Kumpulan Capaian Pembelajaran SD (Kurmer)
Dalam konteks Kurikulum Merdeka (Kurmer), Capaian Pembelajaran (CP) adalah fondasi utama yang menentukan arah pembelajaran. Istilah ini sering dipadankan dengan Learning Outcomes dalam literatur pendidikan internasional.
Berikut adalah pengertian Capaian Pembelajaran menurut para ahli dan tinjauan teoritis yang mendasari konsep ini:
1. Pengertian Secara Teoritis (Learning Outcomes)
Secara akademis, Capaian Pembelajaran diadaptasi dari konsep Learning Outcomes. Para ahli di bidang kurikulum dan desain instruksional mendefinisikannya sebagai:
Biggs & Tang (2011): Mereka menyatakan bahwa learning outcomes adalah pernyataan tentang apa yang diharapkan untuk diketahui, dipahami, dan mampu dilakukan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode pembelajaran. Fokusnya bukan pada apa yang diajarkan oleh guru, tetapi pada hasil akhir yang dicapai siswa.
Kennedy et al. (2006): Menjelaskan bahwa CP adalah pernyataan eksplisit tentang apa yang seharusnya diketahui dan mampu dilakukan oleh siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran. Mereka menekankan bahwa CP harus mencakup dimensi kognitif (pengetahuan), psikomotorik (keterampilan), dan afektif (sikap).
2. Pengertian dalam Konteks Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek)
Pemerintah Indonesia, melalui BSKAP (Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan), mendefinisikan Capaian Pembelajaran sebagai:
"Suatu ungkapan tujuan pendidikan yang merupakan suatu pernyataan tentang apa yang diharapkan diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu periode belajar."
Dalam Kurikulum Merdeka, CP memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan standar kompetensi sebelumnya:
Berbasis Fase: CP tidak lagi dirancang per tahun, melainkan per fase (misalnya Fase A untuk kelas 1-2, Fase B untuk kelas 3-4, dst). Ini memberikan fleksibilitas bagi guru untuk menyesuaikan kecepatan belajar siswa.
Fokus pada Kompetensi: CP menekankan pada kompetensi (kemampuan melakukan sesuatu) daripada sekadar konten (penguasaan materi hafalan).
Penyatuan Elemen: CP menyatukan ketiga ranah kompetensi (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) ke dalam narasi yang utuh.
3. Esensi Perbedaan CP dengan Kurikulum Sebelumnya
Jika dikaitkan dengan pandangan para ahli kurikulum, perubahan dari Standar Kompetensi (SK) atau Kompetensi Dasar (KD) menuju Capaian Pembelajaran (CP) mencerminkan pergeseran paradigma:
| Aspek | Kurikulum Sebelumnya (KD) | Kurikulum Merdeka (CP) |
| Fokus | Penguasaan materi secara rigid per tahun. | Penguasaan kompetensi dalam rentang waktu yang fleksibel (fase). |
| Orientasi | Teacher-centered (apa yang diajarkan). | Student-centered (apa yang mampu dilakukan siswa). |
| Sifat | Terfragmentasi (potongan-potongan materi). | Holistik (mengintegrasikan proses berfikir). |
Kesimpulan
Secara umum, para ahli setuju bahwa Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka adalah "titik henti" atau target akhir yang harus dicapai siswa. Peran guru kemudian adalah memecah target besar (CP) tersebut ke dalam Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disesuaikan dengan kesiapan belajar siswa di kelas.
Kumpulan Capaian Pembelajaran PAI SD
Kumpulan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia SD
1. CP Bahasa Indonesia Kelas 5 & 6
Komentar
Posting Komentar