        Tanggal membaca (mulai dan selesai):

        Penilaian peserta didik:

        Ringkasan cerita:

Jurnal membaca sebaiknya memuat informasi di atas. Adapun aspek yang dieksplorasi peserta didik bisa berbeda-beda. Artinya, jurnal membaca tidak selalu dibuat dengan format yang sama.

 

Berikut ini aspek yang bisa dieksplorasi peserta didik ketika membaca. Dalam satu laporan, peserta didik bisa membahas dua hingga tiga aspek:

        Tokoh-tokoh utama di dalam buku

        Konflik yang terjadi di dalam cerita

        Hal menarik yang dilakukan tokoh

        Apakah peserta didik pernah mengalami hal seperti yang dialami tokoh

        Menulis akhir cerita jika tokoh diubah (misalnya tokoh anak perempuan

        diubah jadi anak laki-laki)

        Ilustrasi atau gambar di dalam buku

        Hal menarik pada gambar di dalam buku

        Hal yang ingin ditambahkan jika peserta didik adalah ilustratornya

        Informasi yang paling menarik/tidak menarik bagi peserta didik

        Hal lain yang menurut guru menarik untuk dieksplorasi

 

Berikut adalah contoh-contoh dari jurnal membaca yang dapat disalin peserta didik pada buku tulisnya. Dapat pula diketik ulang dan diperbanyak oleh guru.

 

 

 

 

 

Jurnal Menulis

Tujuan dari kegiatan jurnal menulis ini adalah membiasakan peserta didik untuk menuliskan idenya secara rutin. Mintalah peserta didik untuk menulis tiap akhir pekan. Pada hari Senin, mintalah beberapa peserta didik untuk membacakan tulisannya di depan kelas secara sukarela. Tunjuklah beberapa peserta didik yang belum pernah maju. Ajari peserta didik lain untuk mengapresiasi tulisan temannya.

Jurnal menulis ini bisa ditulis di buku tulis biasa atau buku tulis khusus untuk jurnal menulis. Untuk kelas 6, targetnya adalah menulis satu paragraph berisi empat atau lima kalimat. Tulisan bisa berupa satu paragraf utuh maupun kalimat-kalimat terpisah, asal masih dalam tema yang sama.

Ide-ide tulisan:

1.     Narasi yang disusun secara kronologis (urut), misalnya kegiatan sehari-hari di rumah atau kegiatan ketika libur akhir pekan.

2.     Deskripsi terhadap sesuatu, misalnya tentang sifat adik atau anggota keluarga lainnya.

3.     Teks eksposisi yang memaparkan tentang sesuatu, misalnya pengamatan terhadap tanaman bunga yang ditemui di dekat rumah.

4.     Teks argumentasi yang berisi gagasan, misalnya tentang mengatasi masalah lingkungan di sekitar rumah.

 

Glosarium

alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang.

alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik.

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu.

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran.

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar.

buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama.

capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran.

fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

fi    : cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).

intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami makna kalimat tersebut dengan benar.

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.

literasi dasar: kecakapan membaca dan menulis permulaan yang harus dikuasai di jenjang awal pendidikan formal.

literasi fi al: adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks fi nsial untuk meningkatkan kesejahteraan fi nsial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

lembar amatan: catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru.

media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital.

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca.

motorik halus: kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang melibatkan saraf, tulang, dan otot, untuk melakukan aktivitas tertentu.

nonfi      teks yang berdasarkan kenyataan atau fakta.

peragaan: proses menyajikan sebuah perilaku atau proses melakukan sesuatu agar orang lain dapat meniru atau mengadaptasi perilaku atau proses yang diperagakan tersebut.

perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar peserta didik dapat belajar secara mandiri.

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas.

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.

prediksi: prakiraan tentang sesuatu.

teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.

teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud dan tujuan sesuatu.

 

Daftar Pustaka

Culham, Ruth. 2005. 6 + 1 Traits of Writing: The Complete Guide for the Primary Grades. Scholastic Teaching Resources.

Dewayani,  Sofie.  2017.  Menghidupkan  Literasi  di  Ruang  Kelas.  Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.

Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Corwin.

Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning.

Grades PreK to 8. Heinemann.

Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms. Pearson.

McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.

Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series. Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal

Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best Practices. The Guilford Press.

Robb.  Laura.  2003.  Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math.

Scholastic Teaching Resources.

Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for Struggling Students. The Guilford Press.

Vygotsky, L. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah .................

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

............,...................................

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

 

 

 

Tutwuri-Handayani-SD

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Nama penyusun                          :       __________________________

Nama Sekolah                             :       __________________________

Mata pelajaran                              :       Bahasa Indonesia

Fase C, Kelas / Semester            :       VI (Enam)  / II (Genap)

 

 

 

A.INFORMASI UMUM

1. Identitas Sekolah

a)       Nama Penyusun

 

b)       NIP/NUPTK

 

c)       Nama Sekolah

SDN 1 Jayamekar

d)       Alokasi Waktu

9 Pertemuan

e)       Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

f)         Jumlah Siswa

-

g)       Kelas / Semester

VI / II

h)       Fase

C

2. Kompetensi Dan Capaian Pembelajaran

        Materi Pokok

        Liburan Perpisahan Kelas

        Capaian Pembelajaran

        Menyimak

        Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

        Membaca dan Memirsa

        Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.

        Berbicara dan Mempresentasikan

        Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

        Menulis

        Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, serta menuangkan hasil pengamatan untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru yang memiliki   makna   denotatif,   konotatif,   dan   kiasan.

        Peserta  didik  menyampaikan  perasaan  berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

3. Profil Pelajar Pancasila

Berakhlak Mulya

Elemen Kunci Berakhlak Mulia:

        Akhlak beragama:  Mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa intidari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang

        Akhlak pribadi: Menyadari bahwa menjaga dan merawat diri penting dilakukan bersamaan dengan menjaga dan merawat orang lain danlingkungan sekitarnya

        Akhlak kepada manusia: Mengutamakan persamaan dan kemanusiaan diatas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain

        Akhlak kepada alam: Menyadari pentingnya merawat lingkungansekitarnya sehingga dia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkunganalam, agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat inimaupun generasi mendatang

        Akhlak bernegara: Memahami serta menunaikan hak dan kewajibannyasebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warganegara

Berkebinekaan Global

Elemen Kunci Berkebinekaan Global:

        Mengenal dan Menghargai Budaya: mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, cara komunikasi, dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global.

        Kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama: memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

        Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan: secara reflektif memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebhinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda, sehingga dapat menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang harmonis antar sesama; dan kemudian secara aktif-partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Gotong Royong

Elemen Kunci Gotong Royong:

        Kolaborasi: bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.

        Kepedulian: memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan fisik sosial.

        Berbagi: memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat.

Mandiri

Elemen Kunci Mandiri:

        Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi : Melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi dimulai dari memahami emosi dirinya dan kelebihan serta keterbatasan dirinya, sehingga ia akan mampu mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi.

        Regulasi diri: mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya.

Bernalar Kritis

Elemen Kunci Bernalar Kritis:

        Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.

        Menganalisis dan mengevaluasi penalaran: dalam pengambilan keputusan, menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan.

        Merefleksi pemikiran dan proses berpikir: melakukan refleksi terhadap berpikir itu sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan.

        Mengambil keputusan: mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi yang relevan dari berbagai sumber, fakta dan data yang mendukung.

Kreatif

Elemen Kunci Kreatif:

        Menghasilkan gagasan yang orisinal: menghasilkan gagasan yang terbentuk dari hal paling sederhana, seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan, sampai dengan gagasan yang kompleks untuk kemudian mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya guna mengatasi persoalan dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

        Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal: menghasilkan karya yang didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

4. Sarana, Alat dan Bahan, Materi / Sumber Belajar, Target Peserta Didik

a.Sarana

        Ruang kelas / outdoor

b.Alat Dan bahan

        Alat tulis, Komputer/Laptop, Internet

c.Materi / Sumber belajar

        Buku Pelajaran Bahasa Indonesia, Modul, Buku, Slide, Video, Gambar

d.Target Peserta Didik

        Peserta didik kelas VI  yang menjadi target yaitu peserta didik reguler atau inklusif

5. Ketersediaan Materi, Asesmen, Unit Kegiatan, Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

a.Ketersediaan Materi

        Pengayaan untuk siswa

        Alternatif penjelasan, metode pembelajaran, atau pemahaman materi oleh siswa

b.Assesmen

        Assesmen individu atau kelompok

        Tes tertulis/pengetahuan/wawancara/praktik

c.Unit kegiatan

        Individu / kelompok

d.Model Pembelajaran

        Tatap muka

        Metode yang relevan untuk mengoptimalisasikan potensi peserta didik dan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum baru menekankan antara lain observasi, bertanya, refleksi, diskusi, presentasi, dan unjuk kerja. Rencana pembelajaran meliputi analisis kompetensi, analisis konteks, identifikasi permasalahan (kesenjangan antara harapan dan kenyataan), penentuan strategi yang meliputi pemilihan model, materi, metode, dan media pembelajaran untuk mencapai kompetensi bertolak dari konteks.

e.Strategi Pembelajaran

        Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 membimbing peserta didik untuk dapat berkomunikasi dan memahami bahasa lisan dan tertulis. Strategi pembelajaran literasi di kelas meningkatkan kecakapan menyimak, membaca, memirsa gambar, berbicara, mempresentasikan gagasan, serta menulis. Untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas 6, strategi memahami bacaan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah membaca teks. Dalam kegiatan literasi berimbang, hal ini dilakukan melalui kegiatan menyimak buku yang dibacakan, membaca bersama-sama, serta kegiatan membaca terbimbing.

        Berikut model kegiatan literasi berimbang:

 

Contoh kegiatan literasi bersama peserta didik:

        Membacakan nyaring dan mendiskusikan bacaan

        Memberikan pendapat atau pengalaman terkait tema buku dan mempresentasikannya

        Membaca terbimbing dan berdiskusi tentang bacaan

        Menuliskan kata atau kalimat paling menarik dari buku yang dibaca

        Memirsa gambar dan mendiskusikannya

        Aktivitas belajar di luar kelas untuk mengamati, berkarya, dan mencipta

        terkait tema pembelajaran, misalnya mengunjungi perpustakaan, taman bacaan, atau tempat lain yang sesuai.

B. KOMPETENSI INTI

1.Kata Kunci, Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik

a. Kata kunci

        Merancang anggaran

        Menganalisis iklan

        Menulis kuitansi

        Menulis fiksi ilmiah

b. Tujuan Pembelajaran

        Dalam bab ini kalian membuat skala prioritas dari berbagai kebutuhan, belajar membelanjakan uang, dan membuat keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan. Kalian juga membuat anggaran, menulis kuitansi, dan membuat tulisan fiksi ilmiah. 

c. Pemahaman Bermakna

        Bapak dan Ibu Guru, bab ini mengajarkan pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan. Keterampilan ini penting untuk diajarkan pada peserta didik agar mereka bijaksana membelanjakan uang dan percaya diri dalam mengambil keputusan dengan berbagai pertimbangan. Diharapkan, setelah membaca, memahami dan mendiskusikan wacana dalam bab ini, peserta didik bisa:

        Memahami cara-cara pengambilan keputusan melalui rapat kelas

        Membandingkan iklan dan membuat keputusan

        Memahami perkembangan teknologi transaksi keuangan dan membuat prediksi masa depan

d. Pertanyaan Pemantik

        Lihat halaman dalam Bab ini di buku siswa

 

2.Kegiatan Pembelajaran

Aktivitas Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembuka

 

Kegiatan pembuka ini bertujuan untuk melatih peserta didik mengambil keputusan dengan cepat. Pertanyaan dapat diubah dan ditambah sesuai dengan kondisi. Permainan ini juga membuat peserta didik bergerak dan aktif. Pada akhir permainan, peserta didik dapat membentuk kelompok dengan teman yang mempunyai preferensi yang sama. Dari sini peserta didik (dan guru) dapat belajar bahwa preferensi tiap orang berbeda dan        tidak ada salahnya mempunyai pendapat yang berbeda dengan peserta didik kebanyakan.

 

Agar pilihan yang ditanyakan lebih jelas, guru dapat menuliskan pilihan tersebut dengan spidol di kertas tebal ukuran A4. Ketika membuat pertanyaan, pegang kertas pilihan pertama, misalnya “pantai” di tangan kanan dan kertas bertuliskan “gunung” di tangan kiri. Peserta didik langsung mengambil keputusan untuk berada di sisi kiri atau kanan guru.

 

Kesalahan Umum: peserta didik terlalu lama mengambil keputusan. Yakinkan mereka bahwa permainan ini tidak berisiko apa-apa, tidak ada salah benar, dan tidak ada nilai atau hukuman. Ajak peserta didik untuk belajar mengambil keputusan cepat dan menikmati permainan bersama teman

Kegiatan 1

Membaca Cerpen “Liburan Perpisahan Kelas”

 

Membaca

Mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita

pada teks naratif yang sesuai jenjangnya serta solusi yang dilakukan oleh

tokoh tersebut

 

Kunci Jawaban Memahami Bacaan “Liburan Perpisahan Kelas”

1.    Kelas 6 ingin menentukan tujuan liburan perpisahan kelas.

2.    Mereka mempertimbangkan tujuan liburan dengan mencatat semua kemungkinan, mengerucutkannya menjadi tiga pilihan dengan pertimbangan jarak, kemudian meminta pendapat peserta didikmenceritakan alasan memilih tujuan liburan tersebut.

3.    Kota yang paling banyak diminati adalah Yogyakarta.

4.    Menurut saya, cara mereka mengambil keputusan dengan voting sudah tepat karena rapat tidak menghasilkan mufakat atau setuju semuanya.

5.    Saya akan tetap menghargai keputusan kelas meskipun berbeda dengan keinginan saya sendiri.

6.    Bu Tiwi adalah guru kelas 6 SD Pesisir.

7.    Bu Tiwi tidak ikut berpendapat karena ia ingin memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk bermusyawarah menentukan sendiri tujuan berwisata.

8.    Juna malu dikunjungi nenek dan kakeknya karena nenek dan kakeknya akan memeluk-meluknya dan memanjakannya di depan teman-temannya.

 

Catatan: peserta didik boleh mempunyai pendapat lain yang berbeda, asalkan didukung alasan yang kuat.

 

Kosakata Baru dalam Bacaan “Liburan Perpisahan Kelas”

KBBI https://kbbi.kemdikbud.go.id

-      anggaran: n perkiraan; perhitungan

-      agenda: n acara (yang akan dibicarakan dalam rapat)

-      iuran: n jumlah uang yang dibayarkan anggota perkumpulan kepada bendahara setiap bulan (untuk biaya administrasi, rapat anggota, dan sebagainya)

-      uang kas: uang yang disimpan dalam kas, milik suatu perkumpulan atau instansi pemerintah

-      bendahara: n penanggung jawab (pemegang) atau pengurus keuangan (yayasan, perkumpulan, dan sebagainya); bendahari

-      destinasi: n tempat tujuan; tempat tujuan pengiriman

-      urun rembuk: memberikan sumbang saran; bermusyawarah; urun pendapat

-      valid: a menurut cara yang semestinya; berlaku; sahih

-      voting: n pengambilan suara terbanyak

-      mufakat: n persetujuan; kata sepakat

-      mayoritas: n jumlah orang terbanyak yang memperlihatkan ciri tertentu

-      menurut suatu patokan dibandingkan dengan jumlah yang lain yang tidak memperlihatkan ciri itu

-      abstain: v tidak memberikan suara (dalam pemungutan suara); tidak menentukan sikap; 2 a ragu-ragu

-      pemungutan: n proses, cara, perbuatan memungut

-      sekretaris: n orang (pegawai, anggota pengurus) yang diserahi pekerjaan tulis-menulis, atau surat-menyurat, dan sebagainya; penulis; panitera

 

Kunci Jawaban Kosakata Baru dalam Bacaan Liburan Perpisahan Kelas

Arti kata “suara” dalam kalimat akhirnya, siswa kelas enam melakukan

pemungutan suara untuk menentukan suara terbanyak adalah pendapat atau

pernyataan setuju atau tidak atas suatu usul.

 

Kegiatan 2

Debat: Liburan ke Luar Kota, Penting atau Tidak Penting?

Berbicara

Penyebab terjadinya sesuatu masalah atau kejadian, hubungan sebab-akibat yang lebih kompleks, pengategorian (persamaan dan perbedaan kelompok orang, tempat, dan kejadian). Elaborasi perasaan diri sendiri dan orang lain.

 

Tip Pembelajaran

Dalam debat, tidak ada satu kelompok yang lebih benar daripada yang lain. Setiap kelompok pro dan kontra bisa memenangkan debat jika bisa menyampaikan argumen dengan lebih baik.

Beri kesempatan kepada peserta didik untuk menyiapkan materi debatnya dengan baik. Bantulah mereka menemukan alasan-alasan untuk mendukung argumen utama mereka.

Ingatkan peserta didik agar tetap menjaga etika berbicara yang baik, yaitu mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan lawan bicara.

Ketika berbicara usahakan untuk langsung ke pokok permasalahan, tidak bertele-tele, dan tidak menghabiskan waktu

 

Inspirasi Kegiatan

Jika peserta didik sudah cukup percaya diri dalam melakukan debat, kegiatan ini dapat diulang dengan tema lain yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi peserta didik sehari-hari.

Panggung debat juga dapat ditata seperti dalam debat kepresidenan.

 

Kesalahan Umum

Sering ada kesalahan persepsi bahwa debat adalah hal yang sia-sia. Sampaikan kepada peserta didik bahwa debat bertujuan untuk melatih kita menyampaikan pendapat dan mempertahankan pendapat tersebut. Pada saat yang sama juga berusaha menyanggah pendapat lawan debat dan mengajak lawan untuk menyetujui pendapat kita. Tidak masalah jika pada akhirnya pendapat masing-masing tetap berbeda karena tujuan debat bukan untuk mengambil keputusan

 

Kegiatan 3

Skala Prioritas dan Merancang Anggaran

Membaca

Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan

pengetahuan yang dimilikinya.

 

Tip Pembelajaran

·       Untuk memberi wawasan kepada peserta didik, diskusikan terlebih dahulu apa itu kebutuhan dan keinginan. Dari sini peserta didik diminta menempatkan prioritas pada hal-hal yang penting terlebih dahulu.

·       Latar belakang sosial ekonomi peserta didik beragam. Sesuaikan materi kegiatan ini dengan kondisi di sekolah Bapak/Ibu Guru.

·       Dalam merancang anggaran, sisakan 10% dari bujet untuk cadangan atau mengantisipasi hal-hal yang belum terpikirkan.

 

Inspirasi Kegiatan

Peserta didik diajak bermain peran untuk menyiapkan pesta perpisahan. Buatlah kelompok berisi 34 orang dan ambil peran sebagai berikut:

-       panitia pesta (beberapa kelompok), tugasnya membuat anggaran pesta dan membelanjakannya

-       vendor katering, tugasnya membuat daftar harga jenis-jenis makanan yang bisa dipesan

-       vendor dekorasi, tugasnya membuat paket-paket dekorasi pesta

-       vendor sewa kursi dan meja, tugasnya membuat paket persewaan untuk pesta

-       vendor sound system, tugasnya membuat paket persewaan sound system

-       vendor manajemen artis, tugasnya membuat daftar harga artis/band dan

-       pembawa acara yang bisa diundang untuk menghibur

 

Kesalahan Umum

Kadang peserta didik memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk keinginan yang sebenarnya bukan kebutuhan. Bantulah peserta didik untuk mengurutkan dari kebutuhan yang paling dasar dulu, baru kemudian bisa memenuhi keinginannya.

 

Catatan: peserta didik boleh mempunyai prioritas yang berbeda

 

 

 

Kegiatan 4

Mempelajari Iklan

 

Membaca

Mengembangkan kategori yang lebih terperinci, misalnya membandingkan objek atau keadaan, berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar dalam teks naratif dan informasional yang sesuai jenjangnya.

 

 

 

 

Penginapan yang saya pilih: Penginapan 2

Alasan: Harga per malam per orang untuk penginapan nomor 2 sebesar Rp100.000,00 masih cukup terjangkau. Meskipun masih lebih mahal daripada penginapan 1, harga ini sudah termasuk sarapan. Lokasi penginapan 2 juga lebih dekat dengan pusat kota sehingga kami bisa jalan kaki di waktu luang.

Penginapan 2 tidak memiliki kolam renang, tapi fasilitas ini tidak begitu penting buat kami.

 

Instrumen Penilaian

Catatan penilaian: cek kelengkapan tabel perbandingan yang dibuat peserta didik dan cermati alasan peserta didik memilih penginapan. Semua pilihan bisa dibenarkan asal didukung alasan dan pertimbangan yang kuat.

Isi kolom dengan nama peserta didik.

Kegiatan 5

Menulis Kuitansi

Menulis

Menuliskan kalimat dengan tanda baca: tanda titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan tanda petik sesuai dengan fungsinya. Menuliskan kalimat dengan spasi di antara kata. Menulis kalimat dengan huruf kapital di awal kalimat.

 

Kesalahan Umum

Peserta didik kurang teliti menuliskan format nominal uang. Mintalah peserta didik untuk memeriksa kembali setelah menuliskan kuitansi

Kegiatan 6

Membaca Teks “Uang Elektronik dan Otomatisasi”

Membaca

Menjelaskan perubahan kejadian/karakter/latar/konflik/alur cerita pada teks naratif yang terus meningkat sesuai jenjangnya. Menjelaskan gagasan atau konsep di dalam teks informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya.

Kesalahan Umum

Sebagian peserta didik mungkin masih merasa asing tema yang dibicarakan karena tidak sesuai dengan pengalaman kehidupan mereka sehari-hari. Bantu peserta didik untuk lebih paham dengan mendiskusikan materi ini sebelum membaca, misalnya memberi banyak contoh melalui foto atau video.

 

Kunci Jawaban Pemahaman Bacaan

      Uang elektronik tidak memakan tempat di dalam dompet dan bisa diisi ulang sesuai kebutuhan.

      Menurut saya, otomatisasi mempunyai dampak baik yang lebih banyak. Otomatisasi akan semakin memudahkan pekerjaan manusia dan juga bisa membantu orang yang mempunyai disabilitas. Memang otomatisasi akan menghilangkan beberapa pekerjaan, namun manusia

      adalah makhluk yang mudah beradaptasi dan bisa menemukan pekerjaan lainnya.

      Untuk sekarang ini, supermarket tanpa kasir belum cocok dibangun di Indonesia. Kita masih mempunyai banyak sekali tenaga kerja yang membutuhkan pekerjaan. Teknologi tersebut juga kemungkinan masih terlalu mahal daripada membayar pegawai. Mungkin dalam sepuluh

      tahun lagi, supermarket tanpa kasir akan ada di Indonesia, tapi tidak untuk waktu sekarang.

      Uang kartal adalah jenis uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, sedangkan uang giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank umum selain Bank Indonesia yang bisa berbentuk surat berharga, cek, kartu kredit, dan kartu debit.

      Saya suka uang kartal karena lebih umum dipakai di mana-mana.

      Hana lebih suka uang kertas karena gambarnya bagus dan dapat dipegang langsung sehingga menimbulkan rasa memiliki uang.

      Perkembangan Jenis-Jenis Uang Catatan: peserta didik bisa mempunyai pendapat lain. Cermati apakah alasan yang diberikan logis. Kreativitas dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi.

 

Kegiatan 7

Merangkum: Perkembangan Teknologi Transaksi Keuangan

Membaca

Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan

pengetahuan yang dimilikinya

 

 

Catatan: Peserta didik boleh mempunyai prediksi lain sepanjang itu masuk akal dan diletakkan di kolom sesuai dengan kategori.

 

 

 

 

 

Instrumen Penilaian

Isi kolom dengan nama peserta didik.

 

Kosakata Baru dalam Bacaan Uang Elektronik dan Otomatisasi

KBBI https://kbbi.kemdikbud.go.id

      uang kartal: Ek uang yang berupa logam atau kertas (sebagaimana yang dipakai untuk jual beli sehari-hari)

      uang giral: k alat pembayar (penukar) dalam bentuk surat-surat berharga (seperti cek)

      uang tunai: uang kontan (uang kertas dan uang logam yang tersedia dan langsung dapat digunakan)

      swalayan: n pelayanan sendiri oleh pembeli karena perusahaan tidak menyediakan pramuniaga

      memindai: v Komp mengopi gambar atau teks ke dalam komputer dalam bentuk digital

      debit: n uang yang harus ditagih dari orang lain; piutang

      akun: n Komp catatan tentang nama pengguna, kata sandi, dan hak untuk mengakses jaringan atau sistem daring

 

Kegiatan 8

Menulis Fiksi Ilmiah

Menulis

Peserta didik mampu menulis teks naratif sederhana dengan awal, tengah, akhir, dengan elemen intrinsik seperti dialog untuk menarik pembaca. Peserta didik mampu menulis dengan tata kalimat yang baik.

Menuliskan kalimat dengan tanda baca: tanda titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan tanda petik sesuai dengan fungsinya. Menuliskan kalimat dengan spasi di antara kata. Menulis kalimat dengan huruf kapital di awal kalimat.

 

 

Tip Pembelajaran

  Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Bagilah kegiatan menulis ini menjadi tugas-tugas yang lebih kecil: mencari ide, menentukan tokoh, membuat kerangka, meriset atau mencari inspirasi dengan membaca atau menonton film, menulis cerita lengkap, dan menyunting.

  Beri umpan balik untuk setiap langkah-langkah yang dilakukan.

  Kalau peserta didik macet dalam menulis, bantulah dia dengan menawarkan ide-ide atau mengajukan pertanyaan yang memantik ide.

 

 

 

        Penutup

        Peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

        Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

REFLEKSI

Lembar Releksi Diri Guru

Tuliskan pokok bahasan dan pertemuan materi yang diajarkan.

Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan kondisi guru saat dalam proses pembelajaran.

Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

Keterangan

1

Proses pembelajaran secara umum berlangsung dengan menarik, menyenangkan, menantang, dan bermakna.

 

 

 

 

Tujuan pembelajaran dapat dicapai.

 

 

 

 

Materi pembelajaran tersampaikan dengan baik.

 

 

 

 

Metode pembelajaran yang digunakan efektif.

 

 

 

 

Media/bahan/alat yang dipilih dan digunakan tepat dan variatif.

 

 

 

 

Penilaian proses dan hasil belajar dilakukan dan dengan teknik yang tepat.

 

 

 

 

Keterlibatan dan antusiasme peserta didik baik.

 

 

 

Catatan

.

.

C. ASESMEN

1. Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

Asesmen sikap didasarkan pada hasil releksi sikap peserta didik dan pengamatan guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

 

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Diri Sendiri Peserta Didik

a.    Isikan identitas peserta didik.

b.    Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.    Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Saya mengikuti pembelajaran

 

 

2.

Saya belajar secara mandiri.

 

 

3.

Saya mengerjakan tugas dari guru tanpa meminta bantuan orang lain.

 

 

4.

Saya berperan aktif dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

5.

Saya saling membantu dalam melakukan tugas kelompok.

 

 

6.

Saya berbagi tugas dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab  6 jawaban YA

Jika menjawab 4–5 jawaban YA

Jika menjawab 2–3 jawaban YA

Jika menjawab 1 jawaban YA

 

 

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Antarteman Peserta Didik

a.   Isikan identitas teman peserta didik.

b.   Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.   Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Teman saya mampu bekerja sama dengan teman lain.

 

 

2.

Teman saya mau berkomunikasi dengan teman lain.

 

 

3.

Teman saya lebih mengutamakan kepentingan teman lain.

 

 

4.

Teman saya hadir mengikuti pelajaran PJOK tepat waktu.

 

 

5.

Teman saya merupakan seseorang yang percaya diri.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab 5 jawaban YA

Jika menjawab 3–4 jawaban YA

Jika menjawab  2 jawaban YA

Jika menjawab  1 jawaban YA

 

 

 

 

 

 

 

 

Asesmen Diagnostik

ANALISIS HASIL PROFIL SISWA

No

Nama Siswa

Gaya Belajar

Kelebihan/ Hambatan

Pelajaran yang disukai

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi

Bukti Kemajuan Belajar

Pembela-jaran menyesuaikan

Ketersediaan dukungan belajar dan informasi lainnya

1

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gaya belajar : kinestetik, orditori, visual, audiovisual

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi : konstruktif, saintifik, inquiry, PBL, PjBL, Discovery

Bukti Kemajuan Belajar : Formatif, sumatif, produk

 

Asesmen dan Instrumen Penilaian

 

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran untukmemetakan peserta didik sehingga merekamendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Asesmen diagnosis dilakukan pada kompetensi yang dirasa penting bagi guru. Misalnya, pada bulan pertama, guru kelas 6 seharusnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat menyimak dan memahami instruksi yang lebih kompleks, menemukan informasi pada teks yang dibaca, dapat menceritakan pengamatan dan pengalamannya, menjawab pertanyaan sesuai dengan jenjang, dan menulis teks naratif atau deskriptif sederhana.

Berikut ini adalah contoh soal asesmen diagnosis. Guru dapat membuat soal yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dianggap perlu diketahui guru pada awal tahun.

 

Menyimak

Minta peserta didik untuk memperagakan instruksi yang didengar. (Bergeser ke kanan satu langkah, maju satu langkah, hadap kanan, balik kanan, kaki kanan ke depan.)

Minta peserta didik untuk menggambar instruksi yang didengar. (Gambar sebuah kotak di tengah kertas. Lalu gambar sebuah segitiga di atas kotak. Di dalam segitiga tersebut, tambahkan dua lingkaran kecil.)

Minta peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari teks yang dibaca.

(Bacakan sebuah paragraf singkat. Lalu berilah pertanyaan yang berhubungan dengan isi paragraf.)

Tidak hanya dengan menjawab pertanyaan, tetapi peserta didik juga dapat menunjukkan pemahaman bacaan dengan membuat pertanyaan sendiri berdasarkan teks.

 

Membaca

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks narasi singkat. Ajukan pertanyaan: Apa judul teks tersebut? Siapa nama tokohnya? Apa masalah yang dihadapi oleh tokoh? Apa pesan dari cerita tersebut?

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks informatif yang singkat. Ajukan pertanyaan sesuai isi teks. Ajukan pertanyaan: Apa nama judul teks tersebut? Sebutkan 3 informasi yang kalian dengar dari teks tersebut. Apa yang dimaksud dengan … (kosakata) .... Apa arti imbuhan - pada kata ….

Berbicara

Minta peserta didik untuk menceritakan apa yang dilihat sepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Minta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang sebuah topik (persahabatan, kerusakan lingkungan, dan lainnya).

 

ASESSMEN MINAT DAN BAKAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

 

 

ASESMEN MINAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

D. LKPD

LKPD 

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:

Kelas/Semester                    :    VI  / .......

Mata Pelajaran                      :    BAHASA INDONESIA

Hari/Tanggal                         :    .................................................................................

Nama siswa                          :    .................................................................................

Materi pembelajaran            :    .................................................................................

                                                    .................................................................................

                                                    .................................................................................

 

Penilaian Pembelajaran       : ……………………………………………………..

 

Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM.

       Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.

       Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan Serta Tugas materi tambahan untuk menambah pengetahuan peserta didik.

       Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih sederhana sesuai materi

 

Lembar Kegiatan Peserta Didik

Tanggal : .........................................................................................

Lingkup/Materi Pembelajaran : .........................................................................................

Nama Peserta Didik : .........................................................................................

Fase/Kelas : C / VI

 

1.       Panduan Umum

Sama dengan konsep panduan umum pada aktivitas pembelajaran

2.       Panduan Aktivitas Pembelajaran

Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.

Lakukan aktivitas pembelajaran …………………..  secara berpasangan dengan teman peserta didik satu kelompok.

Perhatikan penjelasan berikut ini.

Cara bermain aktivitas pembelajaran …………………………………..  antara lain:

1) …………………………………………………………………………….

2) ………………………………………………………………………….

BAHAN BACAAN

        Jurnal membaca adalah kegiatan untuk mencatat pengalaman membaca. Agar tidak menjadi tugas yang menjemukan, hendaknya dihindari mewajibkan peserta didik membuat resensi utuh setiap kali selesai membaca. Tujuan dari jurnal membaca ini hanyalah mencatat informasi buku yang dibaca, ringkasan isi atau kisah, dan hal lain yang dianggap menarik dan berkesan.

        Jurnal membaca bisa dituliskan di buku tulis atau ditulis di atas kartu buatan sendiri dari kertas manila/karton. Jurnal ini bisa dipajang di pojok baca.

        Judul buku:

        Nama penulis dan ilustrator:

        Tanggal membaca (mulai dan selesai):

        Penilaian peserta didik:

        Ringkasan cerita:

Jurnal membaca sebaiknya memuat informasi di atas. Adapun aspek yang dieksplorasi peserta didik bisa berbeda-beda. Artinya, jurnal membaca tidak selalu dibuat dengan format yang sama.

 

Berikut ini aspek yang bisa dieksplorasi peserta didik ketika membaca. Dalam satu laporan, peserta didik bisa membahas dua hingga tiga aspek:

        Tokoh-tokoh utama di dalam buku

        Konflik yang terjadi di dalam cerita

        Hal menarik yang dilakukan tokoh

        Apakah peserta didik pernah mengalami hal seperti yang dialami tokoh

        Menulis akhir cerita jika tokoh diubah (misalnya tokoh anak perempuan

        diubah jadi anak laki-laki)

        Ilustrasi atau gambar di dalam buku

        Hal menarik pada gambar di dalam buku

        Hal yang ingin ditambahkan jika peserta didik adalah ilustratornya

        Informasi yang paling menarik/tidak menarik bagi peserta didik

        Hal lain yang menurut guru menarik untuk dieksplorasi

 

Berikut adalah contoh-contoh dari jurnal membaca yang dapat disalin peserta didik pada buku tulisnya. Dapat pula diketik ulang dan diperbanyak oleh guru.

 

 

 

 

 

Jurnal Menulis

Tujuan dari kegiatan jurnal menulis ini adalah membiasakan peserta didik untuk menuliskan idenya secara rutin. Mintalah peserta didik untuk menulis tiap akhir pekan. Pada hari Senin, mintalah beberapa peserta didik untuk membacakan tulisannya di depan kelas secara sukarela. Tunjuklah beberapa peserta didik yang belum pernah maju. Ajari peserta didik lain untuk mengapresiasi tulisan temannya.

Jurnal menulis ini bisa ditulis di buku tulis biasa atau buku tulis khusus untuk jurnal menulis. Untuk kelas 6, targetnya adalah menulis satu paragraph berisi empat atau lima kalimat. Tulisan bisa berupa satu paragraf utuh maupun kalimat-kalimat terpisah, asal masih dalam tema yang sama.

 

Ide-ide tulisan:

1.     Narasi yang disusun secara kronologis (urut), misalnya kegiatan sehari-hari di rumah atau kegiatan ketika libur akhir pekan.

2.     Deskripsi terhadap sesuatu, misalnya tentang sifat adik atau anggota keluarga lainnya.

3.     Teks eksposisi yang memaparkan tentang sesuatu, misalnya pengamatan terhadap tanaman bunga yang ditemui di dekat rumah.

4.     Teks argumentasi yang berisi gagasan, misalnya tentang mengatasi masalah lingkungan di sekitar rumah.

 

Glosarium

alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang.

alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik.

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu.

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran.

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar.

buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama.

capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran.

fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

fi    : cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).

intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami makna kalimat tersebut dengan benar.

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.

literasi dasar: kecakapan membaca dan menulis permulaan yang harus dikuasai di jenjang awal pendidikan formal.

literasi fi al: adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks fi nsial untuk meningkatkan kesejahteraan fi nsial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

lembar amatan: catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru.

media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital.

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca.

motorik halus: kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang melibatkan saraf, tulang, dan otot, untuk melakukan aktivitas tertentu.

nonfi      teks yang berdasarkan kenyataan atau fakta.

peragaan: proses menyajikan sebuah perilaku atau proses melakukan sesuatu agar orang lain dapat meniru atau mengadaptasi perilaku atau proses yang diperagakan tersebut.

perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar peserta didik dapat belajar secara mandiri.

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas.

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.

prediksi: prakiraan tentang sesuatu.

teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.

teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud dan tujuan sesuatu.

 

Daftar Pustaka

Culham, Ruth. 2005. 6 + 1 Traits of Writing: The Complete Guide for the Primary Grades. Scholastic Teaching Resources.

Dewayani,  Sofie.  2017.  Menghidupkan  Literasi  di  Ruang  Kelas.  Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.

Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Corwin.

Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning.

Grades PreK to 8. Heinemann.

Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms. Pearson.

McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.

Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series. Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal

Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best Practices. The Guilford Press.

Robb.  Laura.  2003.  Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math.

Scholastic Teaching Resources.

Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for Struggling Students. The Guilford Press.

Vygotsky, L. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah .................

 

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

............,...................................

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

 

 

 

Tutwuri-Handayani-SD

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Nama penyusun                          :       _______________________________

Nama Sekolah                             :       _______________________________

Mata pelajaran                              :       Bahasa Indonesia

Fase C, Kelas / Semester            :       VI (Enam)  / II (Genap)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.INFORMASI UMUM

1. Identitas Sekolah

a.   Nama Penyusun

 

b.   NIP/NUPTK

 

c.   Nama Sekolah

SDN 1 Jayamekar

d.   Alokasi Waktu

8 Pertemuan

e.   Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

f.     Jumlah Siswa

-

g.   Kelas / Semester

VI / II

h.   Fase

C

2. Kompetensi Dan Capaian Pembelajaran

        Materi Pokok

        Aku Bisa Berempati

        Capaian Pembelajaran (Sesuai Surat BSKAP 033/H/KR/2022 Tentang Revisi Capaiaan Pembelajaran)

        Menyimak

        Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

        Membaca dan Memirsa

        Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.

        Berbicara dan Mempresentasikan

        Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

        Menulis

        Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, serta menuangkan hasil pengamatan untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru yang memiliki   makna   denotatif,   konotatif,   dan   kiasan.

        Peserta  didik  menyampaikan  perasaan  berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

3. Profil Pelajar Pancasila

Berakhlak Mulya

Elemen Kunci Berakhlak Mulia:

        Akhlak beragama:  Mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa intidari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang

        Akhlak pribadi: Menyadari bahwa menjaga dan merawat diri penting dilakukan bersamaan dengan menjaga dan merawat orang lain danlingkungan sekitarnya

        Akhlak kepada manusia: Mengutamakan persamaan dan kemanusiaan diatas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain

        Akhlak kepada alam: Menyadari pentingnya merawat lingkungansekitarnya sehingga dia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkunganalam, agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat inimaupun generasi mendatang

        Akhlak bernegara: Memahami serta menunaikan hak dan kewajibannyasebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warganegara

Berkebinekaan Global

Elemen Kunci Berkebinekaan Global:

        Mengenal dan Menghargai Budaya: mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, cara komunikasi, dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global.

        Kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama: memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

        Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan: secara reflektif memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebhinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda, sehingga dapat menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang harmonis antar sesama; dan kemudian secara aktif-partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Gotong Royong

Elemen Kunci Gotong Royong:

        Kolaborasi: bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.

        Kepedulian: memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan fisik sosial.

        Berbagi: memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat.

Mandiri

Elemen Kunci Mandiri:

        Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi : Melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi dimulai dari memahami emosi dirinya dan kelebihan serta keterbatasan dirinya, sehingga ia akan mampu mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi.

        Regulasi diri: mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya.

Bernalar Kritis

Elemen Kunci Bernalar Kritis:

        Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.

        Menganalisis dan mengevaluasi penalaran: dalam pengambilan keputusan, menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan.

        Merefleksi pemikiran dan proses berpikir: melakukan refleksi terhadap berpikir itu sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan.

        Mengambil keputusan: mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi yang relevan dari berbagai sumber, fakta dan data yang mendukung.

Kreatif

Elemen Kunci Kreatif:

        Menghasilkan gagasan yang orisinal: menghasilkan gagasan yang terbentuk dari hal paling sederhana, seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan, sampai dengan gagasan yang kompleks untuk kemudian mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya guna mengatasi persoalan dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

        Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal: menghasilkan karya yang didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

4. Sarana, Alat dan Bahan, Materi / Sumber Belajar, Target Peserta Didik

a.Sarana

        Ruang kelas / outdoor

b.Alat Dan bahan

        Alat tulis, Komputer/Laptop, Internet

c.Materi / Sumber belajar

        Buku Pelajaran Bahasa Indonesia, Modul, Buku, Slide, Video, Gambar

d.Target Peserta Didik

        Peserta didik kelas VI  yang menjadi target yaitu peserta didik reguler atau inklusif

5. Ketersediaan Materi, Asesmen, Unit Kegiatan, Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

a.Ketersediaan Materi

        Pengayaan untuk siswa

        Alternatif penjelasan, metode pembelajaran, atau pemahaman materi oleh siswa

b.Assesmen

        Assesmen individu atau kelompok

        Tes tertulis/pengetahuan/wawancara/praktik

c.Unit kegiatan

        Individu / kelompok

d.Model Pembelajaran

        Tatap muka

        Metode yang relevan untuk mengoptimalisasikan potensi peserta didik dan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum baru menekankan antara lain observasi, bertanya, refleksi, diskusi, presentasi, dan unjuk kerja. Rencana pembelajaran meliputi analisis kompetensi, analisis konteks, identifikasi permasalahan (kesenjangan antara harapan dan kenyataan), penentuan strategi yang meliputi pemilihan model, materi, metode, dan media pembelajaran untuk mencapai kompetensi bertolak dari konteks.

e.Strategi Pembelajaran

        Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 membimbing peserta didik untuk dapat berkomunikasi dan memahami bahasa lisan dan tertulis. Strategi pembelajaran literasi di kelas meningkatkan kecakapan menyimak, membaca, memirsa gambar, berbicara, mempresentasikan gagasan, serta menulis. Untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas 6, strategi memahami bacaan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah membaca teks. Dalam kegiatan literasi berimbang, hal ini dilakukan melalui kegiatan menyimak buku yang dibacakan, membaca bersama-sama, serta kegiatan membaca terbimbing.

        Berikut model kegiatan literasi berimbang:

 

Contoh kegiatan literasi bersama peserta didik:

        Membacakan nyaring dan mendiskusikan bacaan

        Memberikan pendapat atau pengalaman terkait tema buku dan mempresentasikannya

        Membaca terbimbing dan berdiskusi tentang bacaan

        Menuliskan kata atau kalimat paling menarik dari buku yang dibaca

        Memirsa gambar dan mendiskusikannya

        Aktivitas belajar di luar kelas untuk mengamati, berkarya, dan mencipta

        terkait tema pembelajaran, misalnya mengunjungi perpustakaan, taman bacaan, atau tempat lain yang sesuai.

B. KOMPETENSI INTI

1.Kata Kunci, Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik

a. Kata kunci

        Ungkapan dan peribahasa

        Drama sederhana

        Menyimak dan menulis puisi

        Kalimat majemuk bertingkat

        Menulis resensi buku

b. Tujuan Pembelajaran

        Melalui bab ini kalian bisa mengambil hikmah dari cerpen tentang empati dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalian semakin mahir menggunakan ungkapan, peribahasa, dan kalimat majemuk bertingkat, serta terampil membuat puisi dan menulis resensi buku. Kalian juga dapat membedakan antara mitos dengan fakta.

c. Pemahaman Bermakna

        Bapak dan Ibu Guru, bab ini akan mengajarkan peserta didik untuk berempati pada teman yang sedang mengalami masalah atau sedang sakit. Selain itu, peserta didik juga diajari untuk berempati pada penyandang disabilitas.

        Setelah membaca, memahami, dan mendiskusikan wacana dalam bab ini, diharapkan peserta didik bisa:

        Menunjukkan empati pada teman

        Menolak perundungan, berani menegur pelaku perundungan, dan berani membela korban

        Memahami kebutuhan penyandang disabilitas

        Mengapresiasi puisi untuk menghaluskan perasaan dan membuatnya lebih peka

d. Pertanyaan Pemantik

        Lihat halaman dalam Bab ini di buku siswa

2.Kegiatan Pembelajaran

Aktivitas Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembuka

Bab tentang empati ini dibuka oleh “Permainan Emoji” yang tujuannya untuk mencoba memahami perasaan orang lain. Sebelum bermain, guru dan peserta didik bergotong-royong menyiapkan kartu dan poster emoji. Keduanya bisa dicetak atau digambar sendiri. Poster emoji bisa berbentuk lingkaran yang diberi gagang (sebesar raket tenis meja) agar mudah untuk diangkat/ditunjukkan.

 

Siapa di antara peserta didik di kelas yang selalu tepat menebak perasaan orang lain? Sarankan padanya untuk kuliah di jurusan Psikologi.

Tantangan: kadang peserta didik yang mendapatkan kartu situasi tidak tahu apa yang dirasakannya. Tunggu sampai dia mengenali perasaannya. Bisa jadi emosi yang dia rasakan campur aduk dan dia perlu menunjukkan dua emoji.

 

Kegiatan 1

Membaca Cerita “Teman Baru Frida”

Membaca

Menjelaskan kembali ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks yang

dibacakan berdasarkan pemahaman dan pemaknaannya terhadap tulisan dan

gambar pendukung.

 

Tip Pembelajaran

Ini adalah topik yang sensitif dan bagi sebagian masyarakat

dianggap tabu. Namun, ini adalah topik yang penting dibicarakan agar tidak terjadi perundungan dan diskriminasi terhadap peserta didik perempuan yang sedang mengalami haid. Bawakan materi ini dengan percaya diri.

Bahaslah seluruh kosakata yang belum diketahui oleh peserta didik meskipun tidak ditandai dalam bacaan. Terangkan juga istilah- istilah lain yang ditanyakan oleh peserta didik.

Wali kelas atau guru laki-laki bisa meminta tolong wali kelas atau guru peremuan untuk menjelaskan materi ini.

Inspirasi Kegiatan

Jika peserta didik mempunyai rasa penasaran yang besar terhadap tema kesehatan reproduksi, guru dapat mengundang narasumber atau ahli kesehatan yang dapat menerangkan tentang kesehatan reproduksi dan melakukan tanya jawab dengan peserta didik.

 

Kalau tidak memungkinkan mengundang ahli, guru bisa membekali diri dengan pengetahuan tentang menstruasi dan kesehatan reproduksi dari situs organisasi berikut ini:

Unala >>> www.unala.net

PKBI >>> https://pkbi.or.id

BKKBN >>> www.keluargaindonesia.id Masing-masing juga mempunyai media sosial lintas platform yang bisa  diikuti.

Kesalahan Umum

Kelas bisa menjadi gaduh karena mereka menertawakan kosakata yang sensitif atau tabu. Guru harus tegas dan berusaha menguasai keadaan dengan menjelaskan bahwa istilah tersebut sesuai terminologi sains atau istilah medis.

 

 

Kunci Jawaban Memahami Bacaan “Teman Baru Frida”

Frida menangis karena dia kaget, takut, dan cemas mendapatkan haid pertamanya.

Jawaban peserta didik bisa berbeda-beda sesuai dengan pengalaman masing- masing.

3. Di awal cerita, Hanafi adalah anak yang tega mengolok-olok Frida sampai menangis. Namun, di akhir cerita dia menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Frida.

Muti membiarkan Frida menangis agar ia merasa lega.

Muti menganggap Salma lebih banyak pengalaman, khususnya dalam masalah haid.

Frida beruntung karena di UKS tersedia pembalut dan seragam yang bisa dipinjam untuk ganti.

Jawaban peserta didik bisa berbeda-beda sesuai dengan pengalaman masing- masing.

Laki-laki juga  perlu  mendapatkan  pengetahuan  tentang   menstruasi agar mereka memahami apa yang dialami oleh ibu, saudara, dan teman perempuannya. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ini juga penting untuk menghadapi masa pubertas.

Menurut saya, semua sekolah harus menyediakan pembalut wanita, celana dalam dan seragam ganti agar ketika ada yang haidnya bocor, bisa segera ganti dan tidak ketinggalan pelajaran. Sekolah juga perlu menyediakan informasi tentang menstruasi seperti buku saku yang dibagikan untuk seluruh peserta didik, baik perempuan maupun laki-laki, agar mereka juga memahami apa yang dialami teman perempuannya dan bisa berempati.

Catatan: peserta didik bebas mempunyai pendapat lain.

Guru  dapat  memberikan  pertanyaan  pemahaman  bacaan  yang  lain  atau menambahkan pertanyaan.

 

Kunci Jawaban Peta Cerita

 

Tempat

Waktu

Tokoh

SD

Jam sekolah

Frida

Muti

Roni

Hanifa

Bu Anita

Salma

 

Awal

Rok dalam Frida bernoda merah karena ia mendapatkan haid pertamanya. Frida

bingung dan sedih karena tidak mengerti hal yang dialaminya itu. Hanafi, teman laki-lakinya, juga mengejeknya.

Tengah

Muti dan Salma, teman Frida, membantu menenangkannya dan membawanya ke ruang UKS untuk berganti pakaian dan memakai pembalut.

Akhir

Frida bersekolah dengan tenang kembali setelah mendapatkan pengetahuan tentang menstruasi yang baru dialaminya. Hanafi juga meminta maaf setelah paham yang dialami Frida.

 

Kosakata Baru

Kosakata Baru dalam Bacaan “Teman Baru Frida”

KBBI >>> https://kbbi.kemdikbud.go.id

      haid: n peristiwa fisiologis dan siklis pada perempuan dalam masa reproduksi dengan keluarnya darah dari rahim sebagai akibat pelepasan selaput lendir

      rahim; menstruasi; 2 v keluar darah dari rahim perempuan dewasa setiap bulan sebagai bagian dari siklus hidup biologisnya

      pembalut: n sesuatu yang dipakai untuk membalut; -wanita pembalut yang dipakai wanita pada masa haid

      datang bulan: n haid

      urung: v batal; tidak jadi mengantisipasi: v membuat perhitungan (ramalan, dugaan) tentang hal-hal yang belum (akan) terjadi; memperhitungkan sebelum terjadi

 

Kegiatan 2

Diskusi: Mitos atau Fakta?

Membaca

Membedakan informasi yang bersifat fakta dan fiksi pada teks yang sesuai dengan jenjangnya.

Mengirim dan menjawab email, berpartisipasi pada diskusi daring, serta memahami etika keamanan menggunakan internet.

Mengunduh informasi tertulis dan visual dari sumber daring untuk melengkapi presentasinya.

 

Tip Pembelajaran

Pastikan peserta didik memahami kata-kata yang ditanyakan dalam tabel.

Ketika peserta didik bekerja dalam kelompok, guru bisa berkeliling untuk membantu kelompok yang tampak kebingungan.

Berikan sumber informasi lain mengenai menstruasi, bisa berupa buku, buklet, artikel, atau persilakan peserta didik untuk menggunakan internet untuk riset.

Inspirasi Kegiatan

Guru dapat mencarikan lebih banyak lagi mitos-mitos yang beredar di masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Tulis juga fakta yang sebenarnya.

 

Bagilah kelas menjadi dua kelompok besar: laki-laki dan perempuan. Mintalah mereka menebak antara mitos dan fakta. Kira-kira, kelompok mana yang akan memenangkan kuis ini?

Kesalahan Umum

Peserta didik mungkin masih salah dan menganggap mitos sebagai fakta. Penyebabnya bisa jadi karena hal tersebut sudah menjadi kepercayaan masyarakat selama bertahun-tahun. Ingatkan kepada peserta didik bahwa dalam hal kesehatan, informasi yang bisa dipercaya adalah yang berasal dari ahli di bidangnya, dalam hal ini dokter.

 

 

Kegiatan 3

Memahami dan Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa

Membaca

Membedakan informasi yang bersifat fakta dan fiksi pada teks yang sesuai

dengan jenjangnya.

 

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Peserta didik boleh membaca teks di Buku Siswa untuk mencari makna dari konteks.

Agar peserta didik siap mengerjakan ujian ini, berilah banyak contoh ungkapan dan peribahasa dan membahas maknanya.

Inspirasi Kegiatan

Festival Peribahasa

Agar terbiasa menggunakan ungkapan dan peribahasa, adakan hari peribahasa. Pada hari tersebut, guru dan peserta didik berusaha menggunakan ungkapan dan peribahasa dalam berbicara sepanjang hari, baik di kelas bahasa Indonesia, saat istirahat, maupun dalam pelajaran lain.

Kesalahan Umum

Peserta didik masih menebak makna ungkapan dan peribahasa dari makna asli kata-kata pembentuknya. Misalnya gelap mata diartikan tidak bisa melihat. Jelaskan kepada peserta didik tentang makna denotasi dan konotasi (kiasan). Biasanya ungkapan dan peribahasa mempunyai makna kiasan.

 

 

 

Bermain Peran

Kegiatan 4

Bermain Peran dan Menunjukkan Empati

Berbicara

Berbicara dengan sopan (menggunakan maaf, tolong, dan terima kasih).

Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas sehingga dipahami lawan bicara. Menanggapi dengan aktif ketika berbicara dengan kelompok pendengar yang berbeda (teman, guru, dan orang dewasa di sekitarnya).

 

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Mintalah peserta didik untuk bermain peran dengan serius ketika pentas.

Kegiatan ini dimulai dengan menuliskan ide drama sederhana, memilih peran, dan menuliskan dialog para pemeran. Guru bisa berkeliling untuk mengamati dinamika kelompok dan memberikan bantuan bila perlu.

Setelah naskah dialog jadi, mintalah peserta didik berlatih bersama teman sekelompoknya. Latihan boleh dilakukan di luar kelas.

Inspirasi Kegiatan

Agar kegiatan bermain peran lebih meyakinkan, gunakan properti dan kostum sesuai situasi yang dipilih dan peran masing-masing. Guru bisa membagi kegiatan ini dalam dua hari, sehingga peserta didik bisa mempersiapkan properti dan kostum di rumah.

Kesalahan Umum

Peserta didik kurang serius dalam memainkan peran dan berbicara dengan tertawa-tawa. Katakan “cut” seperti sutradara film dan mintalah mereka kembali berlatih di luar kelas. Kelompok ini boleh pentas ketika memang sudah siap.

 

Kegiatan 5

Apresiasi Puisi

Menyimak

Menjelaskan kembali ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks yang dibacakan berdasarkan pemahaman dan pemaknaannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.

 

Membaca

Menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya.

 

Kunci Jawaban Pemahaman Bacaan “Kisah Sedih tentang Telepon

Genggam”

1.       Tema puisi “Kisah Sedih Tentang Telepon Genggam” adalah tentang anak yang kesepian.

2.       Perasaan yang paling dominan dalam puisi ini: sedih dan bosan. Kalimat di alinea keempat, “Telepon genggam mencuri segalanya, ingatan orangorang, ibuku, teman-temanku, kegembiraanku” dapat diartikan bahwa tokoh tidak bisa merasa gembira lagi karena kegembiraannya dicuri.

3.       Keberadaan telepon genggam semakin mengurangi interaksi atau kegiatan bersama di dunia nyata. Ibu dan teman-teman sang tokoh lebih asyik dengan dunia maya di telepon genggamnya daripada bermain, mengobrol, dan berinteraksi dengannya.

4.       Penulis mengkritik orang-orang yang lebih asyik bergaul di dunia maya dengan telepon genggamnya daripada berhubungan atau berteman di dunia nyata.

5.       Telepon genggam bisa memberikan banyak manfaat dan hiburan, tetapi kita perlu menggunakannya secara bijak agar telepon genggam tidak mengambil alih hidup kita.

 

Catatan: peserta didik boleh mempunyai pendapat lain yang berbeda, asalkan didukung alasan yang kuat.

 

Kegiatan 6

Membaca artikel “Menyesap Sepi di Kafe Sunyi”

Membaca

Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Membaca dan mengucapkan kata-kata baru yang digunakan dalam konteks topik tertentu berdasarkan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf.

 

 

Tip Pembelajaran

Sebelum membaca, tanyakan kepada peserta didik, apakah pernah mempunyai pengalaman berinteraksi dengan penyandang disabilitas?

Mintalah peserta didik menceritakan pengalamannya.

Diskusikan semua kosakata baru yang belum dipahami peserta didik, termasuk yang tidak ditandai dalam bacaan.

Kegiatan setelah membaca: diskusikan apakah fasilitas publik sudah ramah difabel.

 

Inspirasi Kegiatan

Belajar bahasa isyarat

Guru bisa mengundang orang yang bisa mengajarkan bahasa isyarat dasar ke sekolah. Guru juga bisa mencari sendiri video tutorial dasar belajar bahasa isyarat.

Pilihlah kata-kata yang perlu dipelajari dengan tujuan bisa memesan minuman dan makanan di Kafe Sunyi.

 

 

Kunci Jawaban Pertanyaan Pemahaman Bacaan “Menyesap Sepi di Kafe

Sunyi”

1.       Difabel bermakna kemampuan berbeda yang dimiliki seseorang, baik karena kondisi fisik maupun mentalnya. Kalimat “Sunyi House of Coffee and Hope memiliki enam pegawai, seluruhnya difabel. Dika (24) menjadi satusatunya barista difabel dengan tunadaksa, sementara lainnya tunarungu” menunjukkan contoh bentuk-bentuk difabel.

2.       Hal yang membuat Kafe Sunyi berbeda dari kafe lainnya adalah kafe ini suasananya sangat sunyi, pramusaji dan pembeli menggunakan bahasa isyarat, dan seluruh pegawainya merupakan difabel.

3.       Mempelajari bahasa isyarat untuk orang tanpa disabilitas cukup penting supaya bisa berkomunikasi dengan difabel. Sebaiknya sekolah mengajarkan dasar-dasar bahasa isyarat ini.

4.       Menurut saya, lebih baik kita menggunakan istilah sesuai yang disarankan oleh komunitas teman-teman difabel. Kalau mereka ingin dipanggil teman tuli, kita sebaiknya memanggil mereka seperti itu.

5.       Kalau suatu saat nanti saya menjadi pengusaha, saya bersedia mempekerjakan penyandang disabilitas karena mereka tetap bisa bekerja meski dengan cara yang sedikit berbeda.

6.       Penyandang disabilitas akan lebih banyak berkunjung ke Kafe Sunyi karena belum banyak tempat lain yang ramah difabel, baik dari segi desain ruangan dan seluruh fasilitas. Catatan: peserta didik bisa mempunyai jawaban yang lain.

7.       Penulis memilih “Menyesap Sepi di Kafe Sunyi” untuk menggambarkan suasana makan dan minum yang khas di Kafe Sunyi.

8.       Jawaban berbeda-beda, sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Kegiatan 7

Kalimat Majemuk Bertingkat

Menulis

Menulis kalimat yang lebih bervariasi: kalimat sederhana dan kalimat  majemuk bertingkat dan setara

Kegiatan 8

Menulis Resensi Buku

Menulis

Menuliskan pendapat singkat terhadap bacaan secara kreatif, misalnya dalam bentuk surat kepada penulis atau resensi buku. Mengategorikan informasi pada bacaan, simpulan, dan pendapatnya dalam pengatur grafis yang lebih kompleks

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif.

Mintalah peserta didik untuk melihat Jurnal Membaca dan memilih salah satu buku favoritnya. Catatan yang sudah ditulis bisa jadi modal untuk membuat resensi lengkap.

Dorong peserta didik untuk tidak takut atau ragu menyampaikan kritik terhadap penulis. Resensi tidak hanya memuat pujian atau ulasan yang bagus-bagus saja.

 

Instrumen Penilaian

Isi kolom dengan nama peserta didik!

Resensi buku dianggap baik jika memenuhi enam unsur berikut:

      judul yang menarik (berbeda dari judul buku yang diresensi)

      data buku lengkap

      pembukaan dan penutup

      sinopsis

      kelebihan dan kekurangan buku

      ditulis dengan tata bahasa baik

 

 

Penutup

        Peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

        Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

 

REFLEKSI

Lembar Releksi Diri Guru

Tuliskan pokok bahasan dan pertemuan materi yang diajarkan.

Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan kondisi guru saat dalam proses pembelajaran.

Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

Keterangan

1

Proses pembelajaran secara umum berlangsung dengan menarik, menyenangkan, menantang, dan bermakna.

 

 

 

 

Tujuan pembelajaran dapat dicapai.

 

 

 

 

Materi pembelajaran tersampaikan dengan baik.

 

 

 

 

Metode pembelajaran yang digunakan efektif.

 

 

 

 

Media/bahan/alat yang dipilih dan digunakan tepat dan variatif.

 

 

 

 

Penilaian proses dan hasil belajar dilakukan dan dengan teknik yang tepat.

 

 

 

 

Keterlibatan dan antusiasme peserta didik baik.

 

 

 

Catatan

.

.

C. ASESMEN

1. Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

Asesmen sikap didasarkan pada hasil releksi sikap peserta didik dan pengamatan guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Diri Sendiri Peserta Didik

a.       Isikan identitas peserta didik.

b.       Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.       Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Saya mengikuti pembelajaran

 

 

2.

Saya belajar secara mandiri.

 

 

3.

Saya mengerjakan tugas dari guru tanpa meminta bantuan orang lain.

 

 

4.

Saya berperan aktif dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

5.

Saya saling membantu dalam melakukan tugas kelompok.

 

 

6.

Saya berbagi tugas dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab  6 jawaban YA

Jika menjawab 4–5 jawaban YA

Jika menjawab 2–3 jawaban YA

Jika menjawab 1 jawaban YA

 

 

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Antarteman Peserta Didik

a.    Isikan identitas teman peserta didik.

b.    Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.    Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

 

 

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Teman saya mampu bekerja sama dengan teman lain.

 

 

2.

Teman saya mau berkomunikasi dengan teman lain.

 

 

3.

Teman saya lebih mengutamakan kepentingan teman lain.

 

 

4.

Teman saya hadir mengikuti pelajaran PJOK tepat waktu.

 

 

5.

Teman saya merupakan seseorang yang percaya diri.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab 5 jawaban YA

Jika menjawab 3–4 jawaban YA

Jika menjawab  2 jawaban YA

Jika menjawab  1 jawaban YA

 

Asesmen Diagnostik

ANALISIS HASIL PROFIL SISWA

No

Nama Siswa

Gaya Belajar

Kelebihan/ Hambatan

Pelajaran yang disukai

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi

Bukti Kemajuan Belajar

Pembela-jaran menyesuaikan

Ketersediaan dukungan belajar dan informasi lainnya

1

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Gaya belajar : kinestetik, orditori, visual, audiovisual

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi : konstruktif, saintifik, inquiry, PBL, PjBL, Discovery

Bukti Kemajuan Belajar : Formatif, sumatif, produk

Asesmen dan Instrumen Penilaian

 

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran untukmemetakan peserta didik sehingga merekamendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Asesmen diagnosis dilakukan pada kompetensi yang dirasa penting bagi guru. Misalnya, pada bulan pertama, guru kelas 6 seharusnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat menyimak dan memahami instruksi yang lebih kompleks, menemukan informasi pada teks yang dibaca, dapat menceritakan pengamatan dan pengalamannya, menjawab pertanyaan sesuai dengan jenjang, dan menulis teks naratif atau deskriptif sederhana.

Berikut ini adalah contoh soal asesmen diagnosis. Guru dapat membuat soal yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dianggap perlu diketahui guru pada awal tahun.

 

 

 

Menyimak

Minta peserta didik untuk memperagakan instruksi yang didengar. (Bergeser ke kanan satu langkah, maju satu langkah, hadap kanan, balik kanan, kaki kanan ke depan.)

Minta peserta didik untuk menggambar instruksi yang didengar. (Gambar sebuah kotak di tengah kertas. Lalu gambar sebuah segitiga di atas kotak. Di dalam segitiga tersebut, tambahkan dua lingkaran kecil.)

Minta peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari teks yang dibaca.

(Bacakan sebuah paragraf singkat. Lalu berilah pertanyaan yang berhubungan dengan isi paragraf.)

Tidak hanya dengan menjawab pertanyaan, tetapi peserta didik juga dapat menunjukkan pemahaman bacaan dengan membuat pertanyaan sendiri berdasarkan teks.

 

Membaca

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks narasi singkat. Ajukan pertanyaan: Apa judul teks tersebut? Siapa nama tokohnya? Apa masalah yang dihadapi oleh tokoh? Apa pesan dari cerita tersebut?

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks informatif yang singkat. Ajukan pertanyaan sesuai isi teks. Ajukan pertanyaan: Apa nama judul teks tersebut? Sebutkan 3 informasi yang kalian dengar dari teks tersebut. Apa yang dimaksud dengan … (kosakata) .... Apa arti imbuhan - pada kata ….

 

Berbicara

Minta peserta didik untuk menceritakan apa yang dilihat sepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Minta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang sebuah topik (persahabatan, kerusakan lingkungan, dan lainnya).

 

ASESSMEN MINAT DAN BAKAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

 

 

ASESMEN MINAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

D. LKPD

LKPD 

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:

Kelas/Semester                    :    VI  / .......

Mata Pelajaran                      :    BAHASA INDONESIA

Hari/Tanggal                         :    .................................................................................

Nama siswa                          :    .................................................................................

Materi pembelajaran            :    .................................................................................

                                                    .................................................................................

                                                    .................................................................................

 

Penilaian Pembelajaran       : ……………………………………………………..

 

Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM.

      Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.

      Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan Serta Tugas materi tambahan untuk menambah pengetahuan peserta didik.

      Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih sederhana sesuai materi

Lembar Kegiatan Peserta Didik

Tanggal : .........................................................................................

Lingkup/Materi Pembelajaran : .........................................................................................

Nama Peserta Didik : .........................................................................................

Fase/Kelas : C / VI

 

1. Panduan Umum

Sama dengan konsep panduan umum pada aktivitas pembelajaran

2. Panduan Aktivitas Pembelajaran

a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.

b. Lakukan aktivitas pembelajaran …………………..  secara berpasangan dengan teman peserta didik satu kelompok.

c. Perhatikan penjelasan berikut ini.

Cara bermain aktivitas pembelajaran …………………………………..  antara lain:

1) …………………………………………………………………………….

2) ………………………………………………………………………….

BAHAN BACAAN

        Jurnal membaca adalah kegiatan untuk mencatat pengalaman membaca. Agar tidak menjadi tugas yang menjemukan, hendaknya dihindari mewajibkan peserta didik membuat resensi utuh setiap kali selesai membaca. Tujuan dari jurnal membaca ini hanyalah mencatat informasi buku yang dibaca, ringkasan isi atau kisah, dan hal lain yang dianggap menarik dan berkesan.

        Jurnal membaca bisa dituliskan di buku tulis atau ditulis di atas kartu buatan sendiri dari kertas manila/karton. Jurnal ini bisa dipajang di pojok baca.

        Judul buku:

        Nama penulis dan ilustrator:

        Tanggal membaca (mulai dan selesai):

        Penilaian peserta didik:

        Ringkasan cerita:

Jurnal membaca sebaiknya memuat informasi di atas. Adapun aspek yang dieksplorasi peserta didik bisa berbeda-beda. Artinya, jurnal membaca tidak selalu dibuat dengan format yang sama.

 

Berikut ini aspek yang bisa dieksplorasi peserta didik ketika membaca. Dalam satu laporan, peserta didik bisa membahas dua hingga tiga aspek:

        Tokoh-tokoh utama di dalam buku

        Konflik yang terjadi di dalam cerita

        Hal menarik yang dilakukan tokoh

        Apakah peserta didik pernah mengalami hal seperti yang dialami tokoh

        Menulis akhir cerita jika tokoh diubah (misalnya tokoh anak perempuan

        diubah jadi anak laki-laki)

        Ilustrasi atau gambar di dalam buku

        Hal menarik pada gambar di dalam buku

        Hal yang ingin ditambahkan jika peserta didik adalah ilustratornya

        Informasi yang paling menarik/tidak menarik bagi peserta didik

        Hal lain yang menurut guru menarik untuk dieksplorasi

 

Berikut adalah contoh-contoh dari jurnal membaca yang dapat disalin peserta didik pada buku tulisnya. Dapat pula diketik ulang dan diperbanyak oleh guru.

 

 

 

 

 

Jurnal Menulis

Tujuan dari kegiatan jurnal menulis ini adalah membiasakan peserta didik untuk menuliskan idenya secara rutin. Mintalah peserta didik untuk menulis tiap akhir pekan. Pada hari Senin, mintalah beberapa peserta didik untuk membacakan tulisannya di depan kelas secara sukarela. Tunjuklah beberapa peserta didik yang belum pernah maju. Ajari peserta didik lain untuk mengapresiasi tulisan temannya.

Jurnal menulis ini bisa ditulis di buku tulis biasa atau buku tulis khusus untuk jurnal menulis. Untuk kelas 6, targetnya adalah menulis satu paragraph berisi empat atau lima kalimat. Tulisan bisa berupa satu paragraf utuh maupun kalimat-kalimat terpisah, asal masih dalam tema yang sama.

 

 

Ide-ide tulisan:

1. Narasi yang disusun secara kronologis (urut), misalnya kegiatan sehari-hari di rumah atau kegiatan ketika libur akhir pekan.

2. Deskripsi terhadap sesuatu, misalnya tentang sifat adik atau anggota keluarga lainnya.

3. Teks eksposisi yang memaparkan tentang sesuatu, misalnya pengamatan terhadap tanaman bunga yang ditemui di dekat rumah.

4. Teks argumentasi yang berisi gagasan, misalnya tentang mengatasi masalah lingkungan di sekitar rumah.

 

Glosarium

alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang.

alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik.

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu.

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran.

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar.

buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama.

capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran.

fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

fi    : cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).

intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami makna kalimat tersebut dengan benar.

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.

literasi dasar: kecakapan membaca dan menulis permulaan yang harus dikuasai di jenjang awal pendidikan formal.

literasi fi al: adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks fi nsial untuk meningkatkan kesejahteraan fi nsial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

lembar amatan: catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru.

media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital.

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca.

motorik halus: kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang melibatkan saraf, tulang, dan otot, untuk melakukan aktivitas tertentu.

nonfi      teks yang berdasarkan kenyataan atau fakta.

peragaan: proses menyajikan sebuah perilaku atau proses melakukan sesuatu agar orang lain dapat meniru atau mengadaptasi perilaku atau proses yang diperagakan tersebut.

perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar peserta didik dapat belajar secara mandiri.

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas.

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.

prediksi: prakiraan tentang sesuatu.

teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.

teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud dan tujuan sesuatu.

 

Daftar Pustaka

Culham, Ruth. 2005. 6 + 1 Traits of Writing: The Complete Guide for the Primary Grades. Scholastic Teaching Resources.

Dewayani,  Sofie.  2017.  Menghidupkan  Literasi  di  Ruang  Kelas.  Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.

Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Corwin.

Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning.

Grades PreK to 8. Heinemann.

Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms. Pearson.

McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.

Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series. Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal

Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best Practices. The Guilford Press.

Robb.  Laura.  2003.  Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math.

Scholastic Teaching Resources.

Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for Struggling Students. The Guilford Press.

Vygotsky, L. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah .................

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

............,...................................

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

 

  

 

 

Tutwuri-Handayani-SD

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Nama penyusun                          :       _______________________________

Nama Sekolah                             :       _______________________________

Mata pelajaran                              :       Bahasa Indonesia

Fase C, Kelas / Semester            :       VI (Enam)  / II (Genap)

 

 

A.INFORMASI UMUM

1. Identitas Sekolah

a.   Nama Penyusun

 

b.   NIP/NUPTK

 

c.   Nama Sekolah

SDN 1 Jayamekar

d.   Alokasi Waktu

8 Pertemuan

e.   Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

f.     Jumlah Siswa

-

g.   Kelas / Semester

VI / II

h.   Fase

C

2. Kompetensi Dan Capaian Pembelajaran

        Materi Pokok

        Aku Bisa Berempati

        Capaian Pembelajaran (Sesuai Surat BSKAP 033/H/KR/2022 Tentang Revisi Capaiaan Pembelajaran)

        Menyimak

        Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

        Membaca dan Memirsa

        Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.

        Berbicara dan Mempresentasikan

        Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

        Menulis

        Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, serta menuangkan hasil pengamatan untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru yang memiliki   makna   denotatif,   konotatif,   dan   kiasan.

        Peserta  didik  menyampaikan  perasaan  berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

3. Profil Pelajar Pancasila

Berakhlak Mulya

Elemen Kunci Berakhlak Mulia:

        Akhlak beragama:  Mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa intidari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang

        Akhlak pribadi: Menyadari bahwa menjaga dan merawat diri penting dilakukan bersamaan dengan menjaga dan merawat orang lain danlingkungan sekitarnya

        Akhlak kepada manusia: Mengutamakan persamaan dan kemanusiaan diatas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain

        Akhlak kepada alam: Menyadari pentingnya merawat lingkungansekitarnya sehingga dia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkunganalam, agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat inimaupun generasi mendatang

        Akhlak bernegara: Memahami serta menunaikan hak dan kewajibannyasebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warganegara

Berkebinekaan Global

Elemen Kunci Berkebinekaan Global:

        Mengenal dan Menghargai Budaya: mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, cara komunikasi, dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global.

        Kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama: memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

        Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan: secara reflektif memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebhinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda, sehingga dapat menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang harmonis antar sesama; dan kemudian secara aktif-partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Gotong Royong

Elemen Kunci Gotong Royong:

        Kolaborasi: bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.

        Kepedulian: memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan fisik sosial.

        Berbagi: memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat.

Mandiri

Elemen Kunci Mandiri:

        Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi : Melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi dimulai dari memahami emosi dirinya dan kelebihan serta keterbatasan dirinya, sehingga ia akan mampu mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi.

        Regulasi diri: mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya.

Bernalar Kritis

Elemen Kunci Bernalar Kritis:

        Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.

        Menganalisis dan mengevaluasi penalaran: dalam pengambilan keputusan, menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan.

        Merefleksi pemikiran dan proses berpikir: melakukan refleksi terhadap berpikir itu sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan.

        Mengambil keputusan: mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi yang relevan dari berbagai sumber, fakta dan data yang mendukung.

Kreatif

Elemen Kunci Kreatif:

        Menghasilkan gagasan yang orisinal: menghasilkan gagasan yang terbentuk dari hal paling sederhana, seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan, sampai dengan gagasan yang kompleks untuk kemudian mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya guna mengatasi persoalan dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

        Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal: menghasilkan karya yang didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

4. Sarana, Alat dan Bahan, Materi / Sumber Belajar, Target Peserta Didik

a.Sarana

        Ruang kelas / outdoor

b.Alat Dan bahan

        Alat tulis, Komputer/Laptop, Internet

c.Materi / Sumber belajar

        Buku Pelajaran Bahasa Indonesia, Modul, Buku, Slide, Video, Gambar

d.Target Peserta Didik

        Peserta didik kelas VI  yang menjadi target yaitu peserta didik reguler atau inklusif

5. Ketersediaan Materi, Asesmen, Unit Kegiatan, Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

a.Ketersediaan Materi

        Pengayaan untuk siswa

        Alternatif penjelasan, metode pembelajaran, atau pemahaman materi oleh siswa

b.Assesmen

        Assesmen individu atau kelompok

        Tes tertulis/pengetahuan/wawancara/praktik

c.Unit kegiatan

        Individu / kelompok

d.Model Pembelajaran

        Tatap muka

        Metode yang relevan untuk mengoptimalisasikan potensi peserta didik dan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum baru menekankan antara lain observasi, bertanya, refleksi, diskusi, presentasi, dan unjuk kerja. Rencana pembelajaran meliputi analisis kompetensi, analisis konteks, identifikasi permasalahan (kesenjangan antara harapan dan kenyataan), penentuan strategi yang meliputi pemilihan model, materi, metode, dan media pembelajaran untuk mencapai kompetensi bertolak dari konteks.

e.Strategi Pembelajaran

        Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 membimbing peserta didik untuk dapat berkomunikasi dan memahami bahasa lisan dan tertulis. Strategi pembelajaran literasi di kelas meningkatkan kecakapan menyimak, membaca, memirsa gambar, berbicara, mempresentasikan gagasan, serta menulis. Untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas 6, strategi memahami bacaan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah membaca teks. Dalam kegiatan literasi berimbang, hal ini dilakukan melalui kegiatan menyimak buku yang dibacakan, membaca bersama-sama, serta kegiatan membaca terbimbing.

        Berikut model kegiatan literasi berimbang:

 

Contoh kegiatan literasi bersama peserta didik:

        Membacakan nyaring dan mendiskusikan bacaan

        Memberikan pendapat atau pengalaman terkait tema buku dan mempresentasikannya

        Membaca terbimbing dan berdiskusi tentang bacaan

        Menuliskan kata atau kalimat paling menarik dari buku yang dibaca

        Memirsa gambar dan mendiskusikannya

        Aktivitas belajar di luar kelas untuk mengamati, berkarya, dan mencipta

        terkait tema pembelajaran, misalnya mengunjungi perpustakaan, taman bacaan, atau tempat lain yang sesuai.

B. KOMPETENSI INTI

1.Kata Kunci, Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik

a. Kata kunci

        Ungkapan dan peribahasa

        Drama sederhana

        Menyimak dan menulis puisi

        Kalimat majemuk bertingkat

        Menulis resensi buku

b. Tujuan Pembelajaran

        Melalui bab ini kalian bisa mengambil hikmah dari cerpen tentang empati dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalian semakin mahir menggunakan ungkapan, peribahasa, dan kalimat majemuk bertingkat, serta terampil membuat puisi dan menulis resensi buku. Kalian juga dapat membedakan antara mitos dengan fakta.

c. Pemahaman Bermakna

        Bapak dan Ibu Guru, bab ini akan mengajarkan peserta didik untuk berempati pada teman yang sedang mengalami masalah atau sedang sakit. Selain itu, peserta didik juga diajari untuk berempati pada penyandang disabilitas.

        Setelah membaca, memahami, dan mendiskusikan wacana dalam bab ini, diharapkan peserta didik bisa:

        Menunjukkan empati pada teman

        Menolak perundungan, berani menegur pelaku perundungan, dan berani membela korban

        Memahami kebutuhan penyandang disabilitas

        Mengapresiasi puisi untuk menghaluskan perasaan dan membuatnya lebih peka

d. Pertanyaan Pemantik

        Lihat halaman dalam Bab ini di buku siswa

2.Kegiatan Pembelajaran

Aktivitas Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembuka

Bab tentang empati ini dibuka oleh “Permainan Emoji” yang tujuannya untuk mencoba memahami perasaan orang lain. Sebelum bermain, guru dan peserta didik bergotong-royong menyiapkan kartu dan poster emoji. Keduanya bisa dicetak atau digambar sendiri. Poster emoji bisa berbentuk lingkaran yang diberi gagang (sebesar raket tenis meja) agar mudah untuk diangkat/ditunjukkan.

 

Siapa di antara peserta didik di kelas yang selalu tepat menebak perasaan orang lain? Sarankan padanya untuk kuliah di jurusan Psikologi.

Tantangan: kadang peserta didik yang mendapatkan kartu situasi tidak tahu apa yang dirasakannya. Tunggu sampai dia mengenali perasaannya. Bisa jadi emosi yang dia rasakan campur aduk dan dia perlu menunjukkan dua emoji.

 

Kegiatan 1

Membaca Cerita “Teman Baru Frida”

Membaca

Menjelaskan kembali ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks yang

dibacakan berdasarkan pemahaman dan pemaknaannya terhadap tulisan dan

gambar pendukung.

 

Tip Pembelajaran

Ini adalah topik yang sensitif dan bagi sebagian masyarakat

dianggap tabu. Namun, ini adalah topik yang penting dibicarakan agar tidak terjadi perundungan dan diskriminasi terhadap peserta didik perempuan yang sedang mengalami haid. Bawakan materi ini dengan percaya diri.

Bahaslah seluruh kosakata yang belum diketahui oleh peserta didik meskipun tidak ditandai dalam bacaan. Terangkan juga istilah- istilah lain yang ditanyakan oleh peserta didik.

Wali kelas atau guru laki-laki bisa meminta tolong wali kelas atau guru peremuan untuk menjelaskan materi ini.

Inspirasi Kegiatan

Jika peserta didik mempunyai rasa penasaran yang besar terhadap tema kesehatan reproduksi, guru dapat mengundang narasumber atau ahli kesehatan yang dapat menerangkan tentang kesehatan reproduksi dan melakukan tanya jawab dengan peserta didik.

 

Kalau tidak memungkinkan mengundang ahli, guru bisa membekali diri dengan pengetahuan tentang menstruasi dan kesehatan reproduksi dari situs organisasi berikut ini:

Unala >>> www.unala.net

PKBI >>> https://pkbi.or.id

BKKBN >>> www.keluargaindonesia.id Masing-masing juga mempunyai media sosial lintas platform yang bisa  diikuti.

Kesalahan Umum

Kelas bisa menjadi gaduh karena mereka menertawakan kosakata yang sensitif atau tabu. Guru harus tegas dan berusaha menguasai keadaan dengan menjelaskan bahwa istilah tersebut sesuai terminologi sains atau istilah medis.

 

 

Kunci Jawaban Memahami Bacaan “Teman Baru Frida”

Frida menangis karena dia kaget, takut, dan cemas mendapatkan haid pertamanya.

Jawaban peserta didik bisa berbeda-beda sesuai dengan pengalaman masing- masing.

3. Di awal cerita, Hanafi adalah anak yang tega mengolok-olok Frida sampai menangis. Namun, di akhir cerita dia menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Frida.

Muti membiarkan Frida menangis agar ia merasa lega.

Muti menganggap Salma lebih banyak pengalaman, khususnya dalam masalah haid.

Frida beruntung karena di UKS tersedia pembalut dan seragam yang bisa dipinjam untuk ganti.

Jawaban peserta didik bisa berbeda-beda sesuai dengan pengalaman masing- masing.

Laki-laki juga  perlu  mendapatkan  pengetahuan  tentang   menstruasi agar mereka memahami apa yang dialami oleh ibu, saudara, dan teman perempuannya. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ini juga penting untuk menghadapi masa pubertas.

Menurut saya, semua sekolah harus menyediakan pembalut wanita, celana dalam dan seragam ganti agar ketika ada yang haidnya bocor, bisa segera ganti dan tidak ketinggalan pelajaran. Sekolah juga perlu menyediakan informasi tentang menstruasi seperti buku saku yang dibagikan untuk seluruh peserta didik, baik perempuan maupun laki-laki, agar mereka juga memahami apa yang dialami teman perempuannya dan bisa berempati.

Catatan: peserta didik bebas mempunyai pendapat lain.

Guru  dapat  memberikan  pertanyaan  pemahaman  bacaan  yang  lain  atau menambahkan pertanyaan.

 

Kunci Jawaban Peta Cerita

 

Tempat

Waktu

Tokoh

SD

Jam sekolah

Frida

Muti

Roni

Hanifa

Bu Anita

Salma

 

Awal

Rok dalam Frida bernoda merah karena ia mendapatkan haid pertamanya. Frida

bingung dan sedih karena tidak mengerti hal yang dialaminya itu. Hanafi, teman laki-lakinya, juga mengejeknya.

Tengah

Muti dan Salma, teman Frida, membantu menenangkannya dan membawanya ke ruang UKS untuk berganti pakaian dan memakai pembalut.

Akhir

Frida bersekolah dengan tenang kembali setelah mendapatkan pengetahuan tentang menstruasi yang baru dialaminya. Hanafi juga meminta maaf setelah paham yang dialami Frida.

 

Kosakata Baru

Kosakata Baru dalam Bacaan “Teman Baru Frida”

KBBI >>> https://kbbi.kemdikbud.go.id

      haid: n peristiwa fisiologis dan siklis pada perempuan dalam masa reproduksi dengan keluarnya darah dari rahim sebagai akibat pelepasan selaput lendir

      rahim; menstruasi; 2 v keluar darah dari rahim perempuan dewasa setiap bulan sebagai bagian dari siklus hidup biologisnya

      pembalut: n sesuatu yang dipakai untuk membalut; -wanita pembalut yang dipakai wanita pada masa haid

      datang bulan: n haid

      urung: v batal; tidak jadi mengantisipasi: v membuat perhitungan (ramalan, dugaan) tentang hal-hal yang belum (akan) terjadi; memperhitungkan sebelum terjadi

 

Kegiatan 2

Diskusi: Mitos atau Fakta?

Membaca

Membedakan informasi yang bersifat fakta dan fiksi pada teks yang sesuai dengan jenjangnya.

Mengirim dan menjawab email, berpartisipasi pada diskusi daring, serta memahami etika keamanan menggunakan internet.

Mengunduh informasi tertulis dan visual dari sumber daring untuk melengkapi presentasinya.

 

Tip Pembelajaran

Pastikan peserta didik memahami kata-kata yang ditanyakan dalam tabel.

Ketika peserta didik bekerja dalam kelompok, guru bisa berkeliling untuk membantu kelompok yang tampak kebingungan.

Berikan sumber informasi lain mengenai menstruasi, bisa berupa buku, buklet, artikel, atau persilakan peserta didik untuk menggunakan internet untuk riset.

Inspirasi Kegiatan

Guru dapat mencarikan lebih banyak lagi mitos-mitos yang beredar di masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Tulis juga fakta yang sebenarnya.

 

Bagilah kelas menjadi dua kelompok besar: laki-laki dan perempuan. Mintalah mereka menebak antara mitos dan fakta. Kira-kira, kelompok mana yang akan memenangkan kuis ini?

Kesalahan Umum

Peserta didik mungkin masih salah dan menganggap mitos sebagai fakta. Penyebabnya bisa jadi karena hal tersebut sudah menjadi kepercayaan masyarakat selama bertahun-tahun. Ingatkan kepada peserta didik bahwa dalam hal kesehatan, informasi yang bisa dipercaya adalah yang berasal dari ahli di bidangnya, dalam hal ini dokter.

 

 

Kegiatan 3

Memahami dan Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa

Membaca

Membedakan informasi yang bersifat fakta dan fiksi pada teks yang sesuai

dengan jenjangnya.

 

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Peserta didik boleh membaca teks di Buku Siswa untuk mencari makna dari konteks.

Agar peserta didik siap mengerjakan ujian ini, berilah banyak contoh ungkapan dan peribahasa dan membahas maknanya.

Inspirasi Kegiatan

Festival Peribahasa

Agar terbiasa menggunakan ungkapan dan peribahasa, adakan hari peribahasa. Pada hari tersebut, guru dan peserta didik berusaha menggunakan ungkapan dan peribahasa dalam berbicara sepanjang hari, baik di kelas bahasa Indonesia, saat istirahat, maupun dalam pelajaran lain.

Kesalahan Umum

Peserta didik masih menebak makna ungkapan dan peribahasa dari makna asli kata-kata pembentuknya. Misalnya gelap mata diartikan tidak bisa melihat. Jelaskan kepada peserta didik tentang makna denotasi dan konotasi (kiasan). Biasanya ungkapan dan peribahasa mempunyai makna kiasan.

 

 

 

Bermain Peran

Kegiatan 4

Bermain Peran dan Menunjukkan Empati

Berbicara

Berbicara dengan sopan (menggunakan maaf, tolong, dan terima kasih).

Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas sehingga dipahami lawan bicara. Menanggapi dengan aktif ketika berbicara dengan kelompok pendengar yang berbeda (teman, guru, dan orang dewasa di sekitarnya).

 

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Mintalah peserta didik untuk bermain peran dengan serius ketika pentas.

Kegiatan ini dimulai dengan menuliskan ide drama sederhana, memilih peran, dan menuliskan dialog para pemeran. Guru bisa berkeliling untuk mengamati dinamika kelompok dan memberikan bantuan bila perlu.

Setelah naskah dialog jadi, mintalah peserta didik berlatih bersama teman sekelompoknya. Latihan boleh dilakukan di luar kelas.

Inspirasi Kegiatan

Agar kegiatan bermain peran lebih meyakinkan, gunakan properti dan kostum sesuai situasi yang dipilih dan peran masing-masing. Guru bisa membagi kegiatan ini dalam dua hari, sehingga peserta didik bisa mempersiapkan properti dan kostum di rumah.

Kesalahan Umum

Peserta didik kurang serius dalam memainkan peran dan berbicara dengan tertawa-tawa. Katakan “cut” seperti sutradara film dan mintalah mereka kembali berlatih di luar kelas. Kelompok ini boleh pentas ketika memang sudah siap.

 

Kegiatan 5

Apresiasi Puisi

Menyimak

Menjelaskan kembali ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks yang dibacakan berdasarkan pemahaman dan pemaknaannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.

 

Membaca

Menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya.

 

Kunci Jawaban Pemahaman Bacaan “Kisah Sedih tentang Telepon

Genggam”

1.       Tema puisi “Kisah Sedih Tentang Telepon Genggam” adalah tentang anak yang kesepian.

2.       Perasaan yang paling dominan dalam puisi ini: sedih dan bosan. Kalimat di alinea keempat, “Telepon genggam mencuri segalanya, ingatan orangorang, ibuku, teman-temanku, kegembiraanku” dapat diartikan bahwa tokoh tidak bisa merasa gembira lagi karena kegembiraannya dicuri.

3.       Keberadaan telepon genggam semakin mengurangi interaksi atau kegiatan bersama di dunia nyata. Ibu dan teman-teman sang tokoh lebih asyik dengan dunia maya di telepon genggamnya daripada bermain, mengobrol, dan berinteraksi dengannya.

4.       Penulis mengkritik orang-orang yang lebih asyik bergaul di dunia maya dengan telepon genggamnya daripada berhubungan atau berteman di dunia nyata.

5.       Telepon genggam bisa memberikan banyak manfaat dan hiburan, tetapi kita perlu menggunakannya secara bijak agar telepon genggam tidak mengambil alih hidup kita.

 

Catatan: peserta didik boleh mempunyai pendapat lain yang berbeda, asalkan didukung alasan yang kuat.

 

Kegiatan 6

Membaca artikel “Menyesap Sepi di Kafe Sunyi”

Membaca

Merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Membaca dan mengucapkan kata-kata baru yang digunakan dalam konteks topik tertentu berdasarkan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf.

 

 

Tip Pembelajaran

Sebelum membaca, tanyakan kepada peserta didik, apakah pernah mempunyai pengalaman berinteraksi dengan penyandang disabilitas?

Mintalah peserta didik menceritakan pengalamannya.

Diskusikan semua kosakata baru yang belum dipahami peserta didik, termasuk yang tidak ditandai dalam bacaan.

Kegiatan setelah membaca: diskusikan apakah fasilitas publik sudah ramah difabel.

 

Inspirasi Kegiatan

Belajar bahasa isyarat

Guru bisa mengundang orang yang bisa mengajarkan bahasa isyarat dasar ke sekolah. Guru juga bisa mencari sendiri video tutorial dasar belajar bahasa isyarat.

Pilihlah kata-kata yang perlu dipelajari dengan tujuan bisa memesan minuman dan makanan di Kafe Sunyi.

 

 

Kunci Jawaban Pertanyaan Pemahaman Bacaan “Menyesap Sepi di Kafe

Sunyi”

1.       Difabel bermakna kemampuan berbeda yang dimiliki seseorang, baik karena kondisi fisik maupun mentalnya. Kalimat “Sunyi House of Coffee and Hope memiliki enam pegawai, seluruhnya difabel. Dika (24) menjadi satusatunya barista difabel dengan tunadaksa, sementara lainnya tunarungu” menunjukkan contoh bentuk-bentuk difabel.

2.       Hal yang membuat Kafe Sunyi berbeda dari kafe lainnya adalah kafe ini suasananya sangat sunyi, pramusaji dan pembeli menggunakan bahasa isyarat, dan seluruh pegawainya merupakan difabel.

3.       Mempelajari bahasa isyarat untuk orang tanpa disabilitas cukup penting supaya bisa berkomunikasi dengan difabel. Sebaiknya sekolah mengajarkan dasar-dasar bahasa isyarat ini.

4.       Menurut saya, lebih baik kita menggunakan istilah sesuai yang disarankan oleh komunitas teman-teman difabel. Kalau mereka ingin dipanggil teman tuli, kita sebaiknya memanggil mereka seperti itu.

5.       Kalau suatu saat nanti saya menjadi pengusaha, saya bersedia mempekerjakan penyandang disabilitas karena mereka tetap bisa bekerja meski dengan cara yang sedikit berbeda.

6.       Penyandang disabilitas akan lebih banyak berkunjung ke Kafe Sunyi karena belum banyak tempat lain yang ramah difabel, baik dari segi desain ruangan dan seluruh fasilitas. Catatan: peserta didik bisa mempunyai jawaban yang lain.

7.       Penulis memilih “Menyesap Sepi di Kafe Sunyi” untuk menggambarkan suasana makan dan minum yang khas di Kafe Sunyi.

8.       Jawaban berbeda-beda, sesuai dengan pengalaman masing-masing.

Kegiatan 7

Kalimat Majemuk Bertingkat

Menulis

Menulis kalimat yang lebih bervariasi: kalimat sederhana dan kalimat  majemuk bertingkat dan setara

Kegiatan 8

Menulis Resensi Buku

Menulis

Menuliskan pendapat singkat terhadap bacaan secara kreatif, misalnya dalam bentuk surat kepada penulis atau resensi buku. Mengategorikan informasi pada bacaan, simpulan, dan pendapatnya dalam pengatur grafis yang lebih kompleks

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif.

Mintalah peserta didik untuk melihat Jurnal Membaca dan memilih salah satu buku favoritnya. Catatan yang sudah ditulis bisa jadi modal untuk membuat resensi lengkap.

Dorong peserta didik untuk tidak takut atau ragu menyampaikan kritik terhadap penulis. Resensi tidak hanya memuat pujian atau ulasan yang bagus-bagus saja.

 

Instrumen Penilaian

Isi kolom dengan nama peserta didik!

Resensi buku dianggap baik jika memenuhi enam unsur berikut:

      judul yang menarik (berbeda dari judul buku yang diresensi)

      data buku lengkap

      pembukaan dan penutup

      sinopsis

      kelebihan dan kekurangan buku

      ditulis dengan tata bahasa baik

 

 

Penutup

        Peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

        Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

 

REFLEKSI

Lembar Releksi Diri Guru

Tuliskan pokok bahasan dan pertemuan materi yang diajarkan.

Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan kondisi guru saat dalam proses pembelajaran.

Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

Keterangan

1

Proses pembelajaran secara umum berlangsung dengan menarik, menyenangkan, menantang, dan bermakna.

 

 

 

 

Tujuan pembelajaran dapat dicapai.

 

 

 

 

Materi pembelajaran tersampaikan dengan baik.

 

 

 

 

Metode pembelajaran yang digunakan efektif.

 

 

 

 

Media/bahan/alat yang dipilih dan digunakan tepat dan variatif.

 

 

 

 

Penilaian proses dan hasil belajar dilakukan dan dengan teknik yang tepat.

 

 

 

 

Keterlibatan dan antusiasme peserta didik baik.

 

 

 

Catatan

.

.

C. ASESMEN

1. Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

Asesmen sikap didasarkan pada hasil releksi sikap peserta didik dan pengamatan guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Diri Sendiri Peserta Didik

a.       Isikan identitas peserta didik.

b.       Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.       Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Saya mengikuti pembelajaran

 

 

2.

Saya belajar secara mandiri.

 

 

3.

Saya mengerjakan tugas dari guru tanpa meminta bantuan orang lain.

 

 

4.

Saya berperan aktif dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

5.

Saya saling membantu dalam melakukan tugas kelompok.

 

 

6.

Saya berbagi tugas dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab  6 jawaban YA

Jika menjawab 4–5 jawaban YA

Jika menjawab 2–3 jawaban YA

Jika menjawab 1 jawaban YA

 

 

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Antarteman Peserta Didik

a.    Isikan identitas teman peserta didik.

b.    Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.    Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

 

 

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Teman saya mampu bekerja sama dengan teman lain.

 

 

2.

Teman saya mau berkomunikasi dengan teman lain.

 

 

3.

Teman saya lebih mengutamakan kepentingan teman lain.

 

 

4.

Teman saya hadir mengikuti pelajaran PJOK tepat waktu.

 

 

5.

Teman saya merupakan seseorang yang percaya diri.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab 5 jawaban YA

Jika menjawab 3–4 jawaban YA

Jika menjawab  2 jawaban YA

Jika menjawab  1 jawaban YA

 

Asesmen Diagnostik

ANALISIS HASIL PROFIL SISWA

No

Nama Siswa

Gaya Belajar

Kelebihan/ Hambatan

Pelajaran yang disukai

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi

Bukti Kemajuan Belajar

Pembela-jaran menyesuaikan

Ketersediaan dukungan belajar dan informasi lainnya

1

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Gaya belajar : kinestetik, orditori, visual, audiovisual

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi : konstruktif, saintifik, inquiry, PBL, PjBL, Discovery

Bukti Kemajuan Belajar : Formatif, sumatif, produk

Asesmen dan Instrumen Penilaian

 

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran untukmemetakan peserta didik sehingga merekamendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Asesmen diagnosis dilakukan pada kompetensi yang dirasa penting bagi guru. Misalnya, pada bulan pertama, guru kelas 6 seharusnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat menyimak dan memahami instruksi yang lebih kompleks, menemukan informasi pada teks yang dibaca, dapat menceritakan pengamatan dan pengalamannya, menjawab pertanyaan sesuai dengan jenjang, dan menulis teks naratif atau deskriptif sederhana.

Berikut ini adalah contoh soal asesmen diagnosis. Guru dapat membuat soal yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dianggap perlu diketahui guru pada awal tahun.

 

 

 

Menyimak

Minta peserta didik untuk memperagakan instruksi yang didengar. (Bergeser ke kanan satu langkah, maju satu langkah, hadap kanan, balik kanan, kaki kanan ke depan.)

Minta peserta didik untuk menggambar instruksi yang didengar. (Gambar sebuah kotak di tengah kertas. Lalu gambar sebuah segitiga di atas kotak. Di dalam segitiga tersebut, tambahkan dua lingkaran kecil.)

Minta peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari teks yang dibaca.

(Bacakan sebuah paragraf singkat. Lalu berilah pertanyaan yang berhubungan dengan isi paragraf.)

Tidak hanya dengan menjawab pertanyaan, tetapi peserta didik juga dapat menunjukkan pemahaman bacaan dengan membuat pertanyaan sendiri berdasarkan teks.

 

Membaca

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks narasi singkat. Ajukan pertanyaan: Apa judul teks tersebut? Siapa nama tokohnya? Apa masalah yang dihadapi oleh tokoh? Apa pesan dari cerita tersebut?

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks informatif yang singkat. Ajukan pertanyaan sesuai isi teks. Ajukan pertanyaan: Apa nama judul teks tersebut? Sebutkan 3 informasi yang kalian dengar dari teks tersebut. Apa yang dimaksud dengan … (kosakata) .... Apa arti imbuhan - pada kata ….

 

Berbicara

Minta peserta didik untuk menceritakan apa yang dilihat sepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Minta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang sebuah topik (persahabatan, kerusakan lingkungan, dan lainnya).

 

ASESSMEN MINAT DAN BAKAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

 

 

ASESMEN MINAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

D. LKPD

LKPD 

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:

Kelas/Semester                    :    VI  / .......

Mata Pelajaran                      :    BAHASA INDONESIA

Hari/Tanggal                         :    .................................................................................

Nama siswa                          :    .................................................................................

Materi pembelajaran            :    .................................................................................

                                                    .................................................................................

                                                    .................................................................................

 

Penilaian Pembelajaran       : ……………………………………………………..

 

Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM.

      Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.

      Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan Serta Tugas materi tambahan untuk menambah pengetahuan peserta didik.

      Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih sederhana sesuai materi

Lembar Kegiatan Peserta Didik

Tanggal : .........................................................................................

Lingkup/Materi Pembelajaran : .........................................................................................

Nama Peserta Didik : .........................................................................................

Fase/Kelas : C / VI

 

1. Panduan Umum

Sama dengan konsep panduan umum pada aktivitas pembelajaran

2. Panduan Aktivitas Pembelajaran

a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.

b. Lakukan aktivitas pembelajaran …………………..  secara berpasangan dengan teman peserta didik satu kelompok.

c. Perhatikan penjelasan berikut ini.

Cara bermain aktivitas pembelajaran …………………………………..  antara lain:

1) …………………………………………………………………………….

2) ………………………………………………………………………….

BAHAN BACAAN

        Jurnal membaca adalah kegiatan untuk mencatat pengalaman membaca. Agar tidak menjadi tugas yang menjemukan, hendaknya dihindari mewajibkan peserta didik membuat resensi utuh setiap kali selesai membaca. Tujuan dari jurnal membaca ini hanyalah mencatat informasi buku yang dibaca, ringkasan isi atau kisah, dan hal lain yang dianggap menarik dan berkesan.

        Jurnal membaca bisa dituliskan di buku tulis atau ditulis di atas kartu buatan sendiri dari kertas manila/karton. Jurnal ini bisa dipajang di pojok baca.

        Judul buku:

        Nama penulis dan ilustrator:

        Tanggal membaca (mulai dan selesai):

        Penilaian peserta didik:

        Ringkasan cerita:

Jurnal membaca sebaiknya memuat informasi di atas. Adapun aspek yang dieksplorasi peserta didik bisa berbeda-beda. Artinya, jurnal membaca tidak selalu dibuat dengan format yang sama.

 

Berikut ini aspek yang bisa dieksplorasi peserta didik ketika membaca. Dalam satu laporan, peserta didik bisa membahas dua hingga tiga aspek:

        Tokoh-tokoh utama di dalam buku

        Konflik yang terjadi di dalam cerita

        Hal menarik yang dilakukan tokoh

        Apakah peserta didik pernah mengalami hal seperti yang dialami tokoh

        Menulis akhir cerita jika tokoh diubah (misalnya tokoh anak perempuan

        diubah jadi anak laki-laki)

        Ilustrasi atau gambar di dalam buku

        Hal menarik pada gambar di dalam buku

        Hal yang ingin ditambahkan jika peserta didik adalah ilustratornya

        Informasi yang paling menarik/tidak menarik bagi peserta didik

        Hal lain yang menurut guru menarik untuk dieksplorasi

 

Berikut adalah contoh-contoh dari jurnal membaca yang dapat disalin peserta didik pada buku tulisnya. Dapat pula diketik ulang dan diperbanyak oleh guru.

 

 

 

 

 

Jurnal Menulis

Tujuan dari kegiatan jurnal menulis ini adalah membiasakan peserta didik untuk menuliskan idenya secara rutin. Mintalah peserta didik untuk menulis tiap akhir pekan. Pada hari Senin, mintalah beberapa peserta didik untuk membacakan tulisannya di depan kelas secara sukarela. Tunjuklah beberapa peserta didik yang belum pernah maju. Ajari peserta didik lain untuk mengapresiasi tulisan temannya.

Jurnal menulis ini bisa ditulis di buku tulis biasa atau buku tulis khusus untuk jurnal menulis. Untuk kelas 6, targetnya adalah menulis satu paragraph berisi empat atau lima kalimat. Tulisan bisa berupa satu paragraf utuh maupun kalimat-kalimat terpisah, asal masih dalam tema yang sama.

 

 

Ide-ide tulisan:

1. Narasi yang disusun secara kronologis (urut), misalnya kegiatan sehari-hari di rumah atau kegiatan ketika libur akhir pekan.

2. Deskripsi terhadap sesuatu, misalnya tentang sifat adik atau anggota keluarga lainnya.

3. Teks eksposisi yang memaparkan tentang sesuatu, misalnya pengamatan terhadap tanaman bunga yang ditemui di dekat rumah.

4. Teks argumentasi yang berisi gagasan, misalnya tentang mengatasi masalah lingkungan di sekitar rumah.

 

Glosarium

alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang.

alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik.

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu.

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran.

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar.

buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama.

capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran.

fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

fi    : cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).

intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami makna kalimat tersebut dengan benar.

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.

literasi dasar: kecakapan membaca dan menulis permulaan yang harus dikuasai di jenjang awal pendidikan formal.

literasi fi al: adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks fi nsial untuk meningkatkan kesejahteraan fi nsial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

lembar amatan: catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru.

media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital.

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca.

motorik halus: kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang melibatkan saraf, tulang, dan otot, untuk melakukan aktivitas tertentu.

nonfi      teks yang berdasarkan kenyataan atau fakta.

peragaan: proses menyajikan sebuah perilaku atau proses melakukan sesuatu agar orang lain dapat meniru atau mengadaptasi perilaku atau proses yang diperagakan tersebut.

perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar peserta didik dapat belajar secara mandiri.

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas.

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.

prediksi: prakiraan tentang sesuatu.

teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.

teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud dan tujuan sesuatu.

 

Daftar Pustaka

Culham, Ruth. 2005. 6 + 1 Traits of Writing: The Complete Guide for the Primary Grades. Scholastic Teaching Resources.

Dewayani,  Sofie.  2017.  Menghidupkan  Literasi  di  Ruang  Kelas.  Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.

Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Corwin.

Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning.

Grades PreK to 8. Heinemann.

Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms. Pearson.

McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.

Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series. Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal

Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best Practices. The Guilford Press.

Robb.  Laura.  2003.  Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math.

Scholastic Teaching Resources.

Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for Struggling Students. The Guilford Press.

Vygotsky, L. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah .................

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

............,...................................

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

  

 

 

Tutwuri-Handayani-SD

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Nama penyusun                          :       _______________________________

Nama Sekolah                             :       _______________________________

Mata pelajaran                              :       Bahasa Indonesia

Fase C, Kelas / Semester            :       VI (Enam)  / II (Genap)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.INFORMASI UMUM

1. Identitas Sekolah

a.       Nama Penyusun

 

b.      NIP/NUPTK

 

c.       Nama Sekolah

SDN 1 Jayamekar

d.      Alokasi Waktu

6 Pertemuan

e.       Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

f.        Jumlah Siswa

-

g.      Kelas / Semester

VI / II

h.      Fase

C

2. Kompetensi Dan Capaian Pembelajaran

        Materi Pokok

        Aman di Dunia Maya

        Capaian Pembelajaran

        Menyimak

        Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

        Membaca dan Memirsa

        Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.

        Berbicara dan Mempresentasikan

        Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

        Menulis

        Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, serta menuangkan hasil pengamatan untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru yang memiliki   makna   denotatif,   konotatif,   dan   kiasan.

        Peserta  didik  menyampaikan  perasaan  berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

3. Profil Pelajar Pancasila

Berakhlak Mulya

Elemen Kunci Berakhlak Mulia:

        Akhlak beragama:  Mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa intidari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang

        Akhlak pribadi: Menyadari bahwa menjaga dan merawat diri penting dilakukan bersamaan dengan menjaga dan merawat orang lain danlingkungan sekitarnya

        Akhlak kepada manusia: Mengutamakan persamaan dan kemanusiaan diatas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain

        Akhlak kepada alam: Menyadari pentingnya merawat lingkungansekitarnya sehingga dia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkunganalam, agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat inimaupun generasi mendatang

        Akhlak bernegara: Memahami serta menunaikan hak dan kewajibannyasebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warganegara

Berkebinekaan Global

Elemen Kunci Berkebinekaan Global:

        Mengenal dan Menghargai Budaya: mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, cara komunikasi, dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global.

        Kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama: memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

        Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan: secara reflektif memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebhinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda, sehingga dapat menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang harmonis antar sesama; dan kemudian secara aktif-partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Gotong Royong

Elemen Kunci Gotong Royong:

        Kolaborasi: bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.

        Kepedulian: memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan fisik sosial.

        Berbagi: memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat.

Mandiri

Elemen Kunci Mandiri:

        Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi : Melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi dimulai dari memahami emosi dirinya dan kelebihan serta keterbatasan dirinya, sehingga ia akan mampu mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi.

        Regulasi diri: mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya.

Bernalar Kritis

Elemen Kunci Bernalar Kritis:

        Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.

        Menganalisis dan mengevaluasi penalaran: dalam pengambilan keputusan, menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan.

        Merefleksi pemikiran dan proses berpikir: melakukan refleksi terhadap berpikir itu sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan.

        Mengambil keputusan: mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi yang relevan dari berbagai sumber, fakta dan data yang mendukung.

Kreatif

Elemen Kunci Kreatif:

        Menghasilkan gagasan yang orisinal: menghasilkan gagasan yang terbentuk dari hal paling sederhana, seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan, sampai dengan gagasan yang kompleks untuk kemudian mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya guna mengatasi persoalan dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

        Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal: menghasilkan karya yang didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

4. Sarana, Alat dan Bahan, Materi / Sumber Belajar, Target Peserta Didik

a.Sarana

        Ruang kelas / outdoor

b.Alat Dan bahan

        Alat tulis, Komputer/Laptop, Internet

c.Materi / Sumber belajar

        Buku Pelajaran Bahasa Indonesia, Modul, Buku, Slide, Video, Gambar

d.Target Peserta Didik

        Peserta didik kelas VI  yang menjadi target yaitu peserta didik reguler atau inklusif

5. Ketersediaan Materi, Asesmen, Unit Kegiatan, Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

a.Ketersediaan Materi

        Pengayaan untuk siswa

        Alternatif penjelasan, metode pembelajaran, atau pemahaman materi oleh siswa

b.Assesmen

        Assesmen individu atau kelompok

        Tes tertulis/pengetahuan/wawancara/praktik

c.Unit kegiatan

        Individu / kelompok

d.Model Pembelajaran

        Tatap muka

        Metode yang relevan untuk mengoptimalisasikan potensi peserta didik dan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum baru menekankan antara lain observasi, bertanya, refleksi, diskusi, presentasi, dan unjuk kerja. Rencana pembelajaran meliputi analisis kompetensi, analisis konteks, identifikasi permasalahan (kesenjangan antara harapan dan kenyataan), penentuan strategi yang meliputi pemilihan model, materi, metode, dan media pembelajaran untuk mencapai kompetensi bertolak dari konteks.

e.Strategi Pembelajaran

        Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 membimbing peserta didik untuk dapat berkomunikasi dan memahami bahasa lisan dan tertulis. Strategi pembelajaran literasi di kelas meningkatkan kecakapan menyimak, membaca, memirsa gambar, berbicara, mempresentasikan gagasan, serta menulis. Untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas 6, strategi memahami bacaan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah membaca teks. Dalam kegiatan literasi berimbang, hal ini dilakukan melalui kegiatan menyimak buku yang dibacakan, membaca bersama-sama, serta kegiatan membaca terbimbing.

        Berikut model kegiatan literasi berimbang:

 

Contoh kegiatan literasi bersama peserta didik:

        Membacakan nyaring dan mendiskusikan bacaan

        Memberikan pendapat atau pengalaman terkait tema buku dan mempresentasikannya

        Membaca terbimbing dan berdiskusi tentang bacaan

        Menuliskan kata atau kalimat paling menarik dari buku yang dibaca

        Memirsa gambar dan mendiskusikannya

        Aktivitas belajar di luar kelas untuk mengamati, berkarya, dan mencipta

        terkait tema pembelajaran, misalnya mengunjungi perpustakaan, taman bacaan, atau tempat lain yang sesuai.

B. KOMPETENSI INTI

1.Kata Kunci, Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik

a. Kata kunci

        Membedakan teks fiksi dan nonfiksi

        Membuat kerangka esai argumentatif

        Menulis esai argumentatif

        Menyunting naskah sendiri

        Membuat daftar pustaka

b. Tujuan Pembelajaran

        Pada bab ini kalian dapat mengetahui cara agar tetap aman di dunia maya. Kalian bisa membedakan teks fiksi dan nonfiksi, juga menulis sesuai topik yang kalian minati sebagai tugas akhir.

c. Pemahaman Bermakna

        Tentang Tema Ini

        Bapak dan Ibu Guru, bab penutup di kelas 6 ini lebih menekankan untuk proyek tugas akhir: Menulis Esai Argumentatif.

        Peserta didik diharapkan bisa menghasilkan karya tulis yang berkualitas ketika lulus Sekolah Dasar. Materi di bab ini akan memandu peserta didik menulis dalam tahap-tahap.

        Selain itu, wacana yang penting dibahas dalam bab ini adalah tentang keamanan di dunia maya. Untuk kebutuhan riset, peserta didik perlu menggunakan internet untuk mencari informasi. Oleh

        karena itu, bahasan tentang keamanan di dunia maya menjadi penting agar peserta didik dapat menggunakan internet dengan sehat.

        Untuk sekolah yang belum mempunyai akses internet, informasi untuk riset tulisan peserta didik dapat diusahakan dari buku, kliping, koran, majalah, maupun wawancara dengan orang tua atau guru.

d. Pertanyaan Pemantik

        Lihat halaman dalam Bab ini di buku siswa

2.Kegiatan Pembelajaran

Aktivitas Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembuka

Kegiatan 1

Membaca Esai: Pada Masa Depan, Robot akan Menggantikan Pekerjaan

Manusia

Membaca

Menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra

dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya.

Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya.

Menyampaikan pendapat terhadap informasi pada teks informasional yang sesuai jenjangnya.

 

Tip Pembelajaran

      Teks ini adalah contoh esai argumentatif yang ditulis dengan singkat (180 kata), jelas, dan mempunyai struktur argumen yang baik. Ajaklah peserta didik untuk memahami argumen penulis secara keseluruhan dan menemukan ide pokok serta tiga argumen pendukung.

      Sampaikan kepada peserta didik bahwa di akhir bab ini, peserta didik akan bisa membuat karya esai seperti esai mengenai robot tersebut, dengan jumlah kata sekitar 250--400 kata. Gunakan kegiatan jurnal menulis di akhir pekan untuk mendukung proyek menulis esai ini.

 

Kunci Jawaban Pemahaman Bacaan “Pada Masa Depan, Robot akan

Menggantikan Pekerjaan Manusia”

1.    Ide pokok dari esai tersebut adalah robot akan mengambil alih pekerjaan manusia.

2.    Argumen penulis:

-      Sekarang sudah banyak hal yang bisa dilakukan oleh robot.

-      Robot mempunyai banyak keunggulan dibandingkan manusia.

-      Pada masa depan, harga robot lebih murah daripada gaji karyawan.

3.    Saya setuju dengan isi esai tersebut. Kemajuan teknologi dan perubahan tidak dapat dihindari. Lebih baik kita bersiap untuk menghadapi tantangan tersebut, antara lain dengan meningkatkan kualitas diri.

4.    Belajar sepanjang hayat artinya seseorang terus belajar selama dia hidup, tidak hanya belajar ketika berada di sekolah atau bangku kuliah.

5.    Tabel hal-hal yang bisa digantikan robot dan hal-hal yang tidak bisa digantikan robot.

Catatan: peserta didik mungkin mempunyai pendapat yang berbeda asalkan masuk akal atau sesuai dengan konteksnya

 

Kegiatan 2

Menulis Esai Argumentatif Tahap 1 dan 2: Memilih Topik dan Membuat

Kerangka

Menulis

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan.

 

 

Kegiatan 3

Membedakan Teks Fiksi dan Nonfiksi

Membaca

Membedakan informasi yang bersifat fakta dan fiksi pada teks yang sesuai dengan jenjangnya.


 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan 4

Membaca Tip Aman di Dunia Maya

Membaca

Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada satu paragraf atau pada fitur grafis (grafik, bagan, dll.) serta informasi lain yang ditambahkan oleh penerbit dalam bentuk glosarium yang sesuai dengan jenjangnya.

 

Tip Pembelajaran

Internet menjadi semakin penting dalam kehidupan kita. Kemajuan teknologi, dengan segala kebaikannya, juga mempunyai ancaman bagi penggunanya, antara lain masalah keamanan. Peserta didik sebagai pengguna internet harus paham hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kejahatan di dunia maya.

 

Kesalahan Umum

Peserta didik yang belum pernah mengakses internet mungkin akan kesulitan memahami tip ini. Guru bisa memberi penjelasan dengan mengumpamakan internet sebagai etalase kaca yang bisa dilihat semua orang. Apa pun yang dimasukkan ke etalase tersebut, semua orang bisa melihatnya. Untuk itu, peserta didik harus hati-hati ketika menampilkan atau mengunggah sesuatu ke dunia maya karena kemungkinan besar hal yang sudah diunggah tidak bisa dihapus kembali.

 

Inspirasi Kegiatan

·       Buatlah diskusi kelas dengan topik: Perlukah orang tua dan pemerintah melakukan sensor?

·       Selama ini pemerintah sudah melakukan sensor dengan memblokir beberapa situs yang dianggap tidak sehat, yaitu situs yang berisi pornografi. Namun akibatnya, beberapa situs yang sebenarnya berisi edukasi kesehatan reproduksi juga ikut disensor. Bagaimana sebaiknya mekanisme sensor ini?

·       Diskusi dengan peserta didik akan menarik karena ada perspektif anak yang selama ini tidak pernah dipertimbangkan oleh pemerintah dan orang tua ketika melakukan sensor. Apakah menurut anak-anak sendiri mereka bisa memutuskan mana situs yang sehat dan tidak sehat, tanpa orang dewasa repot-repot melakukan sensor?

 

Tip: topik ini bisa ditulis peserta didik menjadi esai argumentatif

 

Kunci Jawaban Menyimak Bacaan “Tip Aman di Dunia Maya”

1.     Kita harus berperilaku baik di dunia maya karena meskipun tidak bertatap muka secara langsung, orang-orang di balik layar gawai atau computer adalah orang-orang yang sama dengan kita di dunia nyata.

2.     Di dunia maya kita memang harus hati-hati memilih teman karena belum tentu yang ingin berteman dengan kita adalah orang yang identitasnya seperti yang dia tampilkan di dunia maya.

3.     Hal yang termasuk informasi pribadi antara lain: nama lengkap, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, dan data bank. Kita tidak boleh membagikan informasi pribadi secara daring agar data tersebut tidak disalahgunakan untuk penipuan.

4.     Ketika mengalami perundungan daring saya akan memberi tahu orang tua saya dan istirahat sebentar dari menggunakan internet.

Kegiatan 5

Menulis Esai Argumentatif Tahap 3 dan 4: Melakukan Riset dan Menulis

Draf

Membaca

Mengidentifikasi sumber informasi lain untuk mengklarifikasi pemahamannya

terhadap teks naratif dan informasional.

 

Menulis

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi,

dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan

 

tips

Riset perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan menulis agar hal yang ditulis tidak hanya berdasarkan asumsi belaka. Bimbing peserta didik untuk membuat daftar pertanyaan atau hal-hal yang ingin dia ketahui dan bantulah menemukan sumber informasi tepercaya.

Bersamaan dengan melakukan riset mencari informasi dan data, peserta didik juga harus melakukan pencatatan Daftar Pustaka. Hal ini perlu dilakukan agar peserta didik tidak lupa mencantumkan sumber.

Tekankan kepada peserta didik untuk tidak ragu-ragu menuliskan draf pertama. Menulis draf pertama harus dilakukan sebebas-bebasnya tanpa khawatir ada kesalahan. Nanti peserta didik akan kembali memeriksa tulisannya ketika menyunting.

 

Inspirasi

Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Atur ruangan kelas agar mendukung suasana menulis, misalnya dengan memutar musik klasik sebagai latar belakang. Bebaskan peserta didik untuk memilih tempat favoritnya untuk menulis, misalnya di pojok baca, di perpustakaan, dan di bawah pohon.

 

 

 

Kesalahan

Peserta didik kadang menyalin begitu saja kalimat yang dia temukan di sebuah artikel. Hal ini tidak boleh dilakukan. Plagiat sangat dilarang di dunia akademik. Bantu peserta didik untuk merangkum data dan informasi dan tulis kembali dengan kata-kata peserta didik sendiri. Kalau memang ingin menuliskan kalimat tersebut secara utuh, gunakan tanda kutip dan sebutkan nama penulis sumbernya. Jangan lupa untuk tetap menuliskan sumber tulisan di daftar pustaka.

 

Kegiatan 6

Menulis Esai Argumentatif Tahap 5: Menyunting Naskah

Menulis

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan.

Menuliskan kalimat dengan tanda baca: tanda titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan tanda petik sesuai dengan fungsinya. Menuliskan kalimat dengan spasi di antara kata. Menulis kalimat dengan huruf kapital di awal kalimat.

 

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Namun, penilaian dilakukan di setiap tahap kegiatan menulis.

Tekankan pada peserta didik bahwa kegiatan menyunting sangat penting untuk memeriksa apakah tulisannya bisa dibaca dan mudah dipahami. Penyuntingan juga penting agar tidak ada kesalahan ejaan dan tanda baca yang tidak perlu.

Beri kesempatan pada peserta didik untuk memperbaiki esai sebelum mengumpulkannya sebagai tugas akhir.

Inspirasi Kegiatan

Setelah peserta didik puas menyunting esainya sendiri, peserta didik bisa meminta bantuan teman untuk kembali memeriksa esainya. Tukarkan esai dengan teman sebangku, lalu periksa apakah tulisannya enak dibaca, apakah tidak ada kalimat yang tidak bisa dipahami, dan koreksi kalau masih ada kesalahan kecil ejaan dan tanda baca.

Kesalahan Umum

Tulisan peserta didik sudah jelas dan argumennya mudah dipahami, namun pilihan kata yang digunakan kurang bervariasi. Bantulah peserta didik untuk mencari sinonim dari kata-kata yang digunakannya agar pilihan katanya tidak monoton.

 

        Penutup

        Peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

        Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

REFLEKSI

Lembar Releksi Diri Guru

Tuliskan pokok bahasan dan pertemuan materi yang diajarkan.

Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan kondisi guru saat dalam proses pembelajaran.

Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

Keterangan

1

Proses pembelajaran secara umum berlangsung dengan menarik, menyenangkan, menantang, dan bermakna.

 

 

 

 

Tujuan pembelajaran dapat dicapai.

 

 

 

 

Materi pembelajaran tersampaikan dengan baik.

 

 

 

 

Metode pembelajaran yang digunakan efektif.

 

 

 

 

Media/bahan/alat yang dipilih dan digunakan tepat dan variatif.

 

 

 

 

Penilaian proses dan hasil belajar dilakukan dan dengan teknik yang tepat.

 

 

 

 

Keterlibatan dan antusiasme peserta didik baik.

 

 

 

Catatan

.

.

C. ASESMEN

1. Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

Asesmen sikap didasarkan pada hasil releksi sikap peserta didik dan pengamatan guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Diri Sendiri Peserta Didik

a.   Isikan identitas peserta didik.

b.   Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.   Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Saya mengikuti pembelajaran

 

 

2.

Saya belajar secara mandiri.

 

 

3.

Saya mengerjakan tugas dari guru tanpa meminta bantuan orang lain.

 

 

4.

Saya berperan aktif dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

5.

Saya saling membantu dalam melakukan tugas kelompok.

 

 

6.

Saya berbagi tugas dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab  6 jawaban YA

Jika menjawab 4–5 jawaban YA

Jika menjawab 2–3 jawaban YA

Jika menjawab 1 jawaban YA

 

 

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Antarteman Peserta Didik

a.   Isikan identitas teman peserta didik.

b.   Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.   Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

 

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Teman saya mampu bekerja sama dengan teman lain.

 

 

2.

Teman saya mau berkomunikasi dengan teman lain.

 

 

3.

Teman saya lebih mengutamakan kepentingan teman lain.

 

 

4.

Teman saya hadir mengikuti pelajaran PJOK tepat waktu.

 

 

5.

Teman saya merupakan seseorang yang percaya diri.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab 5 jawaban YA

Jika menjawab 3–4 jawaban YA

Jika menjawab  2 jawaban YA

Jika menjawab  1 jawaban YA

 

Asesmen Diagnostik

ANALISIS HASIL PROFIL SISWA

No

Nama Siswa

Gaya Belajar

Kelebihan/ Hambatan

Pelajaran yang disukai

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi

Bukti Kemajuan Belajar

Pembela-jaran menyesuaikan

Ketersediaan dukungan belajar dan informasi lainnya

1

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Gaya belajar : kinestetik, orditori, visual, audiovisual

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi : konstruktif, saintifik, inquiry, PBL, PjBL, Discovery

Bukti Kemajuan Belajar : Formatif, sumatif, produk

Asesmen dan Instrumen Penilaian

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran untukmemetakan peserta didik sehingga merekamendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Asesmen diagnosis dilakukan pada kompetensi yang dirasa penting bagi guru. Misalnya, pada bulan pertama, guru kelas 6 seharusnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat menyimak dan memahami instruksi yang lebih kompleks, menemukan informasi pada teks yang dibaca, dapat menceritakan pengamatan dan pengalamannya, menjawab pertanyaan sesuai dengan jenjang, dan menulis teks naratif atau deskriptif sederhana.

Berikut ini adalah contoh soal asesmen diagnosis. Guru dapat membuat soal yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dianggap perlu diketahui guru pada awal tahun.

 

Menyimak

Minta peserta didik untuk memperagakan instruksi yang didengar. (Bergeser ke kanan satu langkah, maju satu langkah, hadap kanan, balik kanan, kaki kanan ke depan.)

Minta peserta didik untuk menggambar instruksi yang didengar. (Gambar sebuah kotak di tengah kertas. Lalu gambar sebuah segitiga di atas kotak. Di dalam segitiga tersebut, tambahkan dua lingkaran kecil.)

Minta peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari teks yang dibaca.

(Bacakan sebuah paragraf singkat. Lalu berilah pertanyaan yang berhubungan dengan isi paragraf.)

Tidak hanya dengan menjawab pertanyaan, tetapi peserta didik juga dapat menunjukkan pemahaman bacaan dengan membuat pertanyaan sendiri berdasarkan teks.

 

Membaca

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks narasi singkat. Ajukan pertanyaan: Apa judul teks tersebut? Siapa nama tokohnya? Apa masalah yang dihadapi oleh tokoh? Apa pesan dari cerita tersebut?

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks informatif yang singkat. Ajukan pertanyaan sesuai isi teks. Ajukan pertanyaan: Apa nama judul teks tersebut? Sebutkan 3 informasi yang kalian dengar dari teks tersebut. Apa yang dimaksud dengan … (kosakata) .... Apa arti imbuhan - pada kata ….

 

Berbicara

Minta peserta didik untuk menceritakan apa yang dilihat sepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Minta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang sebuah topik (persahabatan, kerusakan lingkungan, dan lainnya).

ASESSMEN MINAT DAN BAKAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

 

 

ASESMEN MINAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

D. LKPD

LKPD 

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:

Kelas/Semester                    :    VI  / .......

Mata Pelajaran                      :    BAHASA INDONESIA

Hari/Tanggal                         :    .................................................................................

Nama siswa                          :    .................................................................................

Materi pembelajaran            :    .................................................................................

                                                    .................................................................................

                                                    .................................................................................

 

Penilaian Pembelajaran       : ……………………………………………………..

 

Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM.

      Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.

      Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan Serta Tugas materi tambahan untuk menambah pengetahuan peserta didik.

      Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih sederhana sesuai materi

 

Lembar Kegiatan Peserta Didik

Tanggal : .........................................................................................

Lingkup/Materi Pembelajaran : .........................................................................................

Nama Peserta Didik : .........................................................................................

Fase/Kelas : C / VI

 

1. Panduan Umum

Sama dengan konsep panduan umum pada aktivitas pembelajaran

2. Panduan Aktivitas Pembelajaran

a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.

b. Lakukan aktivitas pembelajaran …………………..  secara berpasangan dengan teman peserta didik satu kelompok.

c. Perhatikan penjelasan berikut ini.

Cara bermain aktivitas pembelajaran …………………………………..  antara lain:

1) …………………………………………………………………………….

2) ………………………………………………………………………….

BAHAN BACAAN

        Jurnal membaca adalah kegiatan untuk mencatat pengalaman membaca. Agar tidak menjadi tugas yang menjemukan, hendaknya dihindari mewajibkan peserta didik membuat resensi utuh setiap kali selesai membaca. Tujuan dari jurnal membaca ini hanyalah mencatat informasi buku yang dibaca, ringkasan isi atau kisah, dan hal lain yang dianggap menarik dan berkesan.

        Jurnal membaca bisa dituliskan di buku tulis atau ditulis di atas kartu buatan sendiri dari kertas manila/karton. Jurnal ini bisa dipajang di pojok baca.

        Judul buku:

        Nama penulis dan ilustrator:

        Tanggal membaca (mulai dan selesai):

        Penilaian peserta didik:

        Ringkasan cerita:

Jurnal membaca sebaiknya memuat informasi di atas. Adapun aspek yang dieksplorasi peserta didik bisa berbeda-beda. Artinya, jurnal membaca tidak selalu dibuat dengan format yang sama.

 

Berikut ini aspek yang bisa dieksplorasi peserta didik ketika membaca. Dalam satu laporan, peserta didik bisa membahas dua hingga tiga aspek:

        Tokoh-tokoh utama di dalam buku

        Konflik yang terjadi di dalam cerita

        Hal menarik yang dilakukan tokoh

        Apakah peserta didik pernah mengalami hal seperti yang dialami tokoh

        Menulis akhir cerita jika tokoh diubah (misalnya tokoh anak perempuan

        diubah jadi anak laki-laki)

        Ilustrasi atau gambar di dalam buku

        Hal menarik pada gambar di dalam buku

        Hal yang ingin ditambahkan jika peserta didik adalah ilustratornya

        Informasi yang paling menarik/tidak menarik bagi peserta didik

        Hal lain yang menurut guru menarik untuk dieksplorasi

 

Berikut adalah contoh-contoh dari jurnal membaca yang dapat disalin peserta didik pada buku tulisnya. Dapat pula diketik ulang dan diperbanyak oleh guru.

 

 

 

 

 

Jurnal Menulis

Tujuan dari kegiatan jurnal menulis ini adalah membiasakan peserta didik untuk menuliskan idenya secara rutin. Mintalah peserta didik untuk menulis tiap akhir pekan. Pada hari Senin, mintalah beberapa peserta didik untuk membacakan tulisannya di depan kelas secara sukarela. Tunjuklah beberapa peserta didik yang belum pernah maju. Ajari peserta didik lain untuk mengapresiasi tulisan temannya.

Jurnal menulis ini bisa ditulis di buku tulis biasa atau buku tulis khusus untuk jurnal menulis. Untuk kelas 6, targetnya adalah menulis satu paragraph berisi empat atau lima kalimat. Tulisan bisa berupa satu paragraf utuh maupun kalimat-kalimat terpisah, asal masih dalam tema yang sama.

 

 

Ide-ide tulisan:

1.     Narasi yang disusun secara kronologis (urut), misalnya kegiatan sehari-hari di rumah atau kegiatan ketika libur akhir pekan.

2.     Deskripsi terhadap sesuatu, misalnya tentang sifat adik atau anggota keluarga lainnya.

3.     Teks eksposisi yang memaparkan tentang sesuatu, misalnya pengamatan terhadap tanaman bunga yang ditemui di dekat rumah.

4.     Teks argumentasi yang berisi gagasan, misalnya tentang mengatasi masalah lingkungan di sekitar rumah.

 

Glosarium

alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang.

alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik.

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu.

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran.

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar.

buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama.

capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran.

fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

fi    : cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).

intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami makna kalimat tersebut dengan benar.

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.

literasi dasar: kecakapan membaca dan menulis permulaan yang harus dikuasai di jenjang awal pendidikan formal.

literasi fi al: adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks fi nsial untuk meningkatkan kesejahteraan fi nsial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

lembar amatan: catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru.

media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital.

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca.

motorik halus: kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang melibatkan saraf, tulang, dan otot, untuk melakukan aktivitas tertentu.

nonfi      teks yang berdasarkan kenyataan atau fakta.

peragaan: proses menyajikan sebuah perilaku atau proses melakukan sesuatu agar orang lain dapat meniru atau mengadaptasi perilaku atau proses yang diperagakan tersebut.

perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar peserta didik dapat belajar secara mandiri.

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas.

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.

prediksi: prakiraan tentang sesuatu.

teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.

teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud dan tujuan sesuatu.

 

Daftar Pustaka

Culham, Ruth. 2005. 6 + 1 Traits of Writing: The Complete Guide for the Primary Grades. Scholastic Teaching Resources.

Dewayani,  Sofie.  2017.  Menghidupkan  Literasi  di  Ruang  Kelas.  Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.

Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Corwin.

Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning.

Grades PreK to 8. Heinemann.

Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms. Pearson.

McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.

Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series. Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal

Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best Practices. The Guilford Press.

Robb.  Laura.  2003.  Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math.

Scholastic Teaching Resources.

Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for Struggling Students. The Guilford Press.

Vygotsky, L. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah .................

 

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

............,...................................

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

...............................................

NIP.

 

  

 

 

Tutwuri-Handayani-SD

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Nama penyusun                          :       _______________________________

Nama Sekolah                             :       _______________________________

Mata pelajaran                              :       Bahasa Indonesia

Fase C, Kelas / Semester            :       VI (Enam)  / II (Genap)

 

 

A.INFORMASI UMUM

1. Identitas Sekolah

a.       Nama Penyusun

 

b.      NIP/NUPTK

 

c.       Nama Sekolah

SDN 1 Jayamekar

d.      Alokasi Waktu

6 Pertemuan

e.       Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

f.        Jumlah Siswa

-

g.      Kelas / Semester

VI / II

h.      Fase

C

2. Kompetensi Dan Capaian Pembelajaran

        Materi Pokok

        Aman di Dunia Maya

        Capaian Pembelajaran

        Menyimak

        Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio.

        Membaca dan Memirsa

        Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.

        Berbicara dan Mempresentasikan

        Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur dan meyakinkan mitra tutur sesuai kaidah dan konteks. Menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan kiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengan norma budaya; menyampaikan informasi dengan fasih dan santun. Peserta didik menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif. Peserta didik mempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif.

        Menulis

        Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, serta menuangkan hasil pengamatan untuk meyakinkan pembaca. Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraan untuk menulis teks sesuai dengan konteks dan norma budaya; menggunakan kosakata baru yang memiliki   makna   denotatif,   konotatif,   dan   kiasan.

        Peserta  didik  menyampaikan  perasaan  berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk prosa dan puisi dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

3. Profil Pelajar Pancasila

Berakhlak Mulya

Elemen Kunci Berakhlak Mulia:

        Akhlak beragama:  Mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa intidari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang

        Akhlak pribadi: Menyadari bahwa menjaga dan merawat diri penting dilakukan bersamaan dengan menjaga dan merawat orang lain danlingkungan sekitarnya

        Akhlak kepada manusia: Mengutamakan persamaan dan kemanusiaan diatas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain

        Akhlak kepada alam: Menyadari pentingnya merawat lingkungansekitarnya sehingga dia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkunganalam, agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat inimaupun generasi mendatang

        Akhlak bernegara: Memahami serta menunaikan hak dan kewajibannyasebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warganegara

Berkebinekaan Global

Elemen Kunci Berkebinekaan Global:

        Mengenal dan Menghargai Budaya: mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, cara komunikasi, dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global.

        Kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama: memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

        Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan: secara reflektif memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebhinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya yang berbeda, sehingga dapat menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang harmonis antar sesama; dan kemudian secara aktif-partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Gotong Royong

Elemen Kunci Gotong Royong:

        Kolaborasi: bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.

        Kepedulian: memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan fisik sosial.

        Berbagi: memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat.

Mandiri

Elemen Kunci Mandiri:

        Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi : Melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi dimulai dari memahami emosi dirinya dan kelebihan serta keterbatasan dirinya, sehingga ia akan mampu mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi.

        Regulasi diri: mampu mengatur pikiran, perasaan, dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya.

Bernalar Kritis

Elemen Kunci Bernalar Kritis:

        Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan: memiliki rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut.

        Menganalisis dan mengevaluasi penalaran: dalam pengambilan keputusan, menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan.

        Merefleksi pemikiran dan proses berpikir: melakukan refleksi terhadap berpikir itu sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan.

        Mengambil keputusan: mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi yang relevan dari berbagai sumber, fakta dan data yang mendukung.

Kreatif

Elemen Kunci Kreatif:

        Menghasilkan gagasan yang orisinal: menghasilkan gagasan yang terbentuk dari hal paling sederhana, seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan, sampai dengan gagasan yang kompleks untuk kemudian mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya guna mengatasi persoalan dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

        Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal: menghasilkan karya yang didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

4. Sarana, Alat dan Bahan, Materi / Sumber Belajar, Target Peserta Didik

a.Sarana

        Ruang kelas / outdoor

b.Alat Dan bahan

        Alat tulis, Komputer/Laptop, Internet

c.Materi / Sumber belajar

        Buku Pelajaran Bahasa Indonesia, Modul, Buku, Slide, Video, Gambar

d.Target Peserta Didik

        Peserta didik kelas VI  yang menjadi target yaitu peserta didik reguler atau inklusif

5. Ketersediaan Materi, Asesmen, Unit Kegiatan, Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran

a.Ketersediaan Materi

        Pengayaan untuk siswa

        Alternatif penjelasan, metode pembelajaran, atau pemahaman materi oleh siswa

b.Assesmen

        Assesmen individu atau kelompok

        Tes tertulis/pengetahuan/wawancara/praktik

c.Unit kegiatan

        Individu / kelompok

d.Model Pembelajaran

        Tatap muka

        Metode yang relevan untuk mengoptimalisasikan potensi peserta didik dan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum baru menekankan antara lain observasi, bertanya, refleksi, diskusi, presentasi, dan unjuk kerja. Rencana pembelajaran meliputi analisis kompetensi, analisis konteks, identifikasi permasalahan (kesenjangan antara harapan dan kenyataan), penentuan strategi yang meliputi pemilihan model, materi, metode, dan media pembelajaran untuk mencapai kompetensi bertolak dari konteks.

e.Strategi Pembelajaran

        Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 membimbing peserta didik untuk dapat berkomunikasi dan memahami bahasa lisan dan tertulis. Strategi pembelajaran literasi di kelas meningkatkan kecakapan menyimak, membaca, memirsa gambar, berbicara, mempresentasikan gagasan, serta menulis. Untuk meningkatkan kecakapan literasi peserta didik kelas 6, strategi memahami bacaan dilakukan sebelum, selama, dan sesudah membaca teks. Dalam kegiatan literasi berimbang, hal ini dilakukan melalui kegiatan menyimak buku yang dibacakan, membaca bersama-sama, serta kegiatan membaca terbimbing.

        Berikut model kegiatan literasi berimbang:

 

Contoh kegiatan literasi bersama peserta didik:

        Membacakan nyaring dan mendiskusikan bacaan

        Memberikan pendapat atau pengalaman terkait tema buku dan mempresentasikannya

        Membaca terbimbing dan berdiskusi tentang bacaan

        Menuliskan kata atau kalimat paling menarik dari buku yang dibaca

        Memirsa gambar dan mendiskusikannya

        Aktivitas belajar di luar kelas untuk mengamati, berkarya, dan mencipta

        terkait tema pembelajaran, misalnya mengunjungi perpustakaan, taman bacaan, atau tempat lain yang sesuai.

B. KOMPETENSI INTI

1.Kata Kunci, Tujuan Pembelajaran, Pemahaman Bermakna, Pertanyaan Pemantik

a. Kata kunci

        Membedakan teks fiksi dan nonfiksi

        Membuat kerangka esai argumentatif

        Menulis esai argumentatif

        Menyunting naskah sendiri

        Membuat daftar pustaka

b. Tujuan Pembelajaran

        Pada bab ini kalian dapat mengetahui cara agar tetap aman di dunia maya. Kalian bisa membedakan teks fiksi dan nonfiksi, juga menulis sesuai topik yang kalian minati sebagai tugas akhir.

c. Pemahaman Bermakna

        Tentang Tema Ini

        Bapak dan Ibu Guru, bab penutup di kelas 6 ini lebih menekankan untuk proyek tugas akhir: Menulis Esai Argumentatif.

        Peserta didik diharapkan bisa menghasilkan karya tulis yang berkualitas ketika lulus Sekolah Dasar. Materi di bab ini akan memandu peserta didik menulis dalam tahap-tahap.

        Selain itu, wacana yang penting dibahas dalam bab ini adalah tentang keamanan di dunia maya. Untuk kebutuhan riset, peserta didik perlu menggunakan internet untuk mencari informasi. Oleh

        karena itu, bahasan tentang keamanan di dunia maya menjadi penting agar peserta didik dapat menggunakan internet dengan sehat.

        Untuk sekolah yang belum mempunyai akses internet, informasi untuk riset tulisan peserta didik dapat diusahakan dari buku, kliping, koran, majalah, maupun wawancara dengan orang tua atau guru.

d. Pertanyaan Pemantik

        Lihat halaman dalam Bab ini di buku siswa

2.Kegiatan Pembelajaran

Aktivitas Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembuka

Kegiatan 1

Membaca Esai: Pada Masa Depan, Robot akan Menggantikan Pekerjaan

Manusia

Membaca

Menjelaskan ide pokok dan banyak ide pendukung dari sebuah teks sastra

dan informasional yang terus meningkat sesuai jenjangnya.

Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya.

Menyampaikan pendapat terhadap informasi pada teks informasional yang sesuai jenjangnya.

 

Tip Pembelajaran

      Teks ini adalah contoh esai argumentatif yang ditulis dengan singkat (180 kata), jelas, dan mempunyai struktur argumen yang baik. Ajaklah peserta didik untuk memahami argumen penulis secara keseluruhan dan menemukan ide pokok serta tiga argumen pendukung.

      Sampaikan kepada peserta didik bahwa di akhir bab ini, peserta didik akan bisa membuat karya esai seperti esai mengenai robot tersebut, dengan jumlah kata sekitar 250--400 kata. Gunakan kegiatan jurnal menulis di akhir pekan untuk mendukung proyek menulis esai ini.

 

Kunci Jawaban Pemahaman Bacaan “Pada Masa Depan, Robot akan

Menggantikan Pekerjaan Manusia”

1.    Ide pokok dari esai tersebut adalah robot akan mengambil alih pekerjaan manusia.

2.    Argumen penulis:

-      Sekarang sudah banyak hal yang bisa dilakukan oleh robot.

-      Robot mempunyai banyak keunggulan dibandingkan manusia.

-      Pada masa depan, harga robot lebih murah daripada gaji karyawan.

3.    Saya setuju dengan isi esai tersebut. Kemajuan teknologi dan perubahan tidak dapat dihindari. Lebih baik kita bersiap untuk menghadapi tantangan tersebut, antara lain dengan meningkatkan kualitas diri.

4.    Belajar sepanjang hayat artinya seseorang terus belajar selama dia hidup, tidak hanya belajar ketika berada di sekolah atau bangku kuliah.

5.    Tabel hal-hal yang bisa digantikan robot dan hal-hal yang tidak bisa digantikan robot.

Catatan: peserta didik mungkin mempunyai pendapat yang berbeda asalkan masuk akal atau sesuai dengan konteksnya

 

Kegiatan 2

Menulis Esai Argumentatif Tahap 1 dan 2: Memilih Topik dan Membuat

Kerangka

Menulis

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan.

 

 

Kegiatan 3

Membedakan Teks Fiksi dan Nonfiksi

Membaca

Membedakan informasi yang bersifat fakta dan fiksi pada teks yang sesuai dengan jenjangnya.


 

Kegiatan 4

Membaca Tip Aman di Dunia Maya

Membaca

Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada satu paragraf atau pada fitur grafis (grafik, bagan, dll.) serta informasi lain yang ditambahkan oleh penerbit dalam bentuk glosarium yang sesuai dengan jenjangnya.

 

Tip Pembelajaran

Internet menjadi semakin penting dalam kehidupan kita. Kemajuan teknologi, dengan segala kebaikannya, juga mempunyai ancaman bagi penggunanya, antara lain masalah keamanan. Peserta didik sebagai pengguna internet harus paham hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kejahatan di dunia maya.

 

Kesalahan Umum

Peserta didik yang belum pernah mengakses internet mungkin akan kesulitan memahami tip ini. Guru bisa memberi penjelasan dengan mengumpamakan internet sebagai etalase kaca yang bisa dilihat semua orang. Apa pun yang dimasukkan ke etalase tersebut, semua orang bisa melihatnya. Untuk itu, peserta didik harus hati-hati ketika menampilkan atau mengunggah sesuatu ke dunia maya karena kemungkinan besar hal yang sudah diunggah tidak bisa dihapus kembali.

 

Inspirasi Kegiatan

·       Buatlah diskusi kelas dengan topik: Perlukah orang tua dan pemerintah melakukan sensor?

·       Selama ini pemerintah sudah melakukan sensor dengan memblokir beberapa situs yang dianggap tidak sehat, yaitu situs yang berisi pornografi. Namun akibatnya, beberapa situs yang sebenarnya berisi edukasi kesehatan reproduksi juga ikut disensor. Bagaimana sebaiknya mekanisme sensor ini?

·       Diskusi dengan peserta didik akan menarik karena ada perspektif anak yang selama ini tidak pernah dipertimbangkan oleh pemerintah dan orang tua ketika melakukan sensor. Apakah menurut anak-anak sendiri mereka bisa memutuskan mana situs yang sehat dan tidak sehat, tanpa orang dewasa repot-repot melakukan sensor?

 

Tip: topik ini bisa ditulis peserta didik menjadi esai argumentatif

 

Kunci Jawaban Menyimak Bacaan “Tip Aman di Dunia Maya”

1.     Kita harus berperilaku baik di dunia maya karena meskipun tidak bertatap muka secara langsung, orang-orang di balik layar gawai atau computer adalah orang-orang yang sama dengan kita di dunia nyata.

2.     Di dunia maya kita memang harus hati-hati memilih teman karena belum tentu yang ingin berteman dengan kita adalah orang yang identitasnya seperti yang dia tampilkan di dunia maya.

3.     Hal yang termasuk informasi pribadi antara lain: nama lengkap, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, dan data bank. Kita tidak boleh membagikan informasi pribadi secara daring agar data tersebut tidak disalahgunakan untuk penipuan.

4.     Ketika mengalami perundungan daring saya akan memberi tahu orang tua saya dan istirahat sebentar dari menggunakan internet.

Kegiatan 5

Menulis Esai Argumentatif Tahap 3 dan 4: Melakukan Riset dan Menulis

Draf

Membaca

Mengidentifikasi sumber informasi lain untuk mengklarifikasi pemahamannya

terhadap teks naratif dan informasional.

 

Menulis

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi,

dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan

 

tips

Riset perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan menulis agar hal yang ditulis tidak hanya berdasarkan asumsi belaka. Bimbing peserta didik untuk membuat daftar pertanyaan atau hal-hal yang ingin dia ketahui dan bantulah menemukan sumber informasi tepercaya.

Bersamaan dengan melakukan riset mencari informasi dan data, peserta didik juga harus melakukan pencatatan Daftar Pustaka. Hal ini perlu dilakukan agar peserta didik tidak lupa mencantumkan sumber.

Tekankan kepada peserta didik untuk tidak ragu-ragu menuliskan draf pertama. Menulis draf pertama harus dilakukan sebebas-bebasnya tanpa khawatir ada kesalahan. Nanti peserta didik akan kembali memeriksa tulisannya ketika menyunting.

 

Inspirasi

Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Atur ruangan kelas agar mendukung suasana menulis, misalnya dengan memutar musik klasik sebagai latar belakang. Bebaskan peserta didik untuk memilih tempat favoritnya untuk menulis, misalnya di pojok baca, di perpustakaan, dan di bawah pohon.

 

Kesalahan

Peserta didik kadang menyalin begitu saja kalimat yang dia temukan di sebuah artikel. Hal ini tidak boleh dilakukan. Plagiat sangat dilarang di dunia akademik. Bantu peserta didik untuk merangkum data dan informasi dan tulis kembali dengan kata-kata peserta didik sendiri. Kalau memang ingin menuliskan kalimat tersebut secara utuh, gunakan tanda kutip dan sebutkan nama penulis sumbernya. Jangan lupa untuk tetap menuliskan sumber tulisan di daftar pustaka.

 

Kegiatan 6

Menulis Esai Argumentatif Tahap 5: Menyunting Naskah

Menulis

Menulis sebuah topik dengan struktur naratif, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan prosedur sederhana dengan bantuan pendukung visual untuk beragam tujuan.

Menuliskan kalimat dengan tanda baca: tanda titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan tanda petik sesuai dengan fungsinya. Menuliskan kalimat dengan spasi di antara kata. Menulis kalimat dengan huruf kapital di awal kalimat.

 

Tip Pembelajaran

Kegiatan ini merupakan asesmen formatif. Namun, penilaian dilakukan di setiap tahap kegiatan menulis.

Tekankan pada peserta didik bahwa kegiatan menyunting sangat penting untuk memeriksa apakah tulisannya bisa dibaca dan mudah dipahami. Penyuntingan juga penting agar tidak ada kesalahan ejaan dan tanda baca yang tidak perlu.

Beri kesempatan pada peserta didik untuk memperbaiki esai sebelum mengumpulkannya sebagai tugas akhir.

Inspirasi Kegiatan

Setelah peserta didik puas menyunting esainya sendiri, peserta didik bisa meminta bantuan teman untuk kembali memeriksa esainya. Tukarkan esai dengan teman sebangku, lalu periksa apakah tulisannya enak dibaca, apakah tidak ada kalimat yang tidak bisa dipahami, dan koreksi kalau masih ada kesalahan kecil ejaan dan tanda baca.

Kesalahan Umum

Tulisan peserta didik sudah jelas dan argumennya mudah dipahami, namun pilihan kata yang digunakan kurang bervariasi. Bantulah peserta didik untuk mencari sinonim dari kata-kata yang digunakannya agar pilihan katanya tidak monoton.

 

        Penutup

        Peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

        Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan

REFLEKSI

Lembar Releksi Diri Guru

Tuliskan pokok bahasan dan pertemuan materi yang diajarkan.

Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan kondisi guru saat dalam proses pembelajaran.

Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

Keterangan

1

Proses pembelajaran secara umum berlangsung dengan menarik, menyenangkan, menantang, dan bermakna.

 

 

 

 

Tujuan pembelajaran dapat dicapai.

 

 

 

 

Materi pembelajaran tersampaikan dengan baik.

 

 

 

 

Metode pembelajaran yang digunakan efektif.

 

 

 

 

Media/bahan/alat yang dipilih dan digunakan tepat dan variatif.

 

 

 

 

Penilaian proses dan hasil belajar dilakukan dan dengan teknik yang tepat.

 

 

 

 

Keterlibatan dan antusiasme peserta didik baik.

 

 

 

Catatan

.

.

C. ASESMEN

1. Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

Asesmen sikap didasarkan pada hasil releksi sikap peserta didik dan pengamatan guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Diri Sendiri Peserta Didik

a.   Isikan identitas peserta didik.

b.   Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.   Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Saya mengikuti pembelajaran

 

 

2.

Saya belajar secara mandiri.

 

 

3.

Saya mengerjakan tugas dari guru tanpa meminta bantuan orang lain.

 

 

4.

Saya berperan aktif dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

5.

Saya saling membantu dalam melakukan tugas kelompok.

 

 

6.

Saya berbagi tugas dalam mengerjakan tugas kelompok.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab  6 jawaban YA

Jika menjawab 4–5 jawaban YA

Jika menjawab 2–3 jawaban YA

Jika menjawab 1 jawaban YA

 

 

Lembar Releksi Penilaian (Sikap) Antarteman Peserta Didik

a.   Isikan identitas teman peserta didik.

b.   Berikan tanda centang (3) pada kolom YA atau TIDAK sesuai dengan keyakinan peserta didik.

c.   Isilah pernyataan berikut dengan jujur.

 

 

 

Nomor

Pertayaan

Ya

Tidak

1.

Teman saya mampu bekerja sama dengan teman lain.

 

 

2.

Teman saya mau berkomunikasi dengan teman lain.

 

 

3.

Teman saya lebih mengutamakan kepentingan teman lain.

 

 

4.

Teman saya hadir mengikuti pelajaran PJOK tepat waktu.

 

 

5.

Teman saya merupakan seseorang yang percaya diri.

 

 

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Jika menjawab 5 jawaban YA

Jika menjawab 3–4 jawaban YA

Jika menjawab  2 jawaban YA

Jika menjawab  1 jawaban YA

 

Asesmen Diagnostik

ANALISIS HASIL PROFIL SISWA

No

Nama Siswa

Gaya Belajar

Kelebihan/ Hambatan

Pelajaran yang disukai

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi

Bukti Kemajuan Belajar

Pembela-jaran menyesuaikan

Ketersediaan dukungan belajar dan informasi lainnya

1

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

 

 

 

 

Gaya belajar : kinestetik, orditori, visual, audiovisual

Pembelajaran/strategi/ asesmen/ sumber belajar/akomodasi : konstruktif, saintifik, inquiry, PBL, PjBL, Discovery

Bukti Kemajuan Belajar : Formatif, sumatif, produk

Asesmen dan Instrumen Penilaian

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran untukmemetakan peserta didik sehingga merekamendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Asesmen diagnosis dilakukan pada kompetensi yang dirasa penting bagi guru. Misalnya, pada bulan pertama, guru kelas 6 seharusnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat menyimak dan memahami instruksi yang lebih kompleks, menemukan informasi pada teks yang dibaca, dapat menceritakan pengamatan dan pengalamannya, menjawab pertanyaan sesuai dengan jenjang, dan menulis teks naratif atau deskriptif sederhana.

Berikut ini adalah contoh soal asesmen diagnosis. Guru dapat membuat soal yang dianggap sesuai dengan kompetensi yang dianggap perlu diketahui guru pada awal tahun.

 

Menyimak

Minta peserta didik untuk memperagakan instruksi yang didengar. (Bergeser ke kanan satu langkah, maju satu langkah, hadap kanan, balik kanan, kaki kanan ke depan.)

Minta peserta didik untuk menggambar instruksi yang didengar. (Gambar sebuah kotak di tengah kertas. Lalu gambar sebuah segitiga di atas kotak. Di dalam segitiga tersebut, tambahkan dua lingkaran kecil.)

Minta peserta didik untuk menjawab pertanyaan dari teks yang dibaca.

(Bacakan sebuah paragraf singkat. Lalu berilah pertanyaan yang berhubungan dengan isi paragraf.)

Tidak hanya dengan menjawab pertanyaan, tetapi peserta didik juga dapat menunjukkan pemahaman bacaan dengan membuat pertanyaan sendiri berdasarkan teks.

 

Membaca

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks narasi singkat. Ajukan pertanyaan: Apa judul teks tersebut? Siapa nama tokohnya? Apa masalah yang dihadapi oleh tokoh? Apa pesan dari cerita tersebut?

Minta peserta didik untuk membaca sebuah teks informatif yang singkat. Ajukan pertanyaan sesuai isi teks. Ajukan pertanyaan: Apa nama judul teks tersebut? Sebutkan 3 informasi yang kalian dengar dari teks tersebut. Apa yang dimaksud dengan … (kosakata) .... Apa arti imbuhan - pada kata ….

 

Berbicara

Minta peserta didik untuk menceritakan apa yang dilihat sepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Minta peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya tentang sebuah topik (persahabatan, kerusakan lingkungan, dan lainnya).

ASESSMEN MINAT DAN BAKAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

 

 

ASESMEN MINAT

NAMA             :

KELAS            :

Di bawah ini terdapat sejumlah pernyatan tentang minat yang harus dipilih. Beri tanda (√) pada pilihan jawaban YA / TIDAK pada kolom yang telah disediakan.

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya suka membaca

 

 

Saya suka menulis buku harian atau cerita

 

 

Saya suka pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa inggris

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk tulisan tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka menyampaikan dalam bentuk lisan / bicara tentang sesuatu yang saya baca

 

 

Saya suka permainan / game kata-kata atau teka teki

 

 

Saya suka kegiatan menghafal dan mengekspresikan mengekspresikan yang dibaca

 

 

Saya suka kegiatan berhitung serta pelajaran tentang angka-angka

 

 

Saya menyukai pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam

 

 

Saya menyukai permainan atau game yang menggunakan angka-angka

 

 

Saya suka permainan atau kegiatan yang bentuknya strategi / puzzle

 

 

Saya menyukai kegiatan eksperimen

 

 

Saya menyukai komputer dan kalkulator

 

 

Saya senang menghabiskan waktu luang di luar rumah

 

 

Saya melakukan olahraga secara rutin dalam 1 minggu minimal 1x

 

 

Saya menyukai aktivitas fisik, seperti jalanjalan, jogging, berenang

 

 

Saya suka mempelajari seni bela diri

 

 

Saya suka mempraktikkan dari pada hanya membaca saja

 

 

Saya menyukai olahraga permainan (sepak bola, basket, dll)

 

 

Saya suka permainan olahraga berkelompok

 

 

D. LKPD

LKPD 

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:

Kelas/Semester                    :    VI  / .......

Mata Pelajaran                      :    BAHASA INDONESIA

Hari/Tanggal                         :    .................................................................................

Nama siswa                          :    .................................................................................

Materi pembelajaran            :    .................................................................................

                                                    .................................................................................

                                                    .................................................................................

 

Penilaian Pembelajaran       : ……………………………………………………..

 

Guru memberi tugas kepada peserta didik yang belum mencapai nilai KBM.

      Guru bertanya kepada peserta didik mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.

      Berdasarkan hal-hal yang belum mereka pahami, guru mengajak peserta didik untuk mempelajari kembali dengan memberikan Serta Tugas materi tambahan untuk menambah pengetahuan peserta didik.

      Guru memberi penilaian ulang dengan pertanyaan yang lebih sederhana sesuai materi

 

Lembar Kegiatan Peserta Didik

Tanggal : .........................................................................................

Lingkup/Materi Pembelajaran : .........................................................................................

Nama Peserta Didik : .........................................................................................

Fase/Kelas : C / VI

 

1. Panduan Umum

Sama dengan konsep panduan umum pada aktivitas pembelajaran

2. Panduan Aktivitas Pembelajaran

a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.

b. Lakukan aktivitas pembelajaran …………………..  secara berpasangan dengan teman peserta didik satu kelompok.

c. Perhatikan penjelasan berikut ini.

Cara bermain aktivitas pembelajaran …………………………………..  antara lain:

1) …………………………………………………………………………….

2) ………………………………………………………………………….

BAHAN BACAAN

        Jurnal membaca adalah kegiatan untuk mencatat pengalaman membaca. Agar tidak menjadi tugas yang menjemukan, hendaknya dihindari mewajibkan peserta didik membuat resensi utuh setiap kali selesai membaca. Tujuan dari jurnal membaca ini hanyalah mencatat informasi buku yang dibaca, ringkasan isi atau kisah, dan hal lain yang dianggap menarik dan berkesan.

        Jurnal membaca bisa dituliskan di buku tulis atau ditulis di atas kartu buatan sendiri dari kertas manila/karton. Jurnal ini bisa dipajang di pojok baca.

        Judul buku:

        Nama penulis dan ilustrator:

        Tanggal membaca (mulai dan selesai):

        Penilaian peserta didik:

        Ringkasan cerita:

Jurnal membaca sebaiknya memuat informasi di atas. Adapun aspek yang dieksplorasi peserta didik bisa berbeda-beda. Artinya, jurnal membaca tidak selalu dibuat dengan format yang sama.

 

Berikut ini aspek yang bisa dieksplorasi peserta didik ketika membaca. Dalam satu laporan, peserta didik bisa membahas dua hingga tiga aspek:

        Tokoh-tokoh utama di dalam buku

        Konflik yang terjadi di dalam cerita

        Hal menarik yang dilakukan tokoh

        Apakah peserta didik pernah mengalami hal seperti yang dialami tokoh

        Menulis akhir cerita jika tokoh diubah (misalnya tokoh anak perempuan

        diubah jadi anak laki-laki)

        Ilustrasi atau gambar di dalam buku

        Hal menarik pada gambar di dalam buku

        Hal yang ingin ditambahkan jika peserta didik adalah ilustratornya

        Informasi yang paling menarik/tidak menarik bagi peserta didik

        Hal lain yang menurut guru menarik untuk dieksplorasi

 

Berikut adalah contoh-contoh dari jurnal membaca yang dapat disalin peserta didik pada buku tulisnya. Dapat pula diketik ulang dan diperbanyak oleh guru.

 

 

 

 

 

Jurnal Menulis

Tujuan dari kegiatan jurnal menulis ini adalah membiasakan peserta didik untuk menuliskan idenya secara rutin. Mintalah peserta didik untuk menulis tiap akhir pekan. Pada hari Senin, mintalah beberapa peserta didik untuk membacakan tulisannya di depan kelas secara sukarela. Tunjuklah beberapa peserta didik yang belum pernah maju. Ajari peserta didik lain untuk mengapresiasi tulisan temannya.

Jurnal menulis ini bisa ditulis di buku tulis biasa atau buku tulis khusus untuk jurnal menulis. Untuk kelas 6, targetnya adalah menulis satu paragraph berisi empat atau lima kalimat. Tulisan bisa berupa satu paragraf utuh maupun kalimat-kalimat terpisah, asal masih dalam tema yang sama.

 

 

Ide-ide tulisan:

1.     Narasi yang disusun secara kronologis (urut), misalnya kegiatan sehari-hari di rumah atau kegiatan ketika libur akhir pekan.

2.     Deskripsi terhadap sesuatu, misalnya tentang sifat adik atau anggota keluarga lainnya.

3.     Teks eksposisi yang memaparkan tentang sesuatu, misalnya pengamatan terhadap tanaman bunga yang ditemui di dekat rumah.

4.     Teks argumentasi yang berisi gagasan, misalnya tentang mengatasi masalah lingkungan di sekitar rumah.

 

Glosarium

alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang.

alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik.

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu.

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan di awal tahun ajaran guna memetakan kompetensi peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran.

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir periode belajar.

buku pengayaan: buku yang digunakan sebagai penunjang atau pelengkap buku pelajaran utama.

capaian pembelajaran: kemampuan di akhir masa pembelajaran yang diperoleh melalui serangkaian proses pembelajaran.

fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

fi    : cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya).

intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami makna kalimat tersebut dengan benar.

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.

literasi dasar: kecakapan membaca dan menulis permulaan yang harus dikuasai di jenjang awal pendidikan formal.

literasi fi al: adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks fi nsial untuk meningkatkan kesejahteraan fi nsial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

lembar amatan: catatan yang berisi keterampilan peserta didik untuk diamati guru.

media digital: format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital.

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca.

motorik halus: kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang melibatkan saraf, tulang, dan otot, untuk melakukan aktivitas tertentu.

nonfi      teks yang berdasarkan kenyataan atau fakta.

peragaan: proses menyajikan sebuah perilaku atau proses melakukan sesuatu agar orang lain dapat meniru atau mengadaptasi perilaku atau proses yang diperagakan tersebut.

perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar peserta didik dapat belajar secara mandiri.

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di kelas.

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks melibatkan beberapa kegiatan untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.

prediksi: prakiraan tentang sesuatu.

teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya.

teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya maksud dan tujuan sesuatu.

 

Daftar Pustaka

Culham, Ruth. 2005. 6 + 1 Traits of Writing: The Complete Guide for the Primary Grades. Scholastic Teaching Resources.

Dewayani,  Sofie.  2017.  Menghidupkan  Literasi  di  Ruang  Kelas.  Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.

Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Corwin.

Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning.

Grades PreK to 8. Heinemann.

Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms. Pearson.

McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.

Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series. Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal

Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.

Rasinski, Timothy. dkk. (Eds.) 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best Practices. The Guilford Press.

Robb.  Laura.  2003.  Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math.

Scholastic Teaching Resources.

Vadasy, Patricia, F. & J. Ron Nelson. 2012. Vocabulary Instruction for Struggling Students. The Guilford Press.

Vygotsky, L. 1978. Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah .................

 

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

............,...................................

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

...............................................

NIP.

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Popular Gurur Garsel Berbagi